Explore Transcripts

19012026-Pelatihan Dasar Hari Ke-1

KAMPUS MERDEKA UNESA31.8K views4:12:0727,392 wordsIndonesian

Transcript

Click timestamps to jump to that point

  • ya

  • apa

  • Prosperity burger hadir kembali.

  • Baik, kepada rekan-rekan mahasiswa sebelum memulai acara pada pagi hari ini diharapkan para peserta untuk menonaktifkan mikrofon serta diharapkan untuk mengaktifkan kameranya. masing-masing.

  • Baik, izin saya mulai. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat pagi dan salam sejahtera bagi kita semua. Shalom. Om swastiastu. Namo buddhaya. Salam kebajikan. Rahayu. Rahayu. Rahayu. Yang terhormat Rektor

  • Universitas Negeri Surabaya Prof. Dr. MKes. Yang kami hormati Direktur Pendidikan dan Transformasi Universitas Negeri Surabaya Prof. Roselina Ekawati, PhD. Yang kami hormati Wakil Rektor

  • Bidang Pendidikan, Kemahasiswaan, dan Alumni Universitas Negeri Surabaya, Prof. Dr. Martadi, M.Sn. Yang kami hormati tim pelatihan mobilitas akademik 2026, Dr. M., M.Si. si selaku ketua

  • Subdirektorat Mobilitas Akademik Universitas Negeri Surabaya, Dr. Rusli Hidayah, S.Si., M.Pd. selaku pengenalan lingkungan persekolahan. Ibu Dwi Anggorwati Rahayu, M.Si. selaku Kepala Magang, dan Dr. Suprianto, M.Pd. selaku

  • Kepala Pemberdayaan Masyarakat serta Bapak Ibu dosen dan seluruh peserta mahasiswa Universitas Negeri Surabaya yang mengikuti kegiatan hari ini daring melalui Zoom Meeting dan streaming YouTube Kampus Merdeka Unesa.

  • Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan yang Maha Esa karena atas berkat rahmat dan hidayah-Nya kita semua dapat berkumpul untuk mengikuti kegiatan pelatihan mobilitas akademik Unesa hari pertama dalam keadaan sehat tak kurang

  • suatu apapun. Sebelumnya izinkan saya untuk memperkenalkan diri. Saya Oktavi Kasmadi selaku Master of Ceremony yang akan memandu jalannya kegiatan hari ini. Sebelum memulai acara pada pagi hari

  • ini, dipersilakan untuk membaca basmalah. Semoga kegiatan ini dapat berjalan dengan lancar dan memberikan dampak nyata bagi kita semua. Baik, sebelum memulai acara izinkan saya

  • membacakan susunan acara pada pagi hari ini. Yang pertama, pembukaan. Yang kedua, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Unesa. Yang ketiga, penjelasan skenario pelatihan dasar mobilitas akademik oleh Ibu Dwi Anggorwati Rahayu,

  • M.Si. Yang keempat, penjelasan KKNT berdampak oleh Dr. Ir. Syarifudin, M. Parenreng, ST, MT, IPU selaku Kapsudit Pendidikan berbasis pengabdian masyarakat KKN Universitas Hasanuddin.

  • Yang kelima, penjelasan wirausaha oleh Dr. Ahmad Basri, M.Pd. selaku Kepala Seksi Wirausaha Direktorat Kemahasiswaan dan Alumni Unesa. Yang kedelapan, penjelasan dinamika kelompok oleh Adik

  • Nugraha Widya, M.Si. Si. Baik, sebelum beranjak ke inti acara kepada peserta diharapkan untuk menyalakan kameranya untuk melakukan sesi dokumentasi.

  • Baik, saya mulai untuk slide pertama. 1 2 3. Oke, selanjutnya 1 2 3.

  • 1 2 3. Baik, terima kasih. Untuk acara selanjutnya yakni menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Unesa. Dimohon

  • untuk para peserta untuk mendengarkan dengan seksama.

  • [musik] Indonesia tanah airku, [musik] tanah tumpah darahku. Di sanalah [musik] ku berdiri

  • jadi pandu ibuku [musik] Indonesia. Kebangsaanku, bangsa dan tanah airku. [musik] Marilah kita berseru

  • Indonesia bersatu. [musik] Hiduplah tanahku, hiduplah negeriku, bangsaku, [musik] rakyatku semuanya. Bangunlah jiwanya, bangunlah [musik]

  • badinya untuk Indonesia Raya. Indonesia Raya merdeka merdeka [musik] tanahku, negeriku yang kucinta.

  • Indonesia Raya merdeka merdeka. [musik] Hiduplah Indonesia Raya. Indonesia Raya. [musik] Merdeka, merdeka. Tanahku, negeriku [musik] yang

  • kucinta. Indonesia Raya merdeka, merdeka. Hiduplah [musik] Indonesia Raya. [musik]

  • [musik] Universitas Negeri Surabaya [musik] berperan aktif mencerdaskan bangsa tanggung bermartabat berbudaya [musik]

  • tulus berbakti laksana triarma berkumpul [musik] berprestasi karya inovatif olahraga ilmu. dan seni inklusif adaptif [musik] kolaboratif

  • untuk kejayaan negeri. [musik] Ang dan rabbah cintamu berani [musik] jujur dan tekut jaga persatuan luar biasa

  • jiwamu [musik] untuk sangat langkah di depan dalam [musik] kamu baiklah cintamu berani jujur dan tekut jaga persatuan dan

  • tentukan jiwamu untukku [musik] Satu,

  • acara selanjutnya yakni penjelasan skenario pelatihan dasar mobilitas akademik oleh Ibu Dwi Anggorati. Rahayu, M.Si. Kepada beliau disilakan. Baik, terima kasih Mbak Okta. Suara saya sudah terdengar ya?

  • Enggih, Ibu sudah terdengar dengan jelas. Oke. Baik, terima kasih. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Ee yang saya hormati eh Bapak Kasubdit ya, Mobilitas Akademik, Dr. Muhammad Zeki, M.Si. si. Kemudian yang saya hormati ada Pak Dr. Subrianto, Pak Dr. Rusli Hidayat, ada

  • Pak Dr. Ahmad Basri juga yang ee insyaallah membersamai kegiatan ee pelatihan dasar mobilitas akademik ee pada hari ini ya perdana kita buka. Kemudian ee tak lupa juga yang saya hormati Bapak Ibu dosen pembunding lapangan dan koordinator prodi yang juga

  • bergabung pada pelatihan dasar baik secara Zoom maupun di streaming ya. Jadi, adik-adik ee Budi ee dari kami dari Subdirektorat Mobilitas Akademik akan menyampaikan beberapa penjelasan umum terkait pelatihan dasar mobilitas

  • akademik ya. Adik-adik angkatan 2023 ini sudah tidak asing ya mengikuti pelatihan dasar. Karena ee semester kemarin adik-adik sudah mengikuti ee kegiatan pelatihan dasar juga tapi di ee gasal ya

  • gasal 2025-2026. Role. Jadi tagihan dari ee pelatihan dasar mobilitas akademik ini adalah proposal perencanaan program ya berbasis dampak aksi nyata. Namun pada ee apa semester

  • genap ini itu ditambahkan dengan output yang berbasis SDG begitu ya. Nanti akan coba kami sampaikan kepada adik-adik semua terutama juga yang wajib. Jadi ada dua luaran ya adik-adik ya. pertama adalah proposal mini project berdampak tadi. Yang kedua adalah sertifikat

  • pelatihan AWS ya yang sudah selalu kami sampaikan baik secara podcast di media sosial mobilitas akademik ya. Kegiatan pelatihan dasar ini itu wajib diikuti oleh adik-adik mahasiswa sebanyak 17.000

  • mahasiswa ya yang merupakan mahasiswa angkatan 2023. Jadi adik-adik mahasiswa angkatan 2023 ini masih mengikuti konversi 20 SKS ya wajib. Untuk yang semester kemarin adik-adik

  • mengikuti sunah tapi yang diwajibkan misalkan riset ya, studi independen KKNT, maka semester ini adik-adik pasti sedang mengikuti PLP wajibnya atau magang bagi mahasiswa yang non kependidikan.

  • Pelatihan dasar mobilitas akademik ini akan berlangsung mulai tanggal 19 Januari 2026 sampai 23 Januari 2026 ya. Kami hadirkan beliau-beliau yang luar biasa yang akan membersamai adik-adik ya

  • sebelum adik-adik berkolaborasi dengan mitra-mitra potensial Universitas Negeri Surabaya. Ya, untuk pelatihan dasar hari pertama ini ya ee kami dari Subdirektorat Mobilitas Akademik akan menjelaskan beberapa skenario

  • pembelajaran yang harus diikuti oleh adik-adik semuanya ya. Kemudian nanti ada terkait dengan KKNT berdampak dan wirausaha. Kemudian akan ada ee pengarahan terkait dinamika kelompok ya. ini nanti adik-adik wajib mengikuti.

  • Setelahnya adik-adik tidak berhenti ya kegiatan awal pagi sampai siang itu adik-adik mengikuti secara Zoom ataupun streaming lewat YouTube. Selanjutnya adik-adik mengerjakan proposal berdampaknya secara asinkron maupun adik-adik mengikuti pelatihan sesuai

  • dengan jadwal yang sudah kami sampaikan saat sosialisasi kemarin. Ya, ini adalah Bapak Ibu tim mobilitas akademik yang ada di Fakultas Adik-adik masing-masing ya. Nanti yang dari Fakultas Teknik ini ada pergantian cuma ee mohon maaf ini

  • belum diubah ya dulu Bu Pelina. Sekarang Pak Aris ya, Pak, Pak Pri ya. Pak Aris ya dari Fakultas Teknik ya. Ada Bu Durinta dari FEP, kemudian ada Pak Depi dari Visipol, ada Pak Sudirman dari Vokasi, ada Bu Ima dari FIP, dari PSDKU

  • ada Bu Dwi Lori, kemudian dari FBS ada Pak Danang, dari MIPA ada Pak Oka ya, dari Psikologi ada Pak Adi, dari FIKK ada Pak Lutfi, dari FK ada Pak Abi ya, dari FH ada Bu Ayu. Jadi beliau-beliau semua ini adalah tim mobilitas akademik

  • yang bersama-sama dengan kami untuk mengawal keberlangsungan proses mobilitas akademik adik-adik semuanya ya. Jadi kalau misalkan adik-adik menghubungi salah satu dari Pak Rusli, Pak Pri, Bu Dwi mungkin belum dibahas. Adik-adik bisa langsung ke beliau-beliau

  • ini. Beliau-beliau masih dalam satu pintu dengan kami semuanya. termasuk nanti ee di saat pelepasan mahasiswa kami juga akan melantik Duta Mobilitas akademik 2026 yang baru yang nanti akan secara serentak kami kenalkan kepada

  • adik-adik semuanya. Kemudian ini deskripsi program untuk pelatihan dasar ya. Jadi ee perencanaan program ini adalah wajib 2 SKS. Jadi teman-teman mahasiswa yang kemarin belum mengunggah proposal di semester gasa

  • jangan terulang di semester genap ini. Nanti deadline-nya akan Bu disampaikan untuk ee pengumpulan proposal mini project berdampaknya itu kapan deadline-nya ya nanti akan kami jelaskan karena sistem akan ditutup di tanggalnya. Jadi jangan sampai kemarin

  • ada 120 mahasiswa yang telat mengunggah laporan akhir di semester gasal kemarin. Ahah. Ini kalau kami masih memberi toleransi per tanggal 18 kemarin kami akan mengunggah secara manual karena sistem sudah ditutup adik-adik ya. Jadi

  • kami tidak membuka sistemnya lagi karena sekarang sudah masuk periode yang genap. Jadi mohon menjadi perhatian untuk kita semuanya adik-adik terutama jangan sampai tidak mengunggah salah satu tagihan dari kegiatan mobilitas akademik ya. Karena itu wajib kalau adik-adik

  • tidak mengunggah maka nilai tidak bisa sinkron ke siak kado. Nah, ini kan yang berdampak adalah adik-adik konversi 20 SKS-nya akan terkendala ya. Kalau adik terlambat itu tidak bisa dikonversi. Jadi mohon menjadi perhatian ya. untuk tahun ini semester kemarin ya, semester

  • gasal masih kami beri ee bantuan gitu ya untuk mengunggahkan secara sistem. Namun untuk yang gasal ini karena belajar dari kemarin eh untuk yang genap ya kami ee tidak ee mengunggah ya tidak akan mengunggah lagi kalau bagi adik-adik yang terlambat ya. Kemudian output-nya

  • ya proposal perencanaan program ya 2 SKS. Kalau adik-adik ikut magang, maka template sudah kami broadcast juga itu adalah nanti diantar Pak Basri ya, itu adalah perencanaan program di ee template ya, mobilitas akademik yang

  • akan ee kami share. Kemudian kegiatan ee ini itu muaranya adalah eh project based learning ya dengan ee mini project berdampak yang dikembangkan berbasis aksi nyata dan STG ya. kegiatan ini ya

  • itu ada secara sinkron maupun secara asinkron ya. Besaran eya adalah ee 2 SKS ya. Adik-adik wajib mengikuti kegiatan ee mobilitas akademik itu. Kemudian kegiatan ini wajib ya diikuti oleh seluruh mahasiswa. Banyak adik-adik

  • mahasiswa yang ke ruangan kami. Kalau misalkan kalau kami sudah magang gimana Bu? Kalau kami sudah ee apa namanya? kegiatan studi independen pelatihan misalkan yang kegiatannya bersamaan dengan pelatihan dasar, maka jawabannya adalah adik-adik tetap mengikuti tapi

  • tidak dengan Zoom, dengan mengulang streaming yang sudah kami sediakan. Karena kegiatan ee mobilitas apa ee pelatihan dasar ini itu bisa dituangkan dalam learning hours pembelajaran adik-adik. Jadi per hari ini meskipun adik-adik belum mendaftar belum KRS by

  • Melissa nanti kalau sudah dibuka adik-adik mendaftar KRS. Tapi adik-adik harus menyimpan dokumentasi di seluruh kegiatan yang adik-adik ikuti. Termasuk membuat proposal. Kalian membuat proposal mencari sitasi sumber, mencari database perusahaan dari internet

  • misalkan. Nah, itu masukkan sebagai ee learning hours yang sudah adik-adik ikuti, ya. Kemudian akan ada ee penyampaian materi umum. baik dari kami maupun dari tim adhw mobilitas akademik ya. Kemudian ee mahasiswa ini mengikuti

  • ya ee pengembangan mini project tadi. Kemudian adik-adik nanti ada presensi wajib. Tadi Pak Rusli sudah share ee presensi ya. Silakan adik-adik ee karena tadi Mbak Okta ngecek ya di siia masih belum bisa ngakses ya. Per hari ini juga Mbak

  • Okta. Per detik ini juga belum bisa ya. Coba dicek Pak ya. Oke. Belum bisa ya. Nanti akan Budi tunjukkan dulu. Mungkin per nanti adik-adik silakan semua yang mengikuti kegiatan ini bisa presensi pakai Google Form dulu ya. Nanti ditutupnya jam 21.00

  • itu per hari. Jadi adik-adik silakan mengisi ee mengumpulkan tugas-tugas yang sudah kami desain gitu ya untuk menguatkan ee apa luaran adik-adik semuanya. Kemudian kegiatan ini wajib ya

  • ee AWS Computing. Ee kami juga sudah share eh Excel. Jadi kalau misalkan adik-adik ikut jam 0.00 aja gitu ya karena baru pulang magang maka adik-adik bisa mengikuti lima link ee Google Meet

  • ya. Nah, adik-adik bisa ikut sesuai dengan kapasitas yang ada. Jadi bisa ya per hari ini ada dua fakultas ya dari Visipol dan Teknik yang mengikuti ee pelatihan internasional bersama dengan

  • ee Sagasitas. Kemudian perencanaan program ini learning hours-nya adalah 90 jam karena terkonversi 2 SKS ya. Kemudian fokus perubahan mobilitas akademik ini sudah kami lakukan sejak semester kemarin bahwa kami sekarang ee

  • fokusnya adalah di aksi nyata adik-adik semuanya ya. Dampak berkelanjutan dan tambahannya untuk semester ini adalah SDC. Ini kami ulang lagi ya. Insyaallah nanti hari Rabu adik-adik akan mendapatkan penguatan metodologi

  • penelitian maupun tentang keyword yang bisa adik-adik gunakan untuk SDG. Ya, ini disarankan memang untuk Unesa itu di SDG 1, 4, 5, 8, dan 17 ya. Selain ini

  • apakah tidak boleh, Bu? Boleh sekali ya. Misalkan adik-adik ee apa? tentang energi ya. Dari teknik membuat prototap itu berkaitan dengan energi maka itu masuk SDG ketujuh. Nanti ada keywords yang bisa ee dimasukkan ya. Nanti akan

  • dijelaskan oleh tim Prof. Nadi ya dari IPI ya. Insyaallah hari Rabu tim beliau nanti akan menyampaikan terkait ee keywords yang bisa dimasukkan baik di artikel misalkan kalau adik-adik MPKM-nya MA-nya riset ee mungkin adik-adik mengikuti kegiatan wirausaha

  • dampak ekonomi. Nah, itu apa? STIS yang bisa dimasukkan. Nah, misalkan ee tadi ya energi itu masuk SDIS keet7. Misalkan adik-adik berbau conservation itu masuk SDGIS ke-15. Jadi keyword ini itu bisa

  • dituangkan dalam luaran. Jadi di luaran adik-adik itu ada kata-kata unik ini ya. Ini yang mendukung SDJIS-nya Unesa adik-adik ya. nanti akan dijelaskan detail ee oleh beliau yang memang ee memperkuat gitu ya di kompetensi Sis ini

  • ya. Kemudian ini ya adik-adik ya kami ingatkan lagi ya sebelum nanti Bu akan share terkait dengan platform ya CIDIA yang bisa diakses oleh adik-adik semuanya ya. Seperti yang tadi sudah kami sampaikan, kalau semester kemarin itu adik-adik

  • ikut KKN, ikut riset, ikut wirausaha, ikut proyek kemanusiaan, bisa pertukaran mahasiswa, bisa studi independen atau asistensi mengajar, maka semester ini pasti adik-adik ikut PLP atau magang.

  • PLP bagi prodi pendidikan yang war-nya berdasarkan Pak Rusri itu tanggal 22, maka tanggal 22 itu kuota internetnya harus dimaksimalkan. Hati-hati memilih sekolah jangan sampai salah pencet ya. Biasanya ramai ini ya. Kalau salah pencet tuh pasti adik-adik mencari Pak

  • Rusli dan Pak Jacky nih. Pasti di ruang mobilitas akademik ya. Semoga kehatian kehati-hatian adik-adik itu menjadi prioritas ya. Jangan sampai salah mencat mencat di mana nanti di Pacitan dan sebagainya. Padahal adik-adik tinggalnya adalah di Surabaya ya. Hati-hati itu ya.

  • Kemudian kalau magang, ada yang sudah magang per Januari kemarin, ada yang sedang mencari mitra. Nah, adik-adik tetap harus mengikuti perencanaan program ini ya. Ee per hari kami selalu sudah ya dibantu Mas Wahyu ini luar biasa ya untuk membuat surat ee ini ya

  • keterangan ya atau adik-adik ee mau mendaftar ke mitra X. Nah, itu nanti selalu kami sudah memberikan surat tersebut ya yang adik-adik ee sudah unggah di ee Google Form MPKM Unesa ACid itu.

  • Kemudian ini ya output perencanaan program ini adalah proposal ya berdasarkan ee tadi ya aksi nyata maupun SD tadi. Kemudian ada presentasi perencanaan program ya ini 40% bobotnya. Ini semua masuk di akun DPL adik-adik

  • semua ya. Nah, ini jadi di akun DPL setelah adik-adik mengunggah proposalnya di PDF-kan, diunggah, maka di akun Bapak Ibu DPL nanti itu muncul ini misalkan studi independen, perencanaan program. Misalkan Bu, saya kemarin belum

  • presentasi gak ada masalah. itu tergantung ee role ya, role model dari DPL-nya masing-masing. Ada DPL yang misalkan adik-adik wajib presentasi secara offline misalkan giih Bapak atau secara online. Nah, itu bisa ya bisa dilakukan sesuai dengan ee karakter

  • masing-masing di PL-nya adik-adik. Jadi, adik-adik enggak usah khawatir. Insyaallah Bapak Ibu di PL itu nanti akan ee memonitoring setiap program mobilitas akademik yang akan dilakukan oleh adik-adik semuanya ya. Nah, ini ya untuk evaluasi program juga

  • berbobot. Jadi, Bapak, Ibu DPL, adik-adik sampai tanggal 25 nanti itu adalah batas akhir penilaian mobilitas akademik yang gasal. Jadi, adik-adik ya mengingatkan boleh tapi tidak boleh nyusu-nyusu istilahnya ya. Nah, pasti Bapak Ibu akan aware dengan tanggal yang

  • sudah ditetapkan ya. Jadi adik-adik tenang dulu. Kami juga per hari akan sinkron supaya nilai-nilai yang sudah dimasukkan oleh DPL itu sinkron ke siakadu atau Sindik adik-adik semuanya ya. Jadi tidak usah khawatir ya.

  • Kemudian ini alur ya alur ee pembuatan proposal berdampak. Jadi adik-adik mohon semua aktivitas ya dampak nyatanya nanti itu adik-adik harus real yang ada di industri atau di mitra-mitra terkait.

  • Kalau adik-adik ke sekolah, maka apa di sekolah itu permasalahan yang bisa adik-adik berikan dampaknya. Selain adik-adik memang ee belajar di sana begitu ya, misalkan adik-adik membuat modul berbasis estetis dan sebagainya itu silakan ya. Itu semua dibimbing oleh

  • mentor, pamong, dan ee siapapun yang ditugaskan oleh pimpinan mitra ya. Nanti adik-adik juga berkomunikasi dengan DPL-nya masing-masing. Pasti per hari ini dari prodi belum menugaskan Bapak Ibu DPL. Namun ada prodi yang sudah

  • misalkan magang, sudah dibagi. Ini 1 DPL 15 mahasiswa di empat mitra misalkan. Itu ada prodi-prodi yang memang luar biasa sudah membagi mahasiswa per dosen. Nah, itu boleh ya ataupun yang belum. Nah, itu tergantung nanti ee Bapak Ibu

  • pimpinan prodinya masing-masing ya. Nah, ini nanti template sudah kami buat flyer ya, sudah di-share ke sana kemari di IG PMMA Unesa juga sudah ada. Kalau adik-adik lupa nanti bisa scan barcode ya. Nah, itu bisa dilakukan gitu ya. Ini

  • relevansi ee kemarin sudah kami jelaskan. Jangan sampai di proposal mini project berdampaknya itu tidak ada mata kuliah konversi. Jadi, Bu kami ingatkan lagi adik-adik bisa melihat mata kuliah konversi itu dari kurikulum prodi.

  • Kurikulum prodi itu bisa dilihat di Cidian masing-masing ya. Misalkan ekonomi dari biologi, dari kimia itu nanti kalau adik-adik Mbak Fitri mohon tidak coret-coret ya Mbak Fitri ya. Nanti dikeluarkan aja Mbak Okta dari

  • Zoom ini ya. Nampak ini ya coret-coret ini ya. Keluarkan aja Mbak langsung. Siapa tadi? Fitri. Siapa itu? Mohon maaf, Ibu. Mohon maaf sekali saya tidak tahu kepencet. Oh, kepencet. Oke, ya. Ngapunten, Ibu. Ngapunten.

  • Iya, ini di Iya, ya. Oke, ya. Hati-hati adik-adik ya karena ini streaming ya, dilihat oleh 17.000 mahasiswa yang luar biasa hari ini. Jadi, kita sama-sama ya. Ini ya salah satunya ya. Ee kemarin ee kami melihat best practice dari

  • adik-adik yang luar biasa dari prodi memang sudah menuliskan yang semester kemarin ya, mata kuliah konversi. Terus kalau di laporan akhir itu kami uji petik itu adik-adik sudah misalkan mata kuliah pengelolaan lingkungan sudah ada ee relevansi antara kegiatan mobilitas

  • akademik adik-adik dengan mata kuliah konversi yang sudah ditetapkan oleh prodi ini luar biasa sekali ya. Ee kami terima kasih kepada Bapak, Ibu DPL maupun pimpinan prodi yang sudah ee men-setting luaran-luaran berdampak yang luar biasa yang dihasilkan oleh

  • mahasiswa di ee angkatan 2023 ya di periode Gasal kemarin gitu. Ini surat pernyataan dampak. Nah, ini banyak temuan kami yang surat pernyataan dampak itu adik-adik hanya sekedar upload. Ada

  • yang hanya mengunggah cover laporan akhir ya. Ada yang mengunggah template-nya saja. Wah, itu mungkin semester gasel kemarin tidak akan kena penalti. Semester ini nanti genap. Kalau itu nyata terjadi lagi,

  • kami akan ingatkan kepada Bapak Ibu DPL untuk memberikan penilaian di evaluasi program yang tidak sesuai sesuai dengan realita. Tapi kemarin karena kami tidak menyampaikan secara langsung kepada DPL bahwa itu mengurangi nilai semester ini,

  • kami akan aware selalu kami aware kepada Bapak, Ibu pimpinan prodi maupun kepada mahasiswa ya. Karena kami temukan tidak hanya satu dua mahasiswa loh ya, hampir ratusan mahasiswa itu yang mengunggah surat pernyataan implementasi dampak ini asal-asalan ya. Jadi mohon aware untuk

  • adik-adik semuanya berhati-hati ya dalam mengunggah ee surat pernyataan dampak ya. Template sudah kami share juga template-nya baru ya. Nah, ini alur permohonan ya kalau adik-adik membuat surat izin ee mobilitas akademik ini langsung ee nanti tanda tangan oleh Ibu

  • Direktur ee Pendidikan dan Transformasi Pendidikan ya. Jadi adik-adik hati-hati ya. Ini tidak saya jelaskan lagi ya. Sudah. Ini nanti akan Bu Dui jelaskan ee di rundown-nya. Nah, ini ya saya langsung ee share screen ke LMS ya, LMS

  • Cidia yang sudah kami setting untuk adik-adik semuanya di kegiatan ee mobilitas akademik ini ya. Sebentar. Nah, ini ee sepertinya nanti kami akan ee sampaikan lagi ke tim

  • Direktorat Pembelajaran ya digital ya untuk ee meng-enroll ini 2023 apa angkatan 2023 supaya DC dia itu masuk. Ini kami sudah menyiapkan untuk adik-adik semuanya ya. Ini LMS yang

  • sudah ada mulai pekan pertama hari ini sampai pekan Jumat nanti ya. Nah, ini perencanaan program 2 SKS ya. Ini deskripsi singkatnya. Ini pelatihan dasarnya per hari ini ya. Ini sudah dilakukan output-nya adalah perencanaan

  • program ee 2 SKS. Kemudian ini penjelasan umum PPT yang tadi kami sampaikan itu semua sudah ada di LMS ya, adik-adik tinggal menyesuaikan ya. Saya ingatkan lagi ya di email saya kami itu

  • ya ada Pak Pri, Pak Rusli, Pak Ja itu pasti banyak email masuk itu adik-adik minta akses. Kami ingatkan lagi ya untuk mengakses semua file kami pakailah email Unesa. Kalau adik-adik pakai email selain Unesa pasti minta akses untuk

  • download ya. Jadi mohon menggunakan akses email Unesa ya. karena ee kami peruntukkan semua materi yang kami siapkan ini adalah untuk mahasiswa Unesa saja. Makanya kami tutup aksesnya untuk email selain Unesa ya. Kemudian luaran

  • wajib yang harus dipenuhi oleh mahasiswa per hari ada tugas ya. Meskipun kalian sudah magang enggak bisa online Zoom maupun streaming di hari apa di jamnya mohon tetap aware dengan tugas-tugasnya per jam 21.00 nanti Google Form akan

  • kami tutup aksesnya. Jadi, bagi adik-adik mahasiswa yang tidak mengunggah ya harap maklum gitu ya, pasti tidak bisa mengunggahnya lagi ya. Kemudian ee ini ya paling lambat ini tidak tidak

  • 30 September nanti Budi Dielaskan untuk ini ya ee untuk waktunya. Kemudian ini pendaftaran keikutertaan ee pada program mobilitas ini juga tidak September ya. ini yang ee masih yang gasal kemarin ya. Jadi ini adik-adik ya untuk kalender

  • mobilitas akademik ini ya kewajiban adik-adik mengikuti program ini. Kegiatan ini wajib ya diikuti oleh adik-adik mahasiswa seluruhnya angkatan 2023 ya. Ini langsung ee Bapak WR 1 yang ee memberikan ini ee aksesnya gitu ya.

  • Kemudian jadwal pelatihan dasar ini juga kami sudah share ke semua ini ya, termasuk di LMS sudah ada. Nanti bisa dilihat lagi per harinya. Mungkin ada beberapa karena ada sesuatu hal itu nanti akan ee bergeser gitu ya. Yang

  • jelas adalah materi-materinya Senin sampai Jumat itu sudah kami siapkan untuk adik-adik semuanya ya. Kemudian untuk pelatihan ee internasional ya ini gratis ya, tidak dipungut biaya apapun. Adik-adik nanti sertifikatnya selain

  • dikumpulkan ke Google Form yang sudah kami siapkan, ini bisa digunakan untuk si pena. Jadi adik-adik sertifikatnya nanti untuk si pena juga bisa. Jadi menambah untuk CV adik-adik ya, kurikulum VTI adik-adik juga bisa saat

  • adik-adik sudah lulus dari Unesa. CV itu penting banget gitu ya. Nah, pasti adik-adik akan dilihat oleh mitra nanti seperti apa gitu ya. Jadi per hari ini nanti itu untuk pelatihan internasionalnya dimulai oleh Fakultas Teknik dan

  • Fakultas Visipol ya. Kemudian besok ada FIKK dan Psikologi. Besoknya lagi hari Rabu ada FBS dan FMIPA. Kemudian hari Kamis ada vokasi dan FEB. Hari Jumat ada FIP dan

  • PSDKU Magetan. Ya, jadi adik-adik tidak harus jam .00 nanti. Tapi kalau misalkan luang di jam .00 dan ingin di jam .00, maka adik-adik bisa mengambil di jam .00 ya. Ini sekalian Bu Diri share ini ya pembagian ini ya. Ee sudah tampak Excel

  • saya ya Mbak Okta ya. Nah sudah ya. Nah ini untuk ee jadwalnya adik-adik ya. Jadi mitra sudah menyiapkan Senin, Selasa, Rabu, Kamis itu dengan link yang berbeda-beda ya.

  • Jadi jam .00 sampai jam 0.30 nanti itu adik-adik bisa mengikuti room 1 sampai 5. Ini terserah adik-adik mau ikut room 3 karena sepi hanya 15 mahasiswa boleh atau ingin ramai-ramai. Nah, ini boleh ya. Per kemarin yang sudah yang

  • mendaftarkan pendaftaran ya untuk dibuatkan akun itu ada 11.000 mahasiswa. Jadi terdeteksi ada 6.000 Ibu mahasiswa yang belum mendaftar ya, karena dari tim mitra itu meng-create

  • akun di sana di pelatihan yang akan adik-adik ikuti. Jadi nanti bisa dikomunikasikan lagi ke Pak Zainal dan tim untuk ee adik-adik yang belum ini apa namanya? M-create ya dicreate kan akunnya itu ya fungsinya itu untuk akun

  • ee mahasiswa. Kemudian di jam sesi du itu ada di jam .30 sampai jam .00 sore. Jadi silakan adik-adik yang ingin sore-sore belajar pelatihan ya tentang ee party rock gitu ya, AI maupun ee itu

  • yang disampaikan oleh mitra nanti ya itu adik-adik bisa ikuti atau pengin malam ya malam daripada ee tidak ada kegiatan adik-adik ikut malam misalkan siang untuk membuat proposalnya malam untuk pelatihannya monggo ya. Semua materi ini

  • ya itu sudah kami unggah di CIA ya adik-adik ya. Ini tadi cuma per hari ini aksesnya juga belum nampak ya. Nanti akan ee kami ingatkan lagi untuk dien-enroll semua adik-adik mahasiswa ya. Karena apa ya bahasa ininya itu karena servernya itu per fakultas gitu

  • ya. Jadi nanti ee akan di-enroll masing-masing fakultas untuk bisa mengakses CIA ini ya. Kemudian rekaman sosialisasi ya. Nah, ini sudah kami unggah juga. Jadi, adik-adik tidak ada kata mobilitas akademik belum

  • sosialisasi dan sebagainya. Karena semua materi ini bisa diakses di Cidia adik-adik semuanya ya. Termasuk kemarin ee Pak Pri saat menjelaskan KKN, Pak Rusi saat PLP itu sudah ada semua di Cidia ini ya. Kemudian ini administrasi

  • penting ya untuk mobilitas akademik. Ada kalender akademik ya. Misalkan adik-adik kapan mengumpulkan laporan akhir, kapan harus mengisi logbook, itu semua ada di kalender mobilitas akademik. Kemudian ini template mobilitas akademik

  • juga sudah ada per9 BKP ya. Jadi adik-adik bisa ee apa scan barcode-nya nanti akan muncul. Jadi kalau adik-adik magang jangan mengambil template yang KKN beda banget beda jauh ya. Jadi mohon

  • hati-hati template-nya pakai yang ada di barcode ini karena template yang lama sudah tidak digunakan ya. Sekarang muaranya seperti yang sudah kami sampaikan tadi basic-nya adalah aksi nyata dan SDG ya. Yang lalu tidak ada kata-kata ESDIS ya. Yang ini harus

  • termuat di ee template proposal maupun laporan akhir nanti ya sudah ada semua. Kemudian pedoman mobilitas akademik ini saya share juga ini banyak adik-adik mahasiswa juga yang belum tahu di mana mencari pedoman akademik padahal sudah

  • lama ya pedoman akademik itu ada di DPTP Unesa ACid. Jadi untuk mahasiswa tidak hanya ee kegiatan mobilitas akademik, adik-adik bisa mengakses ee pedoman pembelajaran digital dan sebagainya termasuk tugas akhir terbaru itu di

  • website ini, adik-adik, ya. Jadi termasuk di sini ada yang MPKM ya, semua ada di sini. Silakan adik-adik nanti mengakses di DPTP Unesa ACid itu yang klik mahasiswa ya, adik-adik ya.

  • Nah, diklik mahasiswa itu nanti akan muncul ee pedoman-pedoman yang itu sudah dipakai ya terpatri untuk angkatan 2023. kami sedang ee menyusun peraturan rektor terbaru terkait kegiatan mobilitas

  • akademik untuk angkatan 2024 seterusnya ya. Jadi adik-adik masih menggunakan pertor peraturan rektor nomor 18 tahun 2023 ya, bahwa kegiatan mobilitas akademik wajib diikuti oleh mahasiswa

  • semester 5 dan 6. Ya, saya kembali lagi ke CIA Bentar ya. Oh, ya. Kemudian ini informasi ya ee terkait code computing sudah ada juga di sini.

  • Kemudian pembagian room juga ada. Kemudian virtual background untuk kegiatan hari ini ee juga sudah ada di sidiannya masing-masing. Kemudian per hari itu kami ada penugasan ya adik-adik ya, sederhana. Yang penting adik-adik ee mengikuti template-nya silakan pokoknya

  • mengerjakan bukti adik-adik mengikuti pelatihan itu harus ee ada ya. Yang hari ini ee tidak bisa mengakses dia karena memang belum di-enroll ya. Maka adik-adik nanti ee mengunggahnya tidak diia dulu tapi di Google Form yang sudah

  • diberikan oleh Pak Rusli di berbagai sosial media ya. Silakan nanti per jam 09.00 nanti akses Google Form-nya akan kami tutup ya. itu nanti akan kami unggah, kami berikan ke JPL-nya adik-adik masing-masing ya. Jadi hari

  • ini nanti ada KKNT dari Unhas, kemudian ada wirausaha berdampak dari Direktorat MAAL, kemudian ada dinamika kelompok ya. Nah, ini per hari ada absennya adik-adik ya. Jadi per hari ada absennya, ada tugasnya ya. Adik-adik bisa menyimak ee

  • CDnya masing-masing untuk melihat akses. Nah, ini ada Sis, ada metode penelitian ya. ada isu-isu kekerasan ee tentang dari PPIS, kemudian ada PLP ya ee kemudian ada penguatan kerja sama juga

  • nanti akan disampaikan oleh tim kerja sama dan sebagainya sampai hari kelima ya. Untuk mengunggah proposal seperti yang sudah Budi sampaikan tadi adik-adik mengunggahnya di sipintar ya. Kalau sudah mendaftar nanti adik-adik

  • memasukkan mitranya nanti akan muncul ee apa namanya? Kapan adik-adik bisa ee melakukan akses itu ya. Ini ya adik-adik ya. Jadi mohon hati-hati ee semua sudah bisa mengakses itu. Ini loh ya di email Bud itu pasti banyak ini nih. Ngapain

  • sih Dona, Leon, Edi ini minta akses gitu ya. Enggak usah enggak perlu minta akses ya. Jadi pakai email Unesa ya itu selalu ee saya hapus mesti ya. karena ee ininya pakai email sendiri ya.

  • Kemudian saya mau menjelaskan ee away sedikit aware adik untuk adik-adik semuanya tentang kalender mobilitas akademik ya. Ini semua sudah ada di Google Drive ee maupun di tadi barcode ya untuk mengingatkan kita semuanya. Jadi adik-adik hari ini ini mengikuti

  • pelatihan dasar ini wajib. Kemudian nanti pendaftaran di ee Melisa nanti ee bisa mulai ini nanti ya karena ini masih periodenya yang ee gasal kemarin nanti akan nanti di tanggal 22 PLP adik-adik

  • sudah bisa juga mendaftar ya untuk war-nya. Jadi nanti ee akan ada informasi lebih dari kami gitu ya untuk kesiapan ee sistemnya. Kemudian tanggal 11 Februari nanti kami juga akan menyampaikan ke DPL adik-adik semuanya ada pembekalan DPL untuk semua program

  • mobilitas akademik. Kemudian di tanggal 12 nanti kami juga akan berkomunikasi dengan mitra. Jadi nanti ada ada surat undangan resmi yang akan kami sampaikan ke mitra adik-adik semuanya. Kemudian ini yang enggak kalah penting ada

  • pelepasan mobilitas akademik di tanggal 7 Februari. Jadi semua mahasiswa wajib mengikuti. Kami juga sudah berkolaborasi dengan Presiden Mahasiswa ya ee Mas Birdik atau

  • siapa ya itu ya kemarin juga sudah komunikasi sudah bertemu langsung. nanti beliau yang akan ee berkomunis berkomunikasi dengan BEM masing-masing fakultas untuk memilih. Per fakultas ada 100 yang offline, wajib hadir offline.

  • Bagi adik-adik yang tidak ditugaskan offline oleh fakultasnya masing-masing, wajib mengikuti kegiatan pelepasan secara online. Nanti ada Google Form presensi yang akan kami unggah ya. Nah,

  • jadi hati-hati ya. Kemudian per tanggal 30 Maret, April ini nanti ada monitoring oleh DPL-nya masing-masing. Kemudian kegiatan berakhir untuk semester genap nanti adalah di tanggal 15 Juli

  • 2026. 16 Juli ini akan sinkron ke siakado. Jadi adik-adik harus hati-hati di tanggal 5 Juli itu harus mengunggah laporan akhir ya. Kalau adik-adik Bu saya itu magang terakhir loh masih

  • tanggal 16 Juli, sudah kumpulkan dulu ya. Adik-adik harus sudah mendapatkan penilaian mitra meskipun masih sedang proses akhir kegiatan magangnya misalkan atau kegiatan mobilitas akademik yang lainnya. Ya, itu ya adik-adik ya. Jadi

  • segala informasi ya termasuk template-template itu semua sudah ada ya. silabus perencanaan program 2 SKS juga ada di sini ya. Jadi mohon nanti menjadi perhatian untuk kita semua untuk

  • ee secara ee terstruktur gitu ya mengikuti serangkaian ee kegiatan. Jadi ini semua sudah ada di LMS yang tadi sudah kami share ini menjadi aware ya kita semua. Ini adalah 90 jam Dik

  • pelatihan dasar mobilitas akademik ini ya. ini setara dengan 2 SKS yang outputnya tadi adalah mini project berdampak ya dan ee sertifikat pelatihan ee yang AWS computing itu sendiri ya ee

  • ya. Oke, mungkin itu ya yang bisa Budi jelaskan karena setelah ini akan ada materi dari ee KKNT ya. Mungkin Mbak Okta bisa satu dua penanya dulu mungkin sebelum saya kembalikan ke Mbak Okta ya

  • untuk kegiatan selanjutnya. Nggih. Baik, terima kasih Bu Dui atas penyampaian materinya. Baik, kepada teman-teman yang ingin bertanya terkait penyampaian dari Bu Dwi bisa rais hand atau menuliskannya di kolom chat.

  • Oke. Oh, ada yang tanya di chat. Enggak ada ya. Oke, Bu Ayu ya. Untuk FH ikut yang ini aja Bu Ayu untuk yang hari Jumat ya. Sepertinya terselip itu wajib Bu Ayu. Bu

  • Ayu. Jadi adik-adik tetap mengikuti kegiatan pelatihan dasar di hari Jumat ya Bu Ayu ya di tanggal 23 Januari. Nggih. Nanti matur nuwun Ibu ya. sanget nanti ikut yang ini ng Bu nanti di sudah ada untuk adik-adik semuanya

  • nah di sinierek yang nggih mat sanget nggih seluangnya adik-adik bisa pagi e bis pagi enggak ada ya bisa siang sore atau malam oke oke enggak ada yang tanya ya Mbak Okta ya bisa kita menunggu narasumber terkait

  • KKNT jadi adik-adik tetap meskipun tidak memprogram KKN karena ini adalah bagian dari pelatihan dasar, maka adik-adik tetap mengikuti kegiatan ini secara baik ya. Permisi, Bu Dui, ini ada dua penanya dari kolom chat.

  • Heeh. Heeh. Izin saya bacakan dari Erviana R. Izin bertanya, Ibu mengenai seminar mobilitas akademik yang berbayar. Apakah wajib? Nggih. Oke, terima kasih Mbak Ervina. Mbak Erviana ya. Untuk seminar mobilitas akademik itu memang ee tidak wajib

  • sebenarnya. Jadi kalau Mbak Ervina ini ingin menjadi pemakalah ya ingat ya pemakalah pastikan Mbak Ervina ini presentasi atau adik-adik yang punya bahan kemarin dari semester gasal bahan yang bisa dipresentasikan, maka Mbak

  • Ervina ini kalau mengikuti seminar maka ya berbayar ya. Untuk mahasiswa di flyer itu adalah Rp100.000 kalau offline ya. Kalau online ada lagi biayanya sendiri ya tapi tidak wajib. Tapi ini kalau adik-adik mengikuti kegiatan ini kemudian lolos ke jurnal ee MBKM yang

  • kami punya itu bisa untuk mengambil ijazah nanti ya kan. Syarat mengambil ijazah sekarang adalah repositori dan adik-adik menjadi ee ini ya nama pertama untuk publikasi itu loh adik-adik ya. Nah, salah satunya di MPKM itu bisa

  • menjadi luaran untuk mengambil ijazah adik-adik. Jadi tidak ada sesuatu yang tidak ee bermanfaat ya. Jadi semua proses yang adik-adik lalui itu bisa bermanfaat ya. Jadi kalau proseding tidak bisa, yang penting adalah jurnal. Kami punya jurnal monggo nanti kalau

  • adik-adik mengikuti seminar dan lolos seleksi jurnal nah itu bisa digunakan untuk itu ya apa ee mengambil ijazah kalau lulus nanti gitu ya. Jadi disiapkan mulai sekarang jangan sampai semester 7 sudah mau lulus tapi enggak punya jurnal nama pertama. Nah, itu akan

  • sia-sia. eman-eman ya. Oke, Mbak Okta untuk Mbak Ervina sudah ya. Sekarang untuk Mbak Aulia. Baik, untuk pertanyaan yang kedua izin bertanya mengenai surat izin magang prosesnya minimal 3 hari. Untuk maksimal

  • pembuatan berapa hari, ya, Bu? Karena saya mengajukan dari tanggal 15 Januari sampai saat ini belum terkirim by email. Saya pernah mengajukan surat stupen. Surat izinnya selesai dalam 1 hari saja. Oke, ya. Sebenarnya langsung jadi bisa

  • ya. Ee kalau 15 Januari kemarin pasti sudah masuk email atau cek spam. Harusnya sudah karena per hari itu sudah diklik ya oleh kami itu sudah ngeklik gitu kan. Karena kami melayani 17.000 mahasiswa ya. Enggak mungkin kan kalau bersurat itu satu-satu gitu ya. Jadi

  • direct itu per hari sudah ada. Jadi Mbak Mbak siapa tadi? Mbak Okta. Mbak Aulia ya. Mbak Aulia bisa cek spamnya ya. Karena per hari ini sudah nol yang membuat surat ya. Jadi harusnya sudah masuk di emailnya masing-masing ya. Coba

  • dicek lagi ya Mbak Olia ya. Per hari ee pasti sudah jadi ya. Namin mohon diingat ya, kemarin saya mendapat laporan dari Mas Wahyu, adik-adik itu menulisnya masih tahun 2025 misalkan 18 Januari 2025 itu kemarin kalau kami lihat kami

  • langsung ganti 2026. Jadi mohon saling ngecek gitu ya. Kalau adik-adik masih menulisnya 2025 kemudian keluar suratnya itu 2025 ya jangan salahkan kami ya. Tapi kami sudah memastikan kalau adik-adik sudah benar menulisnya di 2026, maka suratnya sudah ee

  • terfasilitasi dengan baik ya. Untuk LOE, Bu, izin bertanya. Untuk loe dari mitra apa ada batas waktunya? Tidak ada ya, Mbak Deswinta ya. Tidak ada batas waktunya. Kalau loe itu biasanya diberikan di awal ya bisa diunggah tapi

  • tidak ee wajib sebenarnya ya sunah. Kalau ada boleh diunggah bersama dengan saat adik-adik mendaftar. di mitra mobilitas ee akademik yang ada di Sipintar. Ee ee gimana, Pak Pri? Ini pertanyaan sudah apakah Pak itu sudah

  • masuk ya? Ee mungkin kita ini Mbak Oke, adik-adik ya. Ee terima kasih ee adik-adik semua sudah luar biasa mengikuti sesi pagi hari ini. Iwi

  • harapkan ya, kami harapkan ini adik-adik semua tetap semangat gitu ya mengikuti serangkaian kegiatan mobilitas akademik yang ada. Adik-adik nanti meskipun PLP tapi hari ini ee materinya adalah KKN dan wirausaha termasuk dinamika

  • kelompok. Adik-adik harus ee mengikuti ya. ini kami ee sedang proses ya menunggu ee Bapak narasumber kedua untuk hadir ya. Adik-adik bisa menunggu dulu ya Mbak Okta ya.

  • Baik, terima Terima kasih Bu Dwi. Sambil menunggu narasumber kita yang kedua, ayo rekan-rekan mahasiswa jangan lupa ya sering-sering membuka CD ya dan juga mengerjakan setiap tugas yang ada di Sidia tersebut. Dan harap selalu diingat ketika mengakses bisa menggunakan email

  • dari Unesa ya, bukan email pribadi. di

  • Asalamualaikum, Pak Syarif I. Waalaikumsalam. Alhamdulillah sudah bisa gabung ya, Pak, ya. [tertawa] I alhamdulillah. Ini mohon maaf ini karena antusiasmenya luar biasa Pak Sarif. Jadi

  • Oh, iya. Kami itu ada sekitar 17.000 Ibu mahasiswa tapi kapasum kami hanya setar 500 Bapak. Jadi terpaksa ini harus kita ngeluarkan satu persatu. [tertawa] Enggak apa-apa. Enggak apa-apa. Kan ada di di ini ada juga kan ya live ya di YouTube ya. Di YouTube juga live Bapak.

  • Iya. Jadi kita fitasi pakai dua apa namanya device selain YouTube dan juga Zoom ini. Nggih. Iya. Bu mohon izin Pak Sarif barangkali kalau

  • Bapak sudah siap nanti kita akan segera mulai. Boleh silakan. Silakan Pak baik silakan Mbak untuk dilanjutkan dengan Pak Syarif. Baik terima kasih. Untuk acara selanjutnya yakni pemaparan materi

  • terkait KKNT berdampak oleh Dr. Ir. Syarifuddin M. Parenreng, ST., MT, IPU selaku Kasubit Pendidikan Berbasis Pengabdian Masyarakat KKN Universitas Hasunidin yang mengusung tema

  • pemberdayaan masyarakat KKN oleh mahasiswa yang berdampak dan berkelanjutan untuk masyarakat. Kepada Pak Syarif dipersilakan. Baik, terima kasih. Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

  • Alhamdulillah selawat wasalam rasulah. Terima kasih. Yang saya hormati ee Bapak Prianto dari Unesa dan teman-teman mungkin saya tidak bisa sebutkan satu persatu ee yang hadir ee ini kesempatan yang baik untuk

  • berbagi ee bagaimana kita melakukan aktivitas ee berdampak di kampus kita masing-masing. Ee izin ee Bapak, Ibu sekalian, anak-anakku mahasiswa, saya ingin ee ada dua materi yang saya siapkan. Yang

  • pertama ee pertama terkait ee pengantar mungkin mana seharusnya ee KKN atau aktivitas kita ee berdampak itu. Terus yang kedua nanti saya ingin berbagi tentang ee apa yang ee Unhas lakukan

  • dengan ee sebentar ya. Layar saya kelihatan ya?

  • Sudah Bapak terlihat Bapak yang yang besar ya bukan yang kecil ya. Ya. Baik. Iya. Ee saya kira menarik ini apa yang dilakukan oleh teman-teman di Unesa terkait ee mobilitas akademik berdampak ya. Saya lihat di ee Unesa ee pendidikan

  • berbasis transformasi pendidikan ya tadi direktoratnya ya. Ee kalau di Unhas ini di ee Subdit ya. Jadi direktoratnya namanya transformasi pendidikan dan inovasi pembelajaran ya. Jadi menggabung

  • beapa aktivitas ya. Nah, saya kira itu ee tergantung OTK dari universitas. Tapi saya ingin berbagi pada hari ini ee ee ee Bapak, Ibu, dan mahasiswa sekalian bahwa ee kegiatan mobilitas akademik berdampak berkelanjutan ini adalah sebuah yang sebuah aktivitas yang bagus

  • dan saya kira ada tiga hal yang perlu menjadi ee acuan di dalam ee kegiatan ini. Yang pertama adalah ee ada tindakan nyata gitu dan saya kira ee kita tidak bisa melihat sesuatu apakah dia

  • ee berdampak atau tidak kalau kita diam. Maka ee ketika ada tindakan ee ini adalah ee bentuk bagaimana mahasiswa bisa ee berkontribusi pada masyarakat. Yang kedua karena mahasiswa ya tentu kegiatannya kegiatan akademik ya, bukan

  • LSM ya, bukan NGO, non government organization ya. Karena kadang-kadang ada juga mahasiswa yang ketika berinteraksi dengan masyarakat lupa bahwa statusnya mahasiswa ya. di mana ketika kita menjadi mahasiswa, Bapak, Ibu sekalian, anak-anak sekalian,

  • identitas kampus itu kita bawa serta ya. Jadi ee di mana pun kita berada ee jangan lupa bahwa kita ini mahasiswa ya. Kalau mahasiswa Unesa ya Unesa, kalau mahasiswa Unhas ya Unhas. Sehingga ya apa ee nilai-nilai yang dibawa di kampus

  • itu selalu harus ada di di mana pun kita ee berada. Yang ketiga, berdampak dan ini adalah sebuah program yang ee bagus saya kira yang diusulkan oleh e Dikti Sentek tentang bagaimana kita ada. Tidak sekedar ada tapi berdampak ya. Karena ee

  • Hamka kalau saya gak salah pernah mengatakan kalau sekedar ada atau sekedar hidup monyet di hutan juga hidup. Ya. Nah, kita ini bukan monyet kan kita ini mahasiswa gitu. Kita harusnya berdampak. Apa bukti bahwa kita berdampak? Ya, dengan apa? yang kita

  • lakukan dari tindakan yang kita ee kelola sebagai mahasiswa. Jadi ketika mahasiswa bertindak kemudian tindakannya itu baik, maka harapannya adalah berdampak. Sederhananya berdampak itu sesungguhnya adalah ketika ee manfaat

  • yang kita berikan itu lebih besar nilainya dibanding biaya yang kita keluarkan. Ya, jadi ee sederhananya begitu ya. Kalau misalnya biayanya lebih besar daripada dampaknya eh daripada manfaatnya ee mungkin berdampak tapi ee

  • ada ekses tambahan yang bisa jadi mempengaruhi kontribusi kita kepada ee wilayah kita berada. Nah, ee bagaimana kita bisa berdampak? Ee adik-adik sekalian, saya ingin ee memberikan contoh ee mengambil dari apa yang dilakukan oleh teman-teman di

  • Boomdes ya. Jadi ee kita bisa memulainya dari ee analisis gap gap analisis ya. Di mana dengan gap analisis ini nanti akan melahirkan ee inovasi ya. Tentu kita butuh ya ketika mahasiswa hadir di desa

  • yang kita butuhkan pertama adalah bagaimana kita bisa punya peta ya kondisi sekarang dengan kondisi yang kita harapkan. Mahasiswa dengan idealismenya begitu banyak hal yang di di kepalanya. ya. Bahkan kadang-kadang ingin merubah dunia ya. Mahasiswa itu

  • punya idealisme mau merubah dunia tapi lupa bahwa yang pertama harus dirubah itu adalah diri sendiri. Ya, saya kadang-kadang ketemu sama mahasiswa, "Pak, kita harus begini begitu." Pertanyaan pertama saya, kamu bangun pagi jam berapa? Ya, jadi yang harus dirubah dulu itu bangun paginya, gitu

  • ya. Jangan sampai mau merubah dunia, tetapi bangun paginya tidak bangun-bangun gitu atau terlambat. Maka ee ketika adik-adikku sekalian di lapangan nanti ee ee harus ada pemetaan ya mahasiswa melihat desa dalam konteks

  • yang luas, desa, kelurahan, wilayah di mana pun kita berada untuk melihat aspek-aspek historis ya, aspek yuridis atau aspek normatif sosiologis ya. Dari kondisi tersebut maka kita berharap ada gap ya antara yang kita harapkan di

  • kampus ya dengan ee apa pelajaran yang kita dapatkan berapa semester ya dengan cita-cita ideal untuk melakukan perubahan ya dikondisikan dengan apa yang ada di lapangan ya. Jadi kadang-kadang juga mahasiswa Bapak eh

  • Adik-adik sekalian ee tidak pernah hidup ya. Saya sering sampaikan di kelas mahasiswa jangan sampai lupa hidup. Maksudnya gimana? Kadang-kadang mahasiswa terlalu berpikir jauh ke depan tapi lupa di mana dia berada gitu atau terbelenggu dengan masa lalu ya selalu menceritakan dulu dulu

  • dulu dulu padahal sekarang kita ya harusnya bicaranya sekarang gitu maka kondisi sekarang itulah yang eksisting gitu ya apa yang ada di masyarakat ya apa yang ada di desa apa yang ada di wilayah itulah yang harusnya menjadi ee perhatian kita di dalam melaksanakan kegiatan ee berdampak nanti di lapangan

  • ee bagaimana melak lakukannya ya. Kalau kita belajar bisnis model ya, kita belajar tentang ee input, proses, output ya. Jadi apa yang ada di masyarakat kita lihat apakah di desa ada dana ya di sana ada SDM apa yang tersedia, sarana

  • prasarana apa yang cukup ya, ada informasi apa, jejaring desa ini punyanya siapa ya. Jangan sampai desa ini tempat lahirnya ee tokoh-tokoh nasional misalnya yang ee jejaringnya jejaring nasional. itu juga merupakan informasi yang penting untuk digali.

  • Kemudian yang kedua yang bisa dilakukan anak-anakku sekalian adalah bagaimana kita memastikan mahasiswa berproses ya yang ilmu pemerintahan mungkin lihat apa kelembagaannya, yang ekonomi lihat bisnisnya ya lihat manajemen yang ada di

  • desa, keuangan apa, dan pastikan bahwa kegiatan itu ee berkelanjutan ya. ada follow up ya, berkelanjutan itu artinya apa yang ada sekarang bisa dinikmati oleh generasi masa datang ya. Jadi ee tidak sekedar kalian saja yang

  • menikmati, tapi adik-adik kalian juga nanti masih bisa menikmati apa yang sudah kalian ee lakukan. Kemudian berikutnya output. Output apa yang kita harapkan ya? Apakah jadi ee berupa produk, layanan, experience dan lain sebagainya ya. outcome-nya seperti

  • apa? Ya, kita berharap misalnya ada peningkatan pendapatan ya, desa yang selama ini menopang pertumbuhan kota harusnya tidak selamanya harusnya desa tidak menjadi subordinat begitu, tapi menjadi apa ee kontribusi penting di

  • dalam pembangunan ee masyarakat gitu. Karena kalau di desa tidak ada orang kota mau makan apa gitu ya. Harusnya desalah yang bertumbuh. Cuma sekarang ini karena ada gap yang jauh biasanya yang sejahtera di kota, yang menderita

  • di desa. Ya, kalau eh di kita belajar tentang eh vally chain mapping eh pemetaan rantai nilai karena di desa itu ee mereka memanfaatkan berdasarkan pengetahuan yang mereka punya. Nah,

  • kehadiran mahasiswa harusnya bisa memberikan kontribusi itu ya, bagaimana desa berdaya dengan kemampuan yang mereka punya sehingga ee mungkin bisa menjadi ee kontributor pada peningkatan pendapatan ya. Kemudian yang ee terakhir

  • kita berharap impact ya. Inilah dampaknya ya. Misalnya contoh SDGS desa ya, ada 17 SDGS yang menjadi global ee

  • apa ee target global ya tinggal dilihat Tuhan dengan apa kalian bisa masuk. Tentu yang diharapkan dari ee apa peta ini atau gap

  • ini adalah inovasi ya. Melahirkan sesuatu yang mungkin selama ini tidak dipikirkan oleh orang desa atau tidak dipikirkan oleh orang lain. Tetapi kita kalian sebagai mahasiswa yang belajar tentang teori, belajar tentang model-model yang berbeda dari berbagai

  • tempat itu dapat insight. Oh, seharusnya saya bisa melakukan ini. Ya. Nah, kemudian lahirnya inovasi itu seperti apa, adik-adik sekalian? ya. Kita bisa mahasiswa berpikir tentang bentang alam dan bentang sosial yang ada

  • di lapangan ya. Jadi setelah turun ke lapangan, oh alamnya seperti ini ya, sosialnya seperti ini ya. Jadi kita sudah me apa me menurunkan pengetahuan

  • kita ya. Seperti yang saya katakan di awal, ada tindakan nyata kita sudah turun ke masyarakat ya melihat oh, bentang alamnya seperti apa. Nah, bentang alam itu seperti apa? Seperti ini contoh ya. Kalau misalnya kita punya turun ke lapangan nanti, oh di desa di mana saya berada ini ada gunungnya gitu.

  • Oh, di sini ada sungainya ya. Di sini ada lembahnya ya. Kayak ee mendaki gunung menuruni lembah ee benteng apa tuh ninja Hatori. Iya kan? Ya. Jadi kelihatan. Oh, ini lahan pertanian ya, ini lahan perikanan, ini ada kebun, goa,

  • perumahan dan seterusnya. Ini yang menjadi tugas awal mahasiswa untuk bisa melihat konteksnya. Meskipun ini adalah model di mana ee tadi nanti saya sampaikan juga ada tiga model yang bisa kita lakukan ya. Jadi ee ee ada peta bentang-bentang hidup yang kita punya.

  • Jadi tempat ibadahnya di mana, tanaman pisang, masyarakat seperti apa, dan seterusnya. Kemudian yang bisa ee berikutnya adik-adik sekalian adalah ee contohnya seperti ini ya. Kita punya peta awal. Oh ini desanya ya. Ini ee dusun apa ya? Di

  • sini ada Goa Kelelawar misalnya. Di sini ada desa macam-macam ya. Ini karena saya ee ambil contoh dari ee yang ee pernah kami lakukan di teman-teman di Boomdes ya. seperti itu. Ee bentang bentang ee alam ini penting

  • karena di situ akan mempengaruhi bagaimana kita memilih program yang ee relevan. Ee kemudian bentang hidupnya apa ya? Wisata desa. Kira-kira yang bisa men-support desa itu apa selama ini? Ya, mungkin ada desa yang oh ternyata desa ini penghasil bahan baku tertentu ya

  • yang dengannya kemudian bisa menghidupkan menghidupkan ee desa di mana kita berada. Mungkin air dan udaranya jernih ya. ee bersih kemudian ee tidak bising ya bisa menjadi potensi wisata dan seterusnya ya. Nah, bagaimana

  • mahasiswa memilih? Ada tiga hal yang bisa kita lakukan adik-adik sekalian. Yang ini saya katakan tadi program itu kolaborasi berdampak itu bisa lahir dari inisiatif mahasiswa ya. bisa mahasiswa yang mengusulkan atau bisa yang kedua program yang ada di

  • masyarakat atau mungkin menggabungkan keduanya kolaborasi multipihak ya. Kolaborasi multipihak itu artinya para pihak yang terlibat di masyarakat itu saling membantu. Mahasiswa terlibat, dosen terlibat, pemerintah desa terlibat

  • sehingga mereka saling saling melengkapi. Ya, saya ingin ee apa menggaris bawahi yang disebut dengan kolaborasi itu adalah colabor action ya. Bagaimana para pihak bekerja bersama untuk satu tujuan yang sama ya. Jadi ee mahasiswa punya

  • kemampuan akademik yang bagus. punya tenaga yang masih fresh karena mahasiswa ya masih energik ya tidak punya lelah. Dosen punya kemampuan akademik yang cukup sekolahnya bertahun-tahun ya ee bahkan puluhan

  • tahun sekolah gitu ya banyak baca, banyak baca literatur, banyak ee ide dan sebagainya. Kemudian desa, masyarakat desa yang sudah puluhan tahun tahun tinggal di desanya. Kemudian ee apa tokoh-tokoh masyarakat yang memang hidup di kampung, di desa di mana mereka

  • berada, maka para pihak ini bekerja bersama. Itulah yang kita sebut dengan kolaborasi. Nah, bagaimana modelnya ee adik-adik sekalian? Yang pertama adalah mahasiswa itu bisa mengusun mengusung program berdasarkan

  • individu berbasis tiga hal. Yang pertama pengetahuan. Ya, kalian kan sudah semester 6, semester berapa ya, semester 5, sudah 6 semester kalian kuliah. Tentu ada banyak pengetahuan baru yang Anda punya. Pengetahuan inilah yang kemudian diramu

  • ya, bagaimana supaya Anda punya kontribusi, Anda punya manfaat di mana kalian akan ee melaksanakan kegiatan. Yang kedua ada kompetensi ya. Apakah pengetahuan sejalan dengan kompetensi? Bisa iya, bisa tidak. Karena kompetensi

  • itu adalah sesuatu yang memang eh nature di kita, punya keahlian ya. Mungkin ada mahasiswa ee jurusan yang lain, tetapi punya kompetensi yang lain. Boleh saja ya. Dan saya kira itu bisa menjadi kekuatan. Misalnya ada mahasiswa dia

  • jurusan ee pertanian tapi dia kuat di ee apa? sosialosial media ya. Dia punya kemampuan untuk bikin konten-konten kreatif ya boleh saja. itu disebut dengan kompetensi. Yang ketiga, program yang bisa mahasiswa

  • lakukan adalah program berbasis pengalaman. Ada pengalaman masa lalu atau mungkin pernah terlibat di kegiatan yang besar, dilibatkan sebagai apa ee apa ee kontributor begitu dan merasa bahwa ketika program ini saya usulkan

  • berdasarkan pengalaman yang saya punya ini bisa berkontribusi berdampak bagus pada masyarakat di mana ee kegiatan itu berlangsung. Itu yang ee pertama. Yang kedua bisa juga model program desa ya. Jadi desa di mana kalian akan datang

  • berada beraktivitas pasti mereka punya program. Dan biasanya kami di ee Unhas biasa menyarankan untuk ee bekerja sama dengan program desa. Apa manfaatnya kerja sama dengan program desa? Desa punya anggaran ya, desa punya kegiatan

  • kan. Jadi tinggal mahasiswa membantu ya. Jangan juga mahasiswa jadi superman ya, jadi hebat sekali gitu semuanya. Mentang-mentang dari kampus merasa bahwa semua persoalan bisa dilakukan, bisa diselesaikan. Ya, enggak enggak zaman lagi kita main sendiri gitu ya.

  • Mahasiswa tentu punya kapasitas yang terbatas di mana mereka nanti bisa berada. Yang kedua ada program masyarakat. program masyarakat yang mungkin ketika kita diskusi dengan masyarakat mereka mengusulkan ada ide, Pak, gimana kalau misalnya kita

  • melakukan kegiatan A, bagaimana kalau kita melakukan kegiatan B ya, dan seterusnya itu ee potensi yang bisa jadi ee program yang Anda lakukan di desa. Yang ketiga ee apa bisa juga program

  • desa tentang database desa ya. Ini biasanya kalau ee bicara database desa itu senang sekali kalau ada mahasiswa. Kenapa? Karena kita punya e sistematik berpikir yang bagus ya. Kita bisa membantu mereka tanpa menafikan, tanpa mengabaikan bahwa di desa sesungguhnya juga banyak sumber dayaum sumber daya

  • yang potensial yang bisa membantu e program-program kita. Yang ketiga ada program daerah. Nah, ini penting karena setiap daerah punya program strategis ya. Bupati menjanjingkan program ya program apa gitu. Nah, itu itu bisa menjadi ee

  • program kerja daerah. apa program strategis mereka itu yang kita coba bantu ya. Ada atau ada produk unggulan daerah ya itu juga bisa menjadi ee acuan kita. Atau yang terakhir adalah e berbasis roadmap. Setiap daerah, setiap

  • desa, setiap kabupaten, provinsi pasti punya roadmap pengembangan. Nah, ini juga bisa menjadi acuan ketika masuk turun ke lapangan ya tidak mesti tiba-tiba menawarkan ide-ide baru, Pak. Harusnya begini, harusnya begitu ya. Jangan mendikte mereka. ya karena mereka

  • sudah lebih lama dibanding kita. Kita orang baru gitu ya. Tetapi tentu karena kita punya pengalaman pengetahuan, kita punya kompetensi yang kita dapatkan di kampus atau di tempat lain, kita menawarkan program kerja sama itu kepada kepada pika.

  • Nah, bagaimana Unhas berdampak dalam program KKN? Nah, ini sebenarnya yang ee apa ee saya ingin share ee meskipun agak subjektif karena ini pada konteks Unhas, tetapi tentu ee harapannya kita bisa berbagi ya. Nanti mungkin dari Unesa ada hal-hal yang Unhas e juga belajar ee

  • atau ee sebaliknya kita bisa ee kolaborasi. Bahkan mungkin saya berharap ee Pak Pri nanti mungkin kita bisa bikin KKN kolaboratif ya. Kita cari satu wilayah di mana ee anak Unhas ada di sana, kemudian anak Unesa ada di sana,

  • kemudian anak universitas lain juga ada di sana di dan kita menyelesaikan satu masalah yang kita sepakati bersama di awal. Ya, mungkin seperti itu. Ee izin saya ingin mengganti ee paparan presentasi untuk slide kedua.

  • Sampai jam berapa saya MC? Sampai pukul 10.45, Pak. 10.45. Iya. Oke. Nanti kalau sudah ee lewat diingatkan aja ya.

  • Engih. Baik. Ya, layar saya kelihatan. Kelihatan, Pak. Ya. Baik. Jadi, ini lebih cenderung pada konteks keunhasan. Kenapa? Karena kita mau berbagi tentang bagaimana Unhas ee

  • berbakti dan berdampak. Jadi, ee kalau KKN Unhas itu ee tagline-nya adalah ee berbakti dan berdampak untuk negeri. Jadi, bakti dulu. Setelah kita punya bakti, harapannya bakti

  • berdampak ya. Karena bakti itu persoalan ya dan itu persoalan juga dirasakan dampaknya oleh masyarakat ya seperti itu. Baik ee saya kira ini pengantar saja

  • adik-adik sekalian. Jadi KKN itu adalah ee bentuk implementasi tridarma perguruan tinggi ya. bagaimana kita ee mengabdi di masyarakat ya, tidak hanya menerapkan ilmu seperti belajar di bangku kuliah, tetapi juga ee menjadi

  • tempat mahasiswa untuk bisa berin berinteraksi langsung dengan masyarakat. Kalau kita di kampus cuma ketemu dengan dosen, pegawai, teman-teman, ya itu kan standarnya sama ya. Dosen punya standar, pegawai punya standar, mahasiswa punya

  • standar. Tapi ketika kita masuk di masyarakat ketemu dengan orang yang berbeda yang standarnya tidak sama, tentu butuh apa ee pengetahuan tambahan ya, butuh interaksi. Bagaimana kita ber ee komunikasi dengan orang yang mungkin

  • pengetahuannya cukup ee bijak begitu, jauh ke depan atau mungkin juga berinteraksi dengan masyarakat yang ee jenjang pengetahuannya terbatas ya. Jadi di situ kita butuh ee ee interaksi supaya apa? Dinamika sosial itu bisa terbaca ya. Dan yang kita harapkan

  • adalah bagaimana kalian sebagai mahasiswa punya kontribusi nyata di dalam pembangunan di di tingkat lokal. Tingkat lokal itu tadi yang seperti saya katakan di mana kalian beraktivitas ya di masyarakat, di desa ee atau di daerah

  • ya. Fokusnya pada apa? Pengembangan inovasi desa sesuai dengan ee apa? rencana pembangunan setempat di mana kita harapkan mahasiswa akan menjadi katalisator. Jadi, mahasiswa itu jangan yang saya katakan tadi jangan seakan-akan mau menjadi ee pemain utama

  • ya. Kita cuma penggerak. Kenapa? Yang harusnya menggerakkan aktivitas di desa itu adalah masyarakatnya sendiri. Sehingga ketika kalian sudah pulang nanti, sudah pergi, masalah masyarakat tetap mandiri ya. Mereka tetap bisa melaksanakan program-program yang telah

  • kita usulkan ya. di banyak tempat kadang-kadang mahasiswa karena sangat ee superior begitu ee sangat mendikte mahasis ee apa masyarakat desa sehingga masyarakat desa merasa bahwa ini bukan program saya, ini programnya mahasiswa.

  • Jadi begitu mahasiswanya pulang programnya hilang gitu tinggal ya tidak di-follow up dengan baik. Nah, kita tentu tidak berharap ee kegiatan itu ee berjalan seperti itu. Nah, ee di UNH sendiri Bapak, Ibu sekalian, anak-anak sekalian, kita bentuk ee kalau KKN itu di bawah subdit

  • ee pendidikan berbasis pengambilan pada masyarakat ya. Jadi, ada namanya dosen pendamping kegiatan atau DPK, kemudian kita bentuk tim akselerasi, tim akselerasi ini dosen, kemud koordinasi mitra ya. Tim koordinasi mitra ini adalah ee dosen yang punya ee relasi

  • yang cukup baik dengan ee mitra-mitra strategis ya, misalnya dengan kementerian, dengan bupati, gubernur ya, dengan ee pimpinan perusahaan ya yang kemudian ee mungkin mereka punya program yang bisa kita bantu untuk ee menyelesaikan

  • masalah dan harapannya ee itu bisa ee berdampak. Ee bagaimana KKN di Universitas Hasanuddin? yang pertama bahwa ee dia adalah bagian integral dari proses pendidikan ya yang memiliki ciri-ciri khusus ya kemudian sistem penjelangannya

  • kolaboratif ya jadi semua universitas tergabung semua fakultas maksud saya ya dari 16 fakultas mulai dari rumpun ilmu ee teknik e kemudian sos home agriculture kemudian kesehatan itu

  • gabung untuk apa untuk bisa berkontribusi pada persoal yang ada di masyarakat. Kemudian memiliki landasan ideal ya memberikan gambaran serta pengertian yang utuh. Jadi kita berharap memang ee di dalam satu kelompok, di dalam satu ee posco ya

  • tidak cuma satu satu keilmuan ya, tetapi multidisiplin ilmu ya. Kenapa? Karena persoalan masyarakat itu tidak bisa diselesaikan dengan satu mata pisau saja gitu ya. Mungkin kita butuh mata pisau yang lain ya. ya, mata pisau dari keilmuan yang berbeda. Nah, kemudian ee

  • tentang apa, bagaimana, serta apa kuliah kerja nyata itu diselenggarakan. Jadi itu merupakan kegiatan-kegiatan yang ada di dalam filosofi KKN. Nah, ini ya. Jadi ee fundamentalnya tidak bisa dipisahkan ada tujuh. Pertama tridarma, yang kedua interdisipliner dan

  • komprehensif. Ya, lintas sektoral, dimensinya luas, sustainable, ya. Berkelanjutan, ya. Jadi ee yang poin berkelanjutan ini adalah bagaimana mahasiswa mempunyai database yang lengkap terkait program yang mereka lakukan sebelum

  • mereka pulang ya. Dan biasanya di akhir mereka ada report ya melaporkan apakah program ini akan dilanjutkan atau ini program sudah selesai. Sehingga KKN berikutnya itu punya data bahwa di antara e program-program yang sudah dilakukan ini potensinya dilanjutkan dan

  • ini sudah dianggap selesai. ya seperti itu. Kemudian ee ada keterlibatan ee aktif dari ee masyarakat ya ee kita berharap e partisipat partisipasional

  • ya. Ee kadang-kadang juga mahasiswa karena begitu semangatnya kadang-kadang ketika turun di masyarakat mereka kerja sendiri ya. Saya kadang-kadang ee menyampaikan ee tidak sepakat dengan model seperti ini. Contoh ya, mahasiswa dikumpulin ya,

  • terus mengerjakan sesuatu di ee kantor desa. Yang kerja itu mahasiswa semua. Apa desa enggak ada, tokoh masyarakat tidak ada. Ya, kita tidak mau seperti itu. Kenapa? Karena seakan-akan mahasiswa ini hanya dipekerjakan. Ya, kita mau mahasiswa hadir memberi menjadi

  • katalisator ya. Mempercepat proses ya. kemudian membantu melakukan akselerasi sehingga kegiatan KKN itu, kegiatan berdampak itu bisa nyata dirasakan oleh ee masyarakat. Yang ketujuh ee aspek yang kita

  • pertimbangkan di dalam KKN itu adalah bertumpuh pada sumber daya lokal. Ya. Jadi kita berharap bahwa kegiatan mahasiswa kita itu juga memberikan potensi kesempatan kepada sumber daya lokal untuk berkontribusi. Ya, jangan

  • juga mahasiswa bikin program semuanya barang dari luar. Oh, ini tidak cocok ini, Pak. Harus harus barangnya dari luar ini. Ya, itu tidak memberikan kesempatan kepada potensi lokal untuk bisa berdaya. Ya, padahal bisa jadi mungkin selama ini potensi lokal itu

  • bagi ee masyarakat ee lokal itu biasa-biasa saja. Tetapi begitu mahasiswa datang melihat sesuatu yang berbeda dengan sudut pandang yang mereka dapatkan di kampus, bisa jadi itu adalah sesuatu yang ee high potensial. Ya, contoh

  • misalnya kalau kami kemarin di di Makassar ya, kita punya ee apa hutan-hutan yang ditumbuhi oleh ee tanaman ee aren ya. Sama masyarakat mereka bikin gula aren gitu tetapi

  • kemasannya standar ya. Kemudian ada anak KKN melihat ini sekarang kebutuhan gula aren untuk industri kopi ya ee kafe-kafe itu mereka butuh g aren cair. Nah, diajarlah mereka ya dengan cara ee apa

  • merubah model bentuk gula aren yang selama ini tradisional kotak-kotak begitu dirubah dalam bentuk cair dan harganya lebih mahal. Nah, ini kan peningkatan nilai tambah ya. mungkin selama ini ee berapa gitu harganya per

  • kilo. Begitu dijual jadi per liter harganya lebih mahal. Artinya ada peningkatan yang dirasakan oleh masyarakat ya. Jadi kita berharap ee jangan mahasiswa juga bawa ide-ide oh ini harus pakai anu nih ya ee AI

  • misalnya karena masa ini sekarang zamannya AI ya. Jangan konteksnya harus konteks daerah meskipun itu tidak salah ya ketika ee mencoba diterapkan. Nah, ee apa yang kami lakukan di Universitas Hasanuddin terkait

  • transformasi KKN dari model konvensional ke model baru yang pertama adalah ee kita transformatif ya. Jadi kalau dulu program itu kaku, lahir dari kampus ya, bahkan kadang-kadang programnya dari ee apa namanya ee turun-temurun. E kita

  • enggak sekarang modelnya kita transformatif. Jadi dia sifatnya agile ya. pemerintah daerah mau apa, desa mau apa, masyarakat desa mau apa, ayo kita diskusikan ya. Sehingga program itu lahir berdasarkan kebutuhan masyarakat dan mitra. Jadi bukan lagi bukan lagi

  • program yang oh ini kan dari kampus gitu ya, enggak boleh Pak ini dosen saya bilang harus begini ya. Kalau itu yang kita paksakan desa akan apa? Resisten ya. Dia mengatakan kalau begitu ya kerja aja itu kan program kalian. sehingga mereka menjadi ada gap ya antara ee

  • masyarakat desa dengan kita masyarakat akademik kampus. Nah, dengan model transformatif begini yang ajil, yang lincah gitu, maka tentu kita berharap ada ownership yang lahir dari pemerintah desa, ada ownership yang lahir dari masyarakat yang merasa bahwa keberadaan

  • kita adalah bagian dari kepentingan mereka. Ya, kita mahasiswa datang, oh senang, senang masyarakat. Kenapa? Oh, ini mahasiswa datang membantu saya, bukan datang membebani saya gitu ya. Karena kadang-kadang juga ada mahasiswa datang ya membawa style-nya dari kampus,

  • bukan meringankan masyarakat tapi justru menjadi beban di masyarakat. Ya. Yang kedua kita berharap ada inovasi baru. Anak-anakku sekalian, inovasi itu lahir dari pikir-pikiran kritis. Ya, kalian adalah ee diharapkan menjadi

  • duta-duta inovasi, menggerakkan hal-hal yang mungkin selama ini biasa-biasa saja, tetapi ketika kalian hadir itu memberikan sudut pandang yang berbeda. Akhirnya apa? Masyarakat itu merasa nyaman. Ya, digabungkan antara kemampuan mahasiswa dan kemampuan dosen ya. Dosen

  • punya pengetahuan yang banyak, mahasiswa punya waktu yang banyak. Waktu dan pengetahuan digabung, lahirlah sebuah inovasi. Kemudian berkelanjutan ya. Berkelanjutan artinya programnya ini bersifat jangka panjang ya. Ee di awal tadi saya

  • sampaikan ada yang kita sebut dengan roadmap ya. Biasanya pasti pemerintah desa punya roadmap. Paling tidak roadmap 5 tahunan ya. Rad 5 tahunan itu memberikan peta kira-kira desa ini mau bikin apa. Nah, dengan keberadaan kita,

  • kehadiran kita, kehadiran mahasiswa, kehadiran dosen, program kampus di desa di mana dia beraktivitas, maka mitra merasa bahwa program mereka itu akan menjadi bagian dari program kita juga ya jangka panjang dengan mitra, ada

  • kolaborasi seperti yang saya katakan tadi ya, seperti itu. Nah, ini yang kita ee beberapa ee dukungan gambar-gambar pendukung model e kolaborasi eh KKN di ee Hasanudin ya. Kita ke daerah ya. Jadi

  • ini skemanya ya. Kalau sekarang ini kita ada 1800 mahasiswa yang berk ee di empat daerah untuk kolaborasi ee daerah. Kemudian kita ada kolaborasi institusi kerja sama ee apa? Kementerian

  • Lingkungan Hidup untuk proklim, pengelolaan sampah, kemudian ada tematik infrastruktur ya, hukum. Kemudian kita ada ke Wakatobi untuk pariwisata. Untuk internasional kita ada tiga ya, ada yang ke Jepang, ke Malaysia, dan ke Timor Leste ya, ke ee DI ya karena ee mereka

  • membutuhkan kerja-kerja kita di sana. yang di Malaysia ini. Saya kira teman-teman di Unesa juga mungkin apa sudah pernah mengirimkan ini menarik yang di Unesa karena eh sori di Unesa di Malaysia ee karena di sana itu kerja sama kita dengan ee KBRI ya untuk

  • membantu anak-anak Indonesia yang tinggal di Malaysia tapi status mereka itu stateless ya. Jadi anak Indonesia tinggal di Malaysia tapi kewarganegaraannya itu tidak punya gitu. Kenapa tidak punya? Karena bapaknya dulu masuk ke negaranya orang ilegal, ibunya

  • juga ilegal. Illegal ketemu ilegal, anaknya ilegal. Nah, tugas kita sebagai mahasiswa memberikan rasa kebangsaan itu ke mereka. Bahwa kalian itu cuma lahir di tempat yang salah di kondisi yang berbeda gitu ya. Sehingga harapannya nanti mereka mau ee apa bangkit menjadi

  • warga negara pulang ke Indonesia kemudian diuruskan dokumennya dan ee menjadi apa? bangga menjadi warga negara Indonesia ya dengan begitu banyak kekayaan yang kita punya ya seperti itu. Inovasi daerah ini yang saya tadi jelaskan secara garis besar. Jadi kita

  • ee berbasis RPJMD ya rencana jangka panjang pembangunan ee daerah ya. Jadi ee sekedar bukan sekedar pengabdian melainkan jembatan sinergi antara dunia kampus dan pemerintah daerah ya. Dokumen perencanaannya RPJMD, RKPD, RPJMDES ya.

  • mahasiswa hadir untuk menawarkan solusi berbasis riset, potensi lokal, dan inovasi yang nyata. Ya, jadi seperti itu. Contoh misalnya pengolahan sampah berbasis desa ya, digitalisasi UMKM, edukasi kesehatan berbasis kearifan lokal dan seterusnya. Jadi

  • program-program seperti itu adalah program yang memang menyentuh persoalan di masyarakat kita. Ya, sekarang yang menarik ini ee ee secara nasional ee yang kami lagi rencanakan di bulan Juni nanti adalah program yang terkait dengan MBG ya, makan bergizi gratis ya untuk

  • ketahanan pangan dan keamanan pangan yaitu kerja sama dengan BPOM ya. Saya kira ini juga menarik. Nanti mungkin teman-teman, saya gak tahu apakah di Unesa ee ada rencana program seperti itu atau seperti apa. Nah, kita juga berharap ee kegiatan KKN itu tidak

  • sekedar berdampak di desa tetapi juga berdampak di kampus. Dalam bentuk apa? E kita berharap ada luaran. Bisa jadi buku KKN ya kan, bisa artikel ya, bisa produk UMKM ya atau peningkatan kualitas hidup

  • ya. yang kemudian kesemuanya itu mendukung ee target ee RPJMDES yang disusun oleh pemerintah daerah. Ya. Kemudian kalau kolaborasi institusi kita menawarkan ee institusi itu ingin dibantu apa gitu ya. Mereka juga punya

  • program rencana ee apa ee pengembangan daerah atau pengembangan institusi. Biasanya sih terkait dengan program CSR CS R perusahaan ya, corporate social responsibility ya. tanggung jawab sosial perusahaan mereka mau dibantu apa. Nah, kita siapkan sumber dayanya. Dan saya

  • ingin sampaikan ee ini buat ee teman-teman pengelola KKN. Ketika kita bekerja sama dengan institusi ee korporasi untuk kampus, mereka itu sangat senang. Kenapa? Karena kampus itu punya nilai khusus di dalam akreditasi

  • mereka atau pemeringkatan gitu ya. Jadi ee itu ee nilai tawat kita ketika ee bekerja dan terlibat di kegiatan ee daerah ya. Jadi model ee kolaborasi institusi adalah model KKN yang bekerja sama dengan institusi yang memiliki

  • program pengabdian pada masyarakat ya seperti tanggung jawab sosial lingkungan pada BUMN atau program tanggung jawab sosial pada perseroan ya atau yang sudah tadi CS ee CSR eh CSR ya tujuannya ke mana? Mengarah pada sustainable

  • development goals atau HDGS. Kemudian adik-adik sekalian yang terakhir kita punya program KKN internasional ya. KKN ini bekerja sama dengan mitra Institusi di luar negeri ya terlibat dalam pemberdayaan masyarakat internasional ee model yang transformatif dan

  • inovatif. Tidak hanya memberi ruang kepada mahasiswa untuk bergaul di level internasional, tapi juga punya dampak ee ke universitas sebagai pemain global. Jadi kadang-kadang mahasiswa merasa hebat sendiri ya, tapi hebat di kandang

  • ya, tidak punya pembanding ya. Makanya ya ke des ya, ke luar negerilah untuk bisa melihat bahwa di tempat sana ada kegiatan lain yang mungkin e menarik untuk ee kalian bisa ee apa ee ikuti.

  • Ee kemudian ini ee KKN berdampak dan berkelanjutan. KKN adalah bentuk pengabdian nyata kepada masyarakat. Kira- sudah jelaskan tadi, mampu menjawab permasalahan nyata sesuai kebutuhan lokal ya. Kemudian KKN memberi manfaat jangka panjang meski mahasiswa

  • sudah selesai bertugas ya, mahasiswa pulang ya warisan yang kita tinggalkan ya apa yang kita kerjakan itu ya warisan kebaikan gitu ya bukan cerita buruk ya. Mudah-mudahan dalam aktivitas kita selalu saya ingatkan tadi di awal di mana pun kita berada ya nama institusi

  • itu kita bawa gitu ya. Jadi ee dijaga ya ee sering saya dapat di media sosial mahasiswa apa melemahkan orang lokal, menghina tanda kutip atau macam-macam. Mungkin sifatnya bercanda untuk konten tapi itu

  • tetap harus menjadi perhatian karena tidak hanya membawa diri sendiri tapi membawa nama institusi. Ya. Kemudian yang keempat adalah bagaimana KKN itu mendukung pembangunan desa atau kelurahan untuk pencapaian SDJS. Nah, saya kira ini ee apa namanya? Ee

  • contoh-contoh ya, bagaimana kita berdampak ya pelaksanaan program kerja sesuai tentangan lokal. Kita bisa melakukan fasilitator dan pendampingan ya melakukan identifikasi masalah dan potensi lokal bisa mentransfer pengetahuan dan keterampilan melalui edukasi, pelatihan atau praktik

  • langsung. Ya, kalau teman-teman di UNESC ini kan mungkin lebih banyak pada a pendidikan ya. Jadi itulah yang dikuatkan ya, bagaimana kita betul-betul ada dan ee nyata gitu ya, bukan cuma cerita ya. Nah, ini contoh ee yang

  • teman-teman kami lakukan di Sanudin kemarin pas ee kejadian ee bencana di Sumatera ee kami kirim tim mahasiswa ke sana dan ya itu ee betul-betul mahasiswa yang kami kirim itu merasakan bahwa mereka betul-betul berdampak gitu karena

  • mereka hadir ketika dibutuhkan dan mereka menjadi bagian dari ee masalah ee penyelesaian masalah yang ada di ee teman-teman kita di ee lokasi bencana ya seperti itu. Ah, ini juga kita kerja sama dengan pemerintah daerah ya ee ee apa

  • menguatkan ee kebersihan misalnya ee literasi, membuat aplikasi, macam-macam ya. Pokoknya ee ee jangan idealisme kita, idealisme mahasiswa cuma

  • tinggal di kepala gitu, diwujudkan dalam bentuk nyata ya. Karena itu bukti bahwa ee kita pernah ada ya. Jangan sampai kita merasa ada tapi rasanya tiada gitu. Ee bisa juga dalam bentuk ee produk inovasi ya. Contoh ada yang pintar menari mungkin seni budaya boleh silakan

  • ya. Produk lain ee kreativitas ee industri kreatif ya teknologi tepat guna kalau misalnya ada hal-hal yang mungkin bisa digunakan untuk ee masyarakat. Nah, ini ee hilirisasi dalam bentuk dokumen yang kami lakukan. ada publikasi

  • mahasiswa membuat ya ini buat mahasiswanya punya kerekam jejak dosennya juga dapat manfaat ya ee kemudian bikin buku ya buku yang kemudian bisa dibaca oleh ee masyarakat ketika kita sudah selesai berkn ya kemudian buku saku, buku panduan atau

  • modul ya ini informasi di KKN Unhas dilihat di KKN Unhasid ya. Kemudian kita punya sistem informasi SIP BPM ini khusus internal. Jadi kalau mahasiswa berkn reportnya mereka update di sana, tapi beritanya mereka ee share di KKN Unas.

  • Saya kira itu ee materi yang saya ingin share. Ee mudah-mudahan ada manfaatnya. Kita masih ada waktu mungkin untuk diskusi. Saya kembalikan ke MC. Walhamdulillahirabbil alamin. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

  • Baik, terima kasih Pak Syarif atas penjelasan yang sangat detail dan pastinya dapat membangkitkan semangat kita semua khususnya mahasiswa angkatan 23 yang akan menjalankan mobilitas akademik ini. Baik, kepada rekan-rekan mahasiswa yang ingin mengajukan

  • pertanyaan kepada Pak Syarif dapat ra hand atau menuliskannya di dalam cek kolom chat.

  • Ini kapan kapan berangkat ini mahasiswanya Pak MC? dijelak mohon izin Pak Syarif silakan

  • sambil menunggu adik-adik mahasiswa Pak I ya ee mohon izin ee bertanya ke Pak Syarif terkait ee KKN yang dilaksanakan di Unhas, Pak. ini saya kira luar biasa sekali kalau kita mencermati paparan yang Bapak sampaikan tadi. Ee hal yang

  • menarik bagi kami di Unesa adalah terkait ee skema KKN Bapak tadi ada skema KKN kolaborasi dan juga KKN yang sifatnya dengan CSR, Pak. Ya, dengan CSR kalau enggak salah dengan CSR. Ya, itu selama ini tips dan triknya

  • UNH seperti apa, Pak, sehingga bisa menggandeng pemerintah daerah pada terkait sehingga mereka bisa menjadi mitra yang baik untuk Unhas. Termasuk ee triknya bagaimana bisa menggandeng luar negeri tadi dicatatakan ada adikbud tadi ya

  • untuk KKN di Malaysia, Korea, Timor, Lisik dan seterusnya, Pak. Yang ketiga mungkin skema pendanaannya paling penting bagi kami ini karena kadang kami ini problemnya adalah kalau ingin memberangkatkan ee mahasiswa dalam jumlah besar apalagi lokasinya di luar

  • negeri kita kendala yang tadi saya sampaikan tadi itu anggaran dan seterusnya mungkin selama ini bagaimana UNAS mensiasati hal tersebut. Terima kasih Pak Sharid. Baik terima kasih Pak eh pertanyaannya kita berbagi ya. Jadi yang pertama ee

  • model kolaborasi dengan institusi itu memang ee pendekatannya awalnya diskusi dengan ee para pihak. Jadi tentu pengelola yang harus ee aktif begitu ee mencari informasi kira-kira program apa yang mereka punya yang bisa

  • kita bantu ya. Karena pasti mereka punya program ya, cuma tahu programnya apa ya itu yang kita butuh ee apa biasanya sih kalau kami menerawang ke rencana jangka panjang

  • mereka punya ya. Kalau di perusahaan ada namanya ee apa namanya? Ee rencana pembangunan pemberdayaan masyarakat RPP RPPM ya. Kalau sencana induk pemberdayaan pembangunan masyarakat ya itu ada datanya di sana. Kemudian kalau

  • di kementerian ya ee kita lihat program apa yang menjadi program strategis mereka yang bisa kita bantu. Nah, setelah itu kita diskusi dengan ee dengan kementerian atau dengan ee gubernur, bupati, Pak ya. kami punya mahasiswa, Pak, keahliannya sekian,

  • gitu. Kami punya dosen, keahliannya apa, ya? Apakah program ini mau dibantu? Begitu mereka mengatakan mau dibantu, selesai urusan, Pak. Termasuk pendanaan, ya. Kenapa? Karena di setiap program pasti ada dana ya. Jadi tidak mungkin ya

  • saya kira kita pahamlah bagaimana menyusun program kerja. Tidak mungkin ada kementerian, institusi, perusahaan menyusun program kerja yang tidak ada anggarannya. Pasti ada anggarannya. Nah, kita di sana terlibat berpartisipasi sehingga ee yang semangat kolaborasi itu

  • ada ya, mahasiswa dengan tenaganya, dosen dengan ilmunya, mereka dengan dananya ya. Saya tiga O itu kan otak di dosen, otot di mahasiswa, ongkos di mereka gitu. Jadi saling saling melengkapi.

  • Itu yang pertama. Nah, yang kedua tentang e kolaborasi luar negeri. Ah, ini memang ee apa ee ya termasuk jaringan juga ee bagaimana kita mendapatkan informasi luar negeri yang ee mereka punya persoalan yang membutuhkan mahasiswa ya.

  • Contoh misalnya kita ke yang saya katakan tadi dengan Malaysia, kemudian kita sekarang dengan Timor Leste itu untuk ee kebudayaan ya ee tema kebudayaan dengan Jepang ya. ee itu ee terkait ee jaringan ya jaringan alumni kita yang

  • ada di sana ya. Kemudian mereka ini ada program yang mereka ee butuh bantuan ya. Jadi ee mahasiswa kita ee datang membantu apa yang mereka bisa lakukan seperti itu. Terus bagaimana model pendanaan? Nah, ini yang kritis. Kalau kami di

  • Unhas ya, pendanaan itu ee berbasis ee program. Contoh gini, kalau seperti Malaysia ya, kami tidak memberikan ee kami apa pembiayaan itu standar sesuai dengan ee mahasiswa KKN yang lain.

  • Tetapi kami berikan pilihan mahasiswa yang mau dapat pengalaman luar negeri boleh mendaftar ya, tetapi biayanya ditanggung sendiri gitu ya. Jadi ee tiketnya mereka tanggung ah kita siapkan tempat tinggalnya di kalau luar negeri

  • kan yang mahal itu tempat tinggal. Ya, jadi kita kerja sama dengan ee mitra bahwa kami punya mahasiswa tapi kami enggak mampu untuk pembiayaan tempat tinggal. Ah, bisa enggak mereka dibantu? Nah, ada yang bisa membantu, ada yang tidak. Kalau yang di Malaysia mereka membantu ya, sehingga kita punya apa

  • namanya? Ee tempat biaya tempat tinggal sudah diturunkan termasuk biaya makan. makan di sana karena kita anak-anak mahasiswa kita itu mengajar ee mengajar di sana mengajar anak-anak tadi yang stateless itu. Maka ee mereka ee

  • disiapkan dibantu sama ee ee host ya. Jadi tinggal tiket aja ditanggung sama mahasiswa. Kemudian ee kalau yang seperti Jepang ya ee memang kerjaamanya di awal memang sudah dipersyaratkan bahwa ee mahasiswa

  • itu harus membayar A B C D gitu ya. Jadi kita nanya, jadi memang sifatnya kayak biding begitu, Pak Pri. Apa? Biding penawaran. Yang mau silakan, yang tidak mau tidak dipaksa. Silakan pilih lokal ya. Dan biasanya memang mahasiswa kita

  • ada dan ya kami di Unhas kadang-kadang kita justru kewalahan me menyeleksi ya, karena banyak sekali yang mau ikut ya. Ya mungkin karena memang mereka punya ee apa ee cara berpikir untuk global gitu, Pak. Saya mauakan internasional Pak.

  • biayanya mahal enggak masalah, Pak. Kami siap. Artinya ya sudah aman ya. Ah, tinggal ee yang disediakan oleh kampus untuk mengawal dosennya. Jadi, dosennya yang kita biayai untuk mendampingi mahasiswa ketika harus ee bepergian di luar negeri. Jadi, sebagai pengelola Pak

  • Priennya aja dihitung rasional rasionya berapa kira-kira yang bisa kita ee alokasikan anggaran untuk menemani mereka ke luar negeri. Ee dan saya kira ini bagus karena ee apa? ya mahasiswa yang keluar itu ya melihat

  • dunia luar dibanding dunia dalam itu ee mindsetnya berbeda. Iya. Saya kira begitu Pak mudah-mudahan bisa menjawab. I makasih Pak Sarif luar biasa. Nggih. Tapi bilang ke saya itu Mbak

  • silakan Mbak Okta. Baik terima kasih Pak Syarif. Ini dari streaming YouTube sangat ramai dengan pertanyaan. Saya izin membacakan. Ini pertanyaan dari Abi. Dalam melaksanakan KKN, mahasiswa

  • terkadang dianggap kurang memberi dampak oleh masyarakat. Padahal mahasiswa itu juga memiliki fasilitas yang minimal untuk melaksanakan KKN. Bagaimana menanggapi itu? Ya, jadi sebenarnya ee

  • ya sebenarnya berdampak ya, cuma memang mahasiswa itu kadang-kadang tidak bisa mengemas dampak yang mereka lakukan itu secara baik di masyarakat ya. Jadi memang butuh butuh ee butuh kemasanlah ya. Terus yang

  • kedua, mahasiswa juga harus memperlihatkan originalitasnya ya. apa ee saya ini ya sebagai mahasiswa itu kan punya keunikan unik ya berbeda dengan yang lain ya ee solving problemnya berbeda, sudut pandangnya berbeda,

  • mindsetnya berbeda. Itu yang harusnya dikuatkan oleh mahasiswa ya dan jangan menggurui ini ya. Kadang-kadang mahasiswa karena tahu sedikit begitu turun di masyarakat seakan-akan ya itu tadi serba tahu ya tahu semua gitu.

  • ketika kita menggurui orang tua ee orang di desa itu akan menarik diri merasa bahwa ya sudah kalau kalian tahu tahulah ya istilahnya banyak ee saya sering mendengar jadilah gelas kosong gitu ketika di masyarakat ya kita ee siap menerima mungkin yang disampaikan sama

  • ee orang desa, orang ee tokoh masyarakat itu adalah sesuatu yang sudah kita tahu betul tapi tidak apa-apa kita humble menerima itu ya seakan-akan kita tidak tahu dan menelaah dengan baik Ya. Jadi kita terima, kita pikirkan, kemudian kita diskusikan, baru kita berikan

  • usulan ya. Apakah ee usulan kita menurut mereka itu adalah sesuatu yang ee menurut mereka ee logik atau tidak, ya? Nah, kalau kita memaksakan itu tadi pasti kita tidak dihitung ya. Kita orang baru tidak tahu keadaan ya, istilahnya

  • orang garamnya masih makan garam masih kecil sedikit. Mereka itu sudah cukup lama di masyarakat. Sehingga ketika kita datang dan tidak meng-engage mereka, tidak menjadikan mereka bagian dari kita, maka pasti susah untuk susah untuk ee mereka terima kita dan ee menerima

  • kontribusi kita. Tapi kalau kita datang dengan gelas kosong dan kita bekerja seakan-akan untuk kepentingan dia ya kita kuatkan idenya, kita berikan tambahan pengetahuan sehingga lebih menarik. Oh, itu masyarakat senang sekali itu ya. Bahkan ee mereka akan

  • selalu ee memuja ya. bahwa ini adalah kerja KKN, ini kerja mahasiswa yang ketika hadir di sini dia betul-betul berdampak nyata buat kita. Itu mungkin I Mbak Okta. Baik, terima kasih Pak Syarif. Ini ada

  • pertanyaan lagi. Izin saya bacakan. Bagaimana peran mahasiswa KKN dalam mengidentifikasi permasalahan nyata yang dihadapi di masyarakat? Ya. Baik. Jadi ee kembali ke persoal persoalan identifikasi. Jadi masalah itu

  • kan perbedaan antara harapan dengan kenyataan kan gitu secara sederhana ya. Jadi mahasiswa harus mampu melihat yang mana yang diharapkan oleh yang seharusnya terjadi, expected-nya seperti apa dan kondisi aktualnya seperti apa. Di situ proses identifikasinya ya. tadi

  • bisa kan di ee slide saya yang pertama itu bisa kita identifikasi dari ee persoalan mereka misalnya ee sumber dayanya bagaimana, bentang alamnya seperti apa, ee kemudian ee pendanaannya seperti apa ee

  • jejaringnya apa. Jadi ya semuanya bisa menjadi ee sumber data identifikasi. Dan menariknya kalau ee anak-anakku sekalian berkm di desa itu kan ada waktu untuk melakukan refleksi, duduk tenang ya,

  • keluar dari apa hirupi kota gitu dengan apa dinamika yang tidak pernah lelah gitu kan. Anda di masyarakat kan melihat menempatkan diri kita pada konteks desa gitu. Wis keren itu ya. saya kalau ke

  • desa kadang-kadang ya senang sekali bisa melihat bagaimana mereka survive ya dengan segala keterbatasannya tapi mereka justru ee bertahan ya. Jadi ee identifikasinya dimulai dari apa yang ada di masyarakat aktualnya seperti apa ya. Ketika kita sudah melihat aktualnya

  • seperti apa, expected value-nya, nilai yang diharapkan seperti apa. Nah, perbedaan itu di situlah masalah ya. Di situlah potensi program yang kalian bisa lakukan ya. Contoh misalnya kalau UMKM yang sering saya dapati di desa orang banyak produk-produk UMKM,

  • makanan-makanan tradisional yang bagus begitu ya. Tapi ketika ada orang mau mencari itu tidak tahu beli di mana. Nah, itu kan masalah ya. Apa yang bisa dilakukan ya? Database ya Google berbasis Google apa itu Google Map misalnya. Nah, jadi siapapun butuh

  • makanan tradosanal itu begitu masuk di aplikasi mereka bisa dapat ya seperti itu. Ada lagi yang lain? Iya, Pak. Ini ada kalau ekspektasi masyarakat yang tinggi kepada kedatangan

  • mahasiswa, harapannya jalan yang rusak dapat diperbaiki atau membangun jembatan. Padahal mahasiswa itu tidak memiliki kemampuan tersebut. Lantas bagaimana Pak menyikapi mindset dari masyarakat tersebut? Ya. Nah, untuk masyarakat kadang-kadang

  • juga saya dapat kasus seperti ini, ya. Mahasiswa diminta bangun jembatan loh. Mahasiswa gak punya kompetensi bangun jembatan itu kontraktor itu yang kerja negara. Itu bukan tugas bukan tugas mahasiswa. diberikan penguatan kepada masyarakat bahwa kami ini belajar ya

  • belajar apa mengimplementasikan pengetahuan yang kami dapat di kampus kurang lebih berapa semester gitu 5 semester 6 semester yang masih sedikit lagian kerja jembatan itu tanggung jawabnya bukan tanggung jawab mahasiswa itu tanggung jawab negara ya

  • yang bisa dilakukan adalah mahasiswa ketika ada jembatan rusak ada jalanan yang bermasalah yang melakukan apa sosialisasi ee melakukan pendekatan kepada pemerintah stakeholder bahwa tolong Pak kalau jembatan ini dijalankan dampak

  • ekonomi bisa bertumbuh seperti ini ya. Jadi kita berikan data-data analitis sehingga mungkin para pihak yang selama ini biasa-biasa saja terhadap pembangunan jembatan itu diberikan apa ee pengetahuan bahwa kalau jembatan ini

  • bagus ekonomi desa bertumbuh gitu, perpindahan masyarakat dan sebagainya meningkat. itu yang yang harusnya lahir dari mahasiswa ya sehingga para pihak itu sadar ng oh ternyata begitu ya. Ah

  • nanti kan banyak tuh channelnya lewat anggota DPR, DPRD, tokoh masyarakat ya ee apa ee desa. Saya kira itu bukan tugas mahasiswa untuk bangun jembatan ya. Ya, saya kadang-kadang juga menyampaikan biasa mahasiswa sipil ya kalau di Unhas karena dia oh Pak kami

  • bisa bangun jembatan Pak. meskipun Anda bisa itu bukan tupoksi Anda gitu. Anda mahasiswa ya, Anda cuma bisa menyarankan ya memberikan catatan-catatan bahwa harusnya ini dilakukan kalau ini dilakukan dampaknya seperti ini ya. Begitu Mbak Okta.

  • Baik Pak, ini ada pertanyaan lagi. Izin bertanya. Dalam KKN kita akan dikelompokkan dengan rekan-rekan yang berbeda program studi dan juga cara berpikir yang berbeda-beda. Apakah Bapak bisa berbagi tips mengenai kerja tim dalam KKNT?

  • Ya, jadi memang tujuan KKN itu mempertemukan orang yang beda prodi, beda latar belakang ya. Ee ada mahasiswa yang mungkin di rumahnya tidur pakai AC, ketemu mahasiswa yang tidak bisa pakai AC ya kan. ada yang ee pakai apa ee

  • tidurnya harus pakai ee selimut yang empuk atau macam-macam ya. Nah, tujuan KKN itu untuk bisa menerima kenyataan bahwa sebagai mahasiswa tidak semua kondisi ideal itu ada di di sekitar kita. Maka kita ketemu dengan orang yang

  • punya latar belakang berbeda. Terus bagaimana caranya? Ya pertama ya kita harus tahu diri ya. tahu diri bahwa kita ini mahasiswa, latar belakang kita berbeda dengan orang yang lain ya, saling memahami. Di sinilah gunanya ee aktivitas KKN itu. Ya, kalau kita

  • belajar tentang ee bagaimana dinamika kelompok yang pertama kan pasti selalu ada kacau di minggu-minggu pertama tuh ya, ada apa storming istilahnya ya, ada badai ya. Kenapa masing-masing egois ya? Pokoknya saya mau begini ya, saya mau

  • begini, saya mau begini itu di awal. Nah, momentum itu harus dijaga ya. Kadang-kadang saya dapat mahasiswa ma, "Pak, saya enggak betah di sini, Pak. Teman saya ngeyel gitu, saya mau pulang." Ya, tugas kita dosen ya tentu memberikan penguatan kepada ee mahasiswa bahwa tahap awal ini

  • storming-nya seperti itu ya, badai dulu. Tapi harus bisa mengendalikan diri bahwa Anda adalah mahasiswa ee apa mindsetnya berbeda, jalani dulu gitu ya. Saling memahami perbedaan yang ada. Setelah storming kemudian baru bisa normalizing kan baru bisa normal ya. Mungkin minggu

  • minggu kedua sudah bisa saling memahami oh si A ini orangnya selalu mau didengar ya. Si B ini kalau tidak didengar dia ee apa ee ngambek gitu. Si C ini dia sedikit bicara banyak duitnya. Nah, kan

  • begitu. Jadi kita sudah punya peta. Oh, ini bagaimana mengelola tim. Ah nanti kemudian setelah itu sepakat baru kita mau bicara program kerja ya. Setelah semuanya ee on the right track, sudah sama pemahaman, sama konsep bahwa kita datang di sini bukan membawa ego

  • sendiri-sendiri, bukan membawa kebiasaan sendiri-sendiri, bukan membawa target sendiri-sendiri, tidak. Tapi kita datang untuk membantu masyarakat. Masyarakat maunya apa? Ah, ini ayo kita diskusi ya. Kamu ilmunya apa? Saya ilmunya apa? S ilmunya apa, kita gabungkan untuk solve

  • the problem di masyarakat. Nah, kalau itu dilakukan saya kira ee mahasiswa bisa pahamlah ya seperti itu ya. Itu mungkin Mbak Okta. Baik, Pak. Terima kasih. Ini ada satu pertanyaan terakhir menindaklanjuti dari

  • masyarakat maunya apa? Jadi, bagaimana Pak mahasiswa KKN ini dapat merancang program kerja yang tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat? Ya, kata kuncinya adalah program kerja itu jangan jangan lahir dari mahasiswa

  • ya, lahir dari masyarakat. Tugas mahasiswa adalah fasilitator, akselerator. Ya, jadi ee ya bahasanya saya tadi kita datang dengan gelas kosong gitu. Humble, "Pak, kami datang mau membantu." Bahasa yang sering saya pakai itu kami datang membantu. Artinya

  • apa? Mereka punya kerjaan, kita datang memberikan kekuatan kan. Jadi tinggal di-support gitu bukan datang ini program saya, Pak. Karena begitu kita ngomong ini program saya, dia mengatakan kalau begitu silakan Anda kerjakan gitu ya. Bahkan kadang-kadang juga ada mahasiswa yang ngotot, kami disuruh di kampus,

  • Pak, harus kerja ini. Oh, jangan repot jadinya. Jadi memang kita datang membantu masyarakat. Masyarakat programnya apa? Kami datang dengan kekuatan yang ada. Apa kekuatannya mahasiswa? Punya energi, punya semangat, motivasi, inovasi, intelektual yang

  • tajam. itu kekuatan mahasiswa yang ketika digabung ke program masyarakat akan menjadikan program itu jauh lebih baik dibanding sebelumnya ya. Ditambah dengan dosennya yang cerdas ya kencanglah larinya ya katanya ee siapa namanya dasat latif tinggal digaspol

  • gitu ya. [tertawa] Saya kira begitu Mbak Okta. Baik Pak. Terima kasih. Karena dirasa sudah tidak ada pertanyaan dan semua pertanyaan juga sudah terjawab dengan sangat jelas. Saya ucapkan terima kasih

  • banyak kepada Pak Syarif atas materi yang telah dipaparkan. Baik, kepada Pak Syarif jika ada kesibukan diperkenankan untuk melanjutkan aktivitasnya. Saya ucapkan terima kasih sekali lagi. Baik, terima kasih. Izin meninggalkan ee

  • Zoom. Makasih, Pak Prih dan teman-teman dari UNIh, Pak Syarif. Iya, makasih ya. Sehat selalu, Pak ya. Iya, siap-siap. Baik, sebelum kita lanjutkan ke materi selanjutnya, saya ingatkan kepada semua

  • peserta untuk melakukan presensi di CDIA ya dan apabila masih belum terdapat bisa mengisi melalui GFM yang telah tersebar di kolom chat baik di YouTube maupun di Zoom. Baik, untuk selanjutnya yakni

  • penjelasan wirausaha oleh Dr. Ahmad Basri, M.Pd. selaku Kepala Seksi Wirausaha Direktorat Kemahasiswaan dan Alumni. Kepada beliau disilakan.

  • Baik, kepada Pak Basri apakah Susan pun berada di Zoom meeting? Halo. Asalamualaikum. Apakah suara saya sudah masuk? Sampun, Pak. Sampun terdengar dengan

  • jelas. Terima kasih.

  • Baik. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat pagi, salam sejahtera, om swastiastu, namo buddhaya, salam kebajikan rahayu. Yang saya hormati Bapak atau mulai saya mulai dari anu ngih Bu

  • Direktur ngih Prof. Roslina Ikawati, PhD. Yang saya hormati Bapak Kasubdit MPKM Bapak Dr. Muhammad Jacki. Yang saya hormati Pak Pri, Bu Dwi, Pak Rusli ee serta Bapak, Ibu, dan Adik-adik

  • semuanya yang saya banggakan. Alhamdulillah rabbil alamin. Pada kesempatan pagi setengah siang ini kita bisa diskusi bareng untuk me-refresh. Saya tidak dalam rangka untuk mengajari tapi mefresh kita ee ingat-ingat kembali

  • atau kita panggil kembali apa yang pernah kita pernah kita lakukan ya. Salah satunya ee adalah tentang visi besar Unesa yaitu menjadi kampus berdasarkan kewirausahaan ya.

  • itu salah satu ee bagian muara dari Visi Unesa, yaitu kita semuanya berorientasinya adalah di tengah-tengah ketidakpastian kita berorientasi pada ee kewirausahaan. Ee saya di sini akan merefresh kembali tentang wirausaha

  • berdampak. Ee mohon izin ya Pak Pri, Buwi dan Bapak Ibu yang lain. Nanti saya khawatir kalau mengguri beliau kewalat nanti ya. Jadi konsep wirausaha berdampak

  • di dalam MBKM itu kalau dulu ng dulu masih di bawah satuan ee MBKM sekitar sebelum pandemi waktu itu atau di awal pandemi ada istilah ee

  • satuan MBKM Merdeka Belajar ya. Eh, ada memang beberapa pilihan MBKM atau merdeka belajar itu salah satunya adalah kalau misalkan di aspek KKN ada namanya KKN yang pilihannya adalah kewirausahaan ya waktu itu dan sampai sekarang kemudian bergeser menjadi ada

  • MBKM salah satunya adalah wirausaha berdampak. Ee ini menjadi pilihan. Mengapa? Karena di tengah kondisi yang tidak pasti, maka pilihan untuk berwirausaha adalah pilihan yang lebih survive ketika kita

  • menghadapi sesuatu yang tidak pasti. Karena kalau kita mengandalkan ee sesuatu yang pasti-pasti, ternyata tidak pasti, maka kita akan collapse. Maka pilhannya adalah kita harus fleksibel menghadapi dan melakukan inovasi-inovasi. ee ada beberapa memang ciri atau

  • karakter inovasi kalau kita lihat berkaitan dengan ini ya, berkaitan dengan wirausaha berdampak ya. Bahwa kalau kita lihat bahwa prinsip inovasi itu kan ada prinsip keharusan dan prinsip larangan.

  • Yang saya ingat ini ya jadi di materi-materi tentang konsep inovasi ya. Jadi ada prinsip keharusan dan ada prinsip ee larangan. ee prinsip keharusan itu menganalisis peluang, kemudian memperluas wawasan. Artinya

  • kita belajar ya, kemudian bertindak efektif, kemudian ee untuk berpikir tidak muluk-muluk. Makanya tadi kalau konsep di dalam kondisi yang tidak pastian bisa jadi besok adalah terjadi serangan dan kemudian perang dunia ketiga gitu ya

  • oleh Amerika di mulai mungkin di mulai di Timur Tengah atau di Eropa itu ya. maka ada ketidakpastian. Maka keharusannya adalah yang terakhir adalah keharusan untuk tidak berpikir muluk-muluk terlalu tinggi, tapi fleksibilitas menghadapi kondisi yang ada. Kemudian yang kedua, prinsip dalam

  • inovasi itu sebenarnya kalau kaitan dengan wirausaha ya. Yang kedua kan ada istilahnya prinsip larangan. Apa sih prinsip larangan itu? Prinsip larangan itu larangan untuk berlagak pintar.

  • saya paling pintar, paling pengalaman gitu ya. Kemudian kata Prabowo Kapenari kan larangan untuk rakus ya. Jadi ee apa namanya? Rakus dalam bidang ekonomi dan seterusnya ya sampai membabat hutan

  • sampai terjadi bencana besar. Ya dalam wira usaha juga ada larangan untuk rakus dan ee larangan untuk berpikir terlalu jauh ke depan. Jadi mestinya kita berpikirnya adalah target dalam pola 5 tahun ke depan, tapi kita berpikirnya

  • sampai 50 tahun ke depan. Terlalu jauh dalam perlu usaha itu juga nanti kurang pas. Jadi ada batasan. Maka prinsip inovasi ada dua tadi, keharusan dan ada larangan. Nah, oleh karena itu ee dalam berwirausaha ada

  • namanya ee karakteristik inovasi kita. Apa itu karakteristik inovasi kita? Yang pertama itu memiliki ciri khas ee

  • ciri khasnya bisa dalam bentuk program, bisa dalam bentuk gagasan, bisa dalam bentuk hasil yang baik sesuai dengan harapan. Itu ciri yang pertama. Yang kedua, novelt atau kebaruan. Jadi, dalam kita berwirausaha, sesuatu

  • yang sudah biasa itu berpeluang untuk cepat ditinggalkan. dapat tidak dilirik oleh orang lain, tapi ada oh kok unik ya ada novelte atau kebaruan, maka itu adalah sesuatu pola yang harus dikembangkan terus-menerus. Dan yang

  • ketiga adalah ee ee kalau kita berinovasi itu cirinya adalah ada program yang terencana. kapan kita nanti akan ee mulai survei pasar, kapan kemudian kita ee memproduksi, kapan kita

  • akan melakukan ee pemasaran dan seterusnya dan seterusnya. Kapan ini kita HKI-kan atau kita patenkan produk kita itu adalah ada rencana. Jadi jelas dan yang keempat cirinya itu adalah berbasis tujuan.

  • Jadi harus memiliki arah nanti targetnya sampai di mana. Jadi kalau tidak ada target maka berarti kita tidak berbasis inovasi usaha kita itu, tapi ee berbasis pada sesuatu yang tidak jelas. Jadi itu tadi beberapa ciri

  • dari inovasi. Nah, sekarang kita kembali lagi kepada kita refresh kembali. Jadi, ada istilahnya wirausaha berdampak. Wirausaha berdampak ini karena berbasis program maka saya batasi biar sederhana ya. Jadi bisa dikatakan sebagai program

  • pengembangan program pengembangan keterampilan mahasiswa dalam berwirausaha yang mau gak mau. Kata kuncinya adalah berorientasi pada profit dan laba atau laba dan profit. Karena kalau cuma

  • pelatihan saja, tidak sampai ada data laku berapa, berapa keuntungannya, labahnya berapa gitu ya. Maka yang akan jadi masalah loh. Ini benar-benar wirausaha atau pura-pura

  • sedang berwirausaha atau ee hanya latihan wirausaha yang sekian masih dalam tahapan 50% belum sampai menghasilkan gitu ya. Sehingga kata kunci yang terakhir adalah harus ada laba dan profit. Sehingga meskipun wirausaha berdampak, dampaknya buat

  • siapa ya? Buat panjenengan semuanya nantinya buat adik-adik sesuai dengan visi Unesa ee berbasiskan pada kewirausahaan. bukan buat ee Pak Pri, bukan buat Bu Dwi, bukan buat ee Subdirektorat MBKM,

  • bukan buat sekedar buat ee instansi, tapi berdampaknya adalah pada minimal pada adik-adik sebagai mahasiswa sehingga itu dikatakan sebagai berusaha berdampak. Tetapi kalau ini tatarannya misalkan nanti dalam bentuk kuliah kerja nyata misalkan, maka dampaknya tidak

  • hanya untuk mahasiswa. Kalau sudah di dalam bentuk pengabdian di level mahasiswa, maka dampaknya adalah bagi masyarakat misalkan di level KKN yang kapanari mungkin teman-temanmu atau angkatannya Octavia yang kemarin baru KKN ya itu e loh apa program apa yang sudah dirasakan oleh masyarakat jadi

  • berapa masyarakat sudah mendapatkan peningkatan laba atau profit gak gitu dan seterusnya dan seterusnya jadi bergantung konteksnya di mana. Tapi kalau dalam ee skala semacam ini, maka minimal asas manfaat laba dan profit itu nanti atau keterampilannya itu ee dirasakan

  • oleh mahasiswa. Jadi itu wirausaha berdampak. Kemudian ada beberapa karakteristik dari wirausaha berdampak. Yang pertama berorientasi pada

  • pengetahuan. Jadi seseorang beberha itu tidak hanya berbasis pada turunan itu ya. Lek anaknya pedagang. Kalau anaknya pedagang maka otomatis nanti gennya adalah gen pedagang sejak kapan gitu ya.

  • Ee itu otomatis diturunkan, tidak. Tetapi itu adalah memang mindset kalau memang di keluarga pedagang atau pengusaha memang kan terbentuk sehar yang dibahas di meja makan ya ngomongnya tentang jualannya itu sudah sampai di mana, ada hambatan apa, pasti mindsetnya

  • terbentuk tapi tidak ada istilah memang murni di diturunkan. Nanti teori genetikanya nanti akan di ee jelaskan lebih detail sama Bu Duy Anggorowati kalau itu ya. Jadi berbasis pengetahuan, jadi harus ada pengetahuan wirausaha.

  • Maka hari ini adalah bagian dari memupuk di level 1 itu, di TPEN satu itu di aspek pengetahuan. Yang kedua harus ada keterampilan. Ee orang berwirausaha itu harus punya keterampilan. Jika tidak punya

  • keterampilan, keterampilan pertama untuk mempromosikan. keterampilan untuk membuat produk, mendesain produk, mendesain kemasan, kemudian keterampilan untuk meyakinkan orang lain bahwa produk ini penting, bahwa produk ini sangat

  • berharga. Itu adalah aspek keterampilan. Bisa dilatih. Sekali lagi bisa dilatih. Jika tidak dilatih maka akan tidak terbiasa. Misal kalau orang ee gak gak terbiasa ya sulit kalau ketemu dengan ee

  • menghadapi ee calon pembeli atau customer. Kemudian yang ketiga itu sikap. Wirausaha itu ada aspek sikap. Sikap di dalam kita misalkan tidak mudah

  • untuk putus asa ketika ada masalah. Ya, bahkan teman-teman mahasiswa yang yang saya kenal yang beberapa kali saya minta jadi narasumber sebagai mahasiswa ya belum lulus itu beberapa kali bercerita bahwa pernah ditipu orang sudah dikirim ke

  • luar daerah itu ya luar pulau ya tapi pembayarannya gak beres. Ternyata tertipu barang sudah dikirim uang hanya DP saja R5 juta padahal barang yang dikirim itu senilai Rp80 juta atau lebih. Jadi ada uang sekian puluh juta yang hilang lah. Kalau kita tidak punya

  • sikap dan banting misalkan salah satu sikapnya maka ini tidak mungkin wirausaha itu akan berhasil. Dampak untuk dirinya saja tidak akan tercapai apalagi dampak buat orang lain. Jadi kalau konsep usah berdampak minimal kan dampak untuk dirinya ya sebelum

  • berdampak pada orang lain tidak bisa tercapai. Yang keempat ada jiwa entrepreneurship atau jiwa wirausaha. ini mentalitas ya. Jadi kalau kita tidak punya mentalitas jiwa wirausaha ini ya

  • wasalam gitu ya. Jadi harus dilatihkan keempat-empatnya mulai dari pengetahuan, keterampilan, sikap dan jiwa usaha atau entrepreneurship ini bisa dilatihkan dan memang selama ini adalah dari aspek ee pelatihan itu ya sehingga dapat

  • mengubah pola pikir mindset dari pencari kerja atau job pengusaha handal, sukses, tangguh, dan ee menghadapi persaingan global. Selanjutnya

  • ada beberapa ee indikator keberhasilan. Jadi, setidaknya ada tiga indikator keberhasilan. Yang pertama perubahan mindset dari pencari kerja menjadi orang yang memberi pekerjaan dan memberikan

  • gaji kepada orang lain. Kemudian ee yang kedua, peran serta mahasiswa mengikuti kewirausahaan. ini adalah mahasiswa berperan aktif dan inovatif dalam program kewirausahaan baik itu yang dilaksanakan di internal kampus maupun kegiatan-kegiatan yang di luar kampus

  • pameran kemudian ee berbagai macam lah. Satu hal yang perlu kita pegang dan kita harus PD, banyak komentar bahwa LPTK seperti Unesa, Unesa ini kan LPTK ya.

  • Ee itu ternyata karakteristik yang patut kita syukuri adalah kita itu wong orangnya telaten. Sehingga kalau teman-teman saya yang di luar itu yang tinggal di Surbaya maksudnya itu sering cerita kok saya sering ketemu dengan

  • mahasiswamu di mall ini. Di mall ini ikut pameran kewirausahaan. Jadi ternyata yang muncul adalah di mana-mana ada mahasiswa Unesa. Artinya ini kan berdampak buat mahasiswa dan akhirnya nama UNESA kan ikut terdampak juga. Oh, ternyata Mas ini sekarang e levelnya

  • sudah berbeda ya. Ternyata mereka mindsetnya adalah ada perubahan mindset dan kemudian berperan aktif dalam kegiatan-kegiatan kewirausahaan apapun itu sekecil apapun. Dan yang ketiga indikatornya adalah keberhasilan menjalankan usaha. Jadi, Mas memiliki kemampuan dalam menjalankan usahanya dan

  • mendapatkan profit. Kalau tiga-tiganya ini muncul, maka Anda adalah ee mahasiswa yang memiliki indikator dikatakan sebagai wirausaha berdampak atau pelaku wirausaha berdampak.

  • Nah, ini saya ambilkan dari salah satu misalkan di program di program kerosaan ya. Ini saya ambil ada scop-sopnya. Jadi saya melihat memang mayoritas kalau kita berbicara wirausaha berdampak

  • itu kan rata-rata coba dipolling aja misalkan saya panggil misalkan di sini ada Mbak Yunda Arvia Mbak Yunda. Mbak Yunda. Halo.

  • Atau yang lain Octavia saja yang ada orangnya ini ya. Mbak Oktavia ngobrol dengan panjenengan aja gitu yang jelas-jelas ada orangnya dan bisa

  • senyum di sini Mbak. Menurut Mbak Otavia yang paling gampang di antara aktivitas kewirausahaan itu atau paling Anda minati itu ya itu di bidang apa? Makananah ataukah yang lain? Ayo coba jujur.

  • Gigih betul Pak. Di kategori ketiga di kuliner makanan dan minuman. Iya makanan minuman. Logikanya yang dibangun saya saya tebakin ya logika yang dibangun ya. Karena setiap manusia itu butuh makanan dan minuman. Pak pasti sehingga mau gak mau lebih aman adalah

  • bisnis di atau wirausaha di makanan minuman. Betul ngih. Betul. Ilmunya selama ini kan demikian nggih. Jadi ilmunya adalah demikian. Jadi orang setiap orang itu pasti butuh makanan dan minuman sehingga scop wirausaha itu paling banyak diminati. Termasuk tren

  • yang saya perhatikan ya. Kalau dibiarkan tidak by design maka misalkan mas wajib berwirausaha misalkan diwajibkan gitu ya. yang muncul adalah 80% atau 70 sampai 80% ee mereka beraktivitas wirausaha dalam

  • bidang kuliner atau makanan dan minuman. Padahal namanya wirausaha berdampak itu tidak hanya terbatas pada makanan dan minuman atau kuliner. Yang bisa kita lakukan bisa dalam bentuk jasa dan perdagangan.

  • Jadi kita memfasilitasi jasa dan perdagangan. Jadi kita mengembangkan misalkan jasa kan bisa kita dalam bentuk jasa transportasi, jasa-jasa yang lain ya. Jadi jasa dan perdagangan, jasa ee potong rambut, kemudian jasa

  • pakan atau jasa penitipan hewan itu misalkan dan seterusnya itu bisa kita lakukan. bisa juga industri kreatif seni budaya yang dari FBS paling dominan mestinya di sini di ee yang kedua ini.

  • Ee atau bisa juga pariwisata dengan adanya program bahwa satu desa 2 miliar atau satu desa 5 miliar misalkan begitu. Salah satu yang nampak di hari ini adalah banyak daerah-daerah yang ada ee tempat-tempat wisata di berbagai tempat

  • gitu ya. ee ini sehingga menjanjikan sekarang. Kemudian bisa juga dalam bentuk manufaktur dan teknologi terapan yang teman-teman teknik ini paling banyak di sini itu jangan terjebak hanya makan minuman

  • tadi. faktor dan teknologi terapan ini juga bisa dilakukan atau digunakan termasuk teman-teman ee informatika juga bisa dalam pekerjaan yang di sini yang kategori 4 ini atau teman-teman dari FKP, teman-teman dari MIPA misalkan dari biologi atau teman-teman dari tempat

  • yang lain yang memang berminat di situ tidak harus bidang ee prodinya bisa budidaya. Jadi mahasiswa juga bisa melakukan budidaya. budidaya bisa dalam bentuk tanaman, kecuali budidaya barang gaib ya, toyul gitu kan gak boleh ya. Jadi

  • budidaya budidaya makanan, eh budidaya apa? Tumbuhan maksud saya ee tanaman hias, kemudian budidaya ee hewan ikan. Jadi di situ bisa ikan, bisa budidaya pakan. Pakan dari ee berbasis

  • pakan abati ya ee apa hewani dan abati ya yang itu adalah pakan. itu juga bisa budidaya di sana. Jadi, penyediaan bahan baku ee yang dilakukan oleh teman-teman di beberapa mahasiswa itu saya perhatikan kan ada yang budidaya ikan,

  • ada yang budidaya untuk pakan ya. Jadi itu misalkan cacing, kemudian serangga, jangkrik dan seterusnya ya. Itu juga bagian dari budidaya. Dan yang terakhir yang keenam itu adalah bisnis digital. Bisnis digital itu juga bagian dari

  • wirausaha. Jadi kita memfasilitasi penggunaan ee layanan yang berbasis digital. Kemudian kita menghire ee beberapa UMKM-UKM yang ada ini. Hasilnya adalah bisnis digital.

  • Jadi bukan jasa. Jadi memang jasa dan bisnis digital, jasa perdagangan dan bisnis digital ini kadang-kadang ketukar ya. Tetapi itu berbeda. Sehingga dari keenam ini seperti yang saya tanyakan tadi biasanya paling dominan adalah di kuliner makan dan

  • minuman. Paling gampang kelihatan nampak gitu ya. Laku ada barangnya. Kemudian kalau terjual habis berarti ee uangnya berarti cukup banyak masuknya sekian gitu ya. Ini paling diminati biasanya sama mahasiswa. Tapi semuanya jangan terjebak bahwa semuanya ini adalah bagian dari ee wirausaha berdampak.

  • Silakan nanti Anda memilih ya bergerak di wirausaha berdampak yang mana. Ini beberapa pameran KWU yang pernah dilakukan di oleh mahasiswa Unesa dan masih banyak foto yang ee

  • belum ada ya. Lah sekarang bagaimana dikatakan sebagai wirausaha berdampak itu kan bukan hanya sekedar program. Terus terang misalkan di fakultas kemudian di universitas itu kan ada beberapa program bantuan kewirausahaan

  • untuk mahasiswa. Jadi ada beberapa program kewirausahaan untuk mahasiswa. Ketika program itu tidak ada keberlanjutan, maka sebenarnya usaha yang kita lakukan atau usaha yang kita jalankan itu masih

  • belum memiliki dampak. Jadi selesai di program saya tadi rasan-rasan ee tadi pagi bersama Bapak Ibu yang lain ada Bu Dwi, ada Pak Peri juga. Jadi seringkiali kan kita terhenti pada program saja. Program selesai berarti

  • selesai. Sementara tidak demikian. Jadi dikatakan dia itu berhasil ketika ada keberlanjutan. Misalkan dari aktivitas pembinaan yang dilakukan di level mahasiswa. ada pendanaan di level mahasiswa. Kemudian di tahun

  • berikutnya mereka lanjut pada proses inkubasi bisnis. Maka itu dikatakan bahwa usahanya itu tidak berhenti di tempat tetapi ada keberlanjutan. Sehingga perlu saya kenalkan di Unesa itu ada beberapa unit yang berkaitan dengan ee muarah visi kewirausahaan

  • Unesa. Jadi di Unesa itu ada ee di kemahasiswaan juga ada unit wirausaha mahasiswa. Kemudian di akademik itu juga ada di unit MBKM ya itu ada kegiatan kewirausahaan yang berkaitan dengan

  • nanti ada SKS-nya ya. Kemudian di bagian yang lain di Direktorat Inovasi itu juga ada namanya PIBT. Jadi itu adalah pusatnya inkubasi bisnis yang ada di Unesa.

  • Ketika nanti adik-adik sudah melakukan wirausaha, baik itu yang ada pendanaan bantuan dari Unesa, stimulus dari Unesa ya, entah itu yang R juta, 2,5 atau R juta atau lebih dari itu. Maka adik-adik atau bahkan yang biaya

  • sendiri ya, biaya mandiri dibantu oleh keluarga atau nyoba berwirausaha kemudian jalan. Adik-adik jangan berhenti di tempat. Adik-adik harus masuk ke kegiatan pusat inkubasi bisnis yang ada di Unesa.

  • Siapa sekarang itu ee tempatnya di mana dan dikelola oleh siapa? Salah satunya adalah dikelola oleh Bu Penny dengan Prof.endang Endang di Direktorat ee inkubasi ee Direktorat Inovasi yang ada di Unesa. Tempatnya di mana kalau sering

  • di rektorat di bagian ground itu ada di bawah itu ya itu adalah pusat inkubasi bisnisnya. Jadi display-display karya adik-adik semuanya nanti bisa di sana manfaatkan. Itu adalah fasilitas untuk mahasiswa termasuk dosen juga untuk ee

  • wadah untuk berkembang agar usahanya tetap jalan tidak berhenti di tempat hanya sekedar program. Eh, motonya memang dari riset ke pasar dari Unesa untuk Indonesia. Ini luar biasa memang motonya Patubasi bisnis ini saya mintakan ke teman-teman Pusat

  • Inubas Bisnis di Unesa. Ya, ini yang mengapa inkubator bisnis? Karena ini sebel pengembangan wirausaha yang telah dikembangkan di tahun kalau teori ya di tahun 60-an yang berbasis di universitas di Amerika. Tujuannya apa

  • dengan inkubator bisnis ini? Dukungan terhadap usaha rintisan agar bertumbuh. Mendorong inovasi di universitas berupa transfer teknologi dan pengetahuan kepada perusahaan pemula. Link antara universitas lembaga riset industri dan komunitas bisnis dan penciptaan wirausaha baru berbasis inovasi. Tadi di

  • awal saya singgung tentang ee apa sih inovasi itu dan bagaimana dirinya ee berbasis kewajiban dan larangan tadi ya. Karena sebenarnya arahnya adalah ke sana nanti. Ee proses umum kopasi bisnis sama ini yang dilakukan di Unesa juga ada pra

  • inkubasi. PR inkubasi ini termasuk aktivitas kegiatan kewirausahaan berdampak yang adik-adik daftar misalkan di Direktorat Akademik, kemudian di Direktorat Kemasaan dana Alumni, serta nanti lanjut ke direktorat inovasi di inkubasi bisnis ini. Ini yang sebelumnya

  • itu adalah pra inkubasi. Kemudian nanti ada masuk ke proses inkubasi. ee ada gagasan mulai pengembangan sampai kemudian pasien inovasi adalah matang usahanya itu benar-benar jalan. Ee ada beberapa alumni kita

  • itu yang kebetulan juga ikut inkubasi bisnis ya. Tidak hanya di Unesa saja ada yang ikut tengkubasi ini ini ini bukti ya bahwa kita Unesa itu orang-orangnya mahasiswanya juga itu juga diterima dan tahan banteng ikut di beberapa tempat di

  • kampus-kampus sekitar itu ada beberapa alumni UNESA yang juga ikut pembinaan di sana dan berhasil. Saya tidak perlu sebut nama dan mereknya tapi ada beberapa yang sudah disampaikan ke saya langsung. Jadi adalah proses nanti di dalamnya ada seleksi pemilihan sampai

  • kepada keuntungan yang diperoleh dan sampai hari ini memang tidak ada ikatan yang luar biasa harus dipotong sekian% kepada institusi. Tidak. Yang penting adalah bagaimana usaha itu berjalan dan nanti menghasilkan keuntungan laba atau profit yang saya singgung sebagai ciri atau karakter dari

  • pihak usaha berdampak ini tahapan-tahapannya. Jadi praubasi tahapan awal ada pelatihan legalitas usaha, bisnis plan, uji coba produk. Meskipun sebagian ini sudah dilakukan di aktivitas-aktivitas keusahaan atau di kemahasiswaan atau aktivitas yang

  • adik-adik lakukan nantinya di ee bagian di akademik ya sampai kemudian pengembangan jejaring usaha nasional dan internasional. ee ya biasanya selama ini mahasiswa Unesa itu mulai dari Rp0 ikut pendanaan yang

  • levelnya Rp1 juta kemudian naik R juta. Ada yang bantuan sampai level nasional R juta sampai R juta itu ya ee beberapa teman-teman kakak tingkatmu itu ee prosesnya demikian. Jadi sampai kemudian proses inkubasi berjalan dan sampai sekarang bahkan sebelum lulus beberapa

  • itu yang sudah cukup besar dan melibatkan banyak ee pekerja di dalamnya. Ada puluhan pekerja sampai ee segitu ya. Ee ini ee sekedar titipan dari pusat inkubasi bisnis ada open recruitment

  • nanti kalau adik-adik yang tertarik silakan mendaftar bisa komunikasi dulu atau datang ke lantai satu juga bisa. ini titipan dari inkubasi bisnis. Mungkin itu pengantar dari saya untuk refresh me-refresh kembali eh berkaitan

  • dengan apa itu wirausaha berdampak dan kemudian nanti lebih detailnya nanti Anda harus daftar entah itu yang berkaitan dengan SKS maupun yang tidak ada SKS-nya. Saya akhiri saya kembalikan kepada Mbak Oktavia.

  • Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Baik, terima kasih Pak Basri atas penyampaian materi yang sangat luar biasa. Selanjutnya yakni sesi tanya jawab. Kepada teman-teman yang ingin mengajukan pertanyaan terkait wirausaha

  • dapat ra hand atau menuliskannya di kolom chat.

  • Baik, Pak. Ini ada satu pertanyaan dari kolom chat. Izin saya bantu bacakan. Bapak, saya mahasiswa PGSD. Jika kami mahasiswa pendidikan yang di mana semester ini wajib PLP, tapi kami juga ingin mengembangkan wirausaha atau

  • bisnis, bagaimana? Nggih, Bapak. Caranya agar tetap sesuai ketentuan yaitu tetap ikut PLP tetapi juga mengikuti bimbingan wirausaha dengan Unesa seperti wirausaha berdampak atau yang lainnya? Terima kasih. Pertanyaan menarik dan ini

  • salah satu kendala yang dihadapi oleh mahasiswa kalau gak PLP atau magang yang lain atau skripsi biasanya sehingga program itu berhenti. Ini jujur ya padanya ya selama ini itu yang menjadi kendala. Eh, apa? Salah satu solusinya adalah

  • begini. Anda perlu membentuk tim. Jangan sendirian. Ketika menjalankan usaha itu jangan berdiri sendiri. Seakan-akan serba bisa. Ketika menghadapi kondisi seperti ini, maka tim itulah yang perlu digerakkan.

  • Jadi misalkan Anda bertiga atau berdua sehingga ketika salah satu mengikuti kegiatan yang lebih banyak waktunya ee di luar misalkan di tempat PLP maka usahanya tetap jalan. Anda nanti di hari libur atau di malam hari menjalankan

  • usahanya tetap bisa berjalan. Jadi harus membentuk tim kerja itu salah satunya ya ee kalau untuk pelatihan-pelatihan. Kemudian kegiatan pengembangan diri ya, ambil

  • yang di hari libur, hari Sabtu atau hari Minggu dan itu banyak kegiatannya di hari libur ya. Sehingga tetap Anda bisa menjalankan dan tidak terhenti pada saat kegiatan PLP atau magang, magang riset atau magang yang lain ya, yang itu akhirnya lebih banyak waktu di aktivitas

  • tersebut. Itu sih salah satu saran saya yang selama ini ee tetap bisa berjalan karena timnya solid dan bisa menjalankan usahanya. meskipun harus ada kegiatan yang lain itu Mbak Okta ya.

  • Baik Pak, terima kasih untuk penanya juga dari streaming YouTube izin bertanya bagaimana cara mengatasi persaingan pasar dalam bidang kuliner apalagi jika produk yang dijual memang lagi tren dan banyak yang membuka usaha

  • yang sama. Terima kasih. berkaitan dengan tren pasar ee misalkan lagi ngetren apa ya sekarang apa Mbak Octavia yang diminati oleh mahasiswa

  • hari ini loh ya bukan bulan lalu atau tahun lalu apa makanan diminsam mentai Pak oke dimsam jika memang sudah terlalu banyak maka harus cari tempat yang di situ masih

  • punya potensi dan makanya di dalam ee aktivitas wirausaha itu adalah salah satu langkah adalah kita melakukan ee misal kita lakukan analisis pasar ya, bagaimana kondisi pasar yang jual kompetitornya sudah ada berapa.

  • Misalkan pasarnya adalah 1000 misalkan misal gitu ya 1000 calon pembeli. Kemudian yang kompetitornya ada berapa? ada sekian di tempat-tempat strategis misalkan dan sudah jelas ininya bla bla bla gitu ya. Ya tetap gak

  • gak ada masalah. Selama pasarnya masih bisa dihitung maka kita bisa melakukan dengan inovasi. Inovasinya apa? Iya kita buat inovasi dimsam-nya ee ada variasi macam-macam ya di tempat lain gak ada. Dan itu adalah diminati oleh calon

  • pembeli. Variasi yang kedua pemasarannya. Misalkan orang lain tidak melakukan pengiriman secara gratis. Misalkan Anda ada waktu luang bisa melakukan gratis pengiriman

  • dengan timnya sendiri yang mengirimkan. Misalkan diawali dengan ee tahapan awal ee usaha ya. atau jika tidak bisa dilakukan maka cari pasar yang lain di tempat yang lain sehingga pilihan bergantung Anda posisinya di mana. Maka itu beberapa

  • strategi yang bisa dilakukan ya untuk awal kan memang kita belum dikenal maka strateginya adalah ya berbagai layanan. Hari ini banyak layanan-layanan itu yang harga sama tetapi barang sampai di rumah tanpa ada biaya

  • ojek online. Sehingga saya pribadi misalkan ya milih yang itu dibandingkan dengan cara yang lain. Ketika kompetitornya banyak sama-sama barangnya sama rasanya hampir mirip-mirip ya ini aja sampai rumah ee tanpa biaya ya. Silakan nanti ee di

  • dalam pelatihan kewirausahaan itu biasanya dilatihkan. Kami sendiri misalkan juga melatihkan itu ee strategi-strategi ee dalam berwirausaha. Kita analisis misalkan pakai BMC, analisis-analis macam-macam kan banyak ya cara analisis ee strategi bagaimana

  • kita berwirausaha. Saya kembalikan ke Mbak Octavia. Baik, Pak. Ini ada pertanyaan di chat Zoom, Pak. Izin bertanya. Perbedaan antara PMW dengan wirausaha berdampak bagaimana ya? Apakah fokusnya berbeda?

  • Oke, itu beririsan. Jadi beririsan. Kalau PMW, P2MW itu kan program di kemahasiswaan dan muaranya adalah semuanya entah itu

  • yang di kewirausahaan, di pusat ee di Direktorat Inovasi yang ada pusat inkubasi tadi ya. Kemudian di ee bidang akademik yang itu ada ee SKS 20 SKS semuanya muaranya adalah wirausaha berdampak ya. Sekali

  • lagi semuanya muaranya adalah wirausaha berdampak di manapun. Makanya di Unesa sebenarnya sudah ber ee apa ya? diintegrasikan atau dikolaborasikan antar unit tersebut.

  • Jadi kalau sudah dari akademik misalkan 20 SKS yang di bidang kewirausahaan atau wirausaha berdampak 20 SKS nanti Anda silakan lanjut. Makanya tadi saya ee minta beberapa ee apa eh berbagi dengan

  • inkubasi bisnis ya yang ada di lantai ground di bawah itu ee di gedung rektorat maksud saya di ground itu kami berkolaborasi bahwa setelah dari akademik, setelah dari kemahasiswaan, adik-adik jangan berhenti harus lanjut ke pusat inkubasi bisnis

  • agar dilakukan pendampingan inkubasi usaha Anda. Jadi agar tetap berjalan kalau hanya sekedar wirausaha berdampak yang hanya kuliah 20 SKS, saya yakin kalau mau jujur setelah itu selesai

  • sudah dapat nilai A atau amin misalkan A lah atau mayoritas dapat A ya selesai sudah gitu ya saya yakin ya naluri naluri kita itu ya saya pribadi misalkan tujuan kita kalau hanya jangka pendek atau sumbu pendek bahasanya demikian setelah nilai keluar dapat A atau amin

  • misalkan ya sudah selesai sukses dapat nilai A. Tetapi kan tidak itu dikatakan berdampak itu kan tidak demikian. Ada keberlanjutan usaha Anda jalan. Di kemahasiswaan juga sama.

  • Pokoknya dana terserap ikut pelatihan-pelatihan kemudian ikut monev dan seterusnya membuat laporan. Oh ini karyanya pernah mengikuti kegiatan kewirausahaan di mahasiswa di kemahasiswaan. Selesai, selesai misalkan

  • nanti ada kegiatan lebih lanjut sudah selesai anggarannya habis Pak gitu ya. Lah tidak ada dampak akhirnya sehingga semuanya muaranya adalah harus ada keberajutan. Keberajutan di mana? Keberutannya adalah di inkubasi bisnis agar Anda saya paparkan tadi eh

  • slide-nya tadi ya. Agar ada profit yang kemudian jejaring bisnis baik itu nasional maupun internasional. Begitu Mbak Okovtavia.

  • Baik, Pak. Terima kasih. Ini ada pertanyaan lagi dari streaming YouTube, Pak. Bagaimana strategi yang tepat untuk mengembangkan bisnis berskala kecil serta bagaimana cara mengidentifikasi dan menciptakan diferensiasi yang efektif dibandingkan dengan pelaku usaha

  • lain? Sampun. ada [tertawa] kata efektif ini ya. Oke. Dikatakan efektif berarti kan ada ee paling tidak kan ada dua kata kunci

  • ya. Memang seringkiali kita menyebut bahwa efektif [tertawa] dan efisien. Hea cepat heya murah itu ya. Jadi cepat dan murah maka kita sebut sebagai ini bahasa sederhana ya, efektif dan efisien. ee

  • terkait dengan diferensiasi atas produk yang kita kembangkan atau yang kita gunakan untuk berwirausaha. Mm ya mau gak mau yang pertama adalah analisis pasar. Pasti itu ya kita diajari bahwa kita melakukan analisis

  • pasar. Kemudian kita lihat apakah barang kita itu sudah ada inovasinya atau tidak dibandingkan dengan yang ada di pasar. Mau gak mau pasti kita harus punya ilmu itu dulu. Kalau kita tidak punya ilmu tentang itu, tentang tahapan-tahapan ee

  • berwirausaha, maka yang terjadi adalah loh lah kok sama gitu pasti. Nanti setelah kita sudah punya produk gitu ya, mau kita jual atau kita punya jasa ya. Ingat produk tidaknya makanan ya, tidak hanya makanan, minuman ee tetapi produk bisa berubah jasa.

  • Maka kalau kita sudah belajar itu pasti cepat nanti dalam menganalisis loh ini kok sudah biasa ya pasarnya sudah sekian dan seterusnya dan seterusnya. Maka ya harus kita bergeser ke yang lain. Ketika itu tidak prospektif di dalam ee untuk dilanjutkan dalam berwirausaha maka

  • harus kita geser ke yang lain. Bisa kita geser ke jasa. Jadi oh gak apa-apa orang jualan di mana-mana gak apa-apa gitu kan. biar kita ee cepat ya, efektif dan efisien ya dalam menganalisis itu. Maka ee ini ada ada satu kendala bahwa jasa

  • di sana belum ada. Maka kita sebagai pengepul jadi kita kumpulkan kita buatkan aplikasi untuk ikut membantu mereka ee berjualan bersama dalam sebuah komunitas. Ee komandannya siapa ya? Kita komandannya akhirnya. Jadi mau gak mau sekali lagi maka ilmu

  • tentang tahapan-tahapan beurusaha itu harus kita pegang dulu ya. clear ya baru kita bisa berbicara tentang efektif dan nantinya bahkan efisien di dalam melakukan diversifikasi produk. Kemudian sekarang analisis-analisis itu

  • aplikasi-aplikasi juga sudah ada sekarang ya untuk belajar tentang bagaimana ee strategi berwat usaha ketika kondisinya semacam ini, semacam ini, semacam ini. Misalkan kita tanya chat GBT misalkan, tolong bantu saya ketika kondisinya seperti ini, ini indikator-indikator kita masukkan, maka

  • nanti ada beberapa tawaran. ada tawaran. Bahkan ada aplikasi juga yang bisa kita gunakan untuk ee memfasilitasi kita sehingga kita lebih cepat ee tadi kan efektif ya yang ditanyakan ya, kita bisa lebih cepat untuk melakukan analisis terhadap produk atau jasa yang akan kita

  • ee apa ya lakukan sebagai usaha kita atau wirausaha kita. Saya kembalikan ke Mbak Octavia. Baik, Pak. Terima kasih. Ini ada satu pertanyaan terakhir, Pak. Kalau ingin memulai wirausaha

  • berdampak terkait pendanaannya apakah di-support oleh kampus atau bagaimana ya, Pak? Pak Pri, Pak Pri atau Bu Dwi ee terkait dana ini

  • saya gak berani ngomong iya atau tidak ini ya. Khawatir nanti dijewer nanti kalau salah ngomong. yang di akademik apakah ada bantan pendanaan Pak Pri atau Bu Dwi?

  • Iya nanti Bu Dwi yang akan menjelaskan ya ee terkait kebijakan pendanaan nggih Pak Basri Mbak Mbak terima kasih. Kalau untuk yang ee di

  • tempat eh di direktorat lain memang ada ya atau di fakultas meskipun kecil ada. Tapi untuk yang mobilitas akademik ee berdampak nanti menunggu kebijakan penganggaran, saya gak ber menjawab nanti akan disampaikan oleh mungkin Buwi

  • atau Pak lebih lanjut ya ee hasilnya seperti apa itu Mbak Octavia G. Baik, Pak. Terima kasih. Baik, kepada teman-teman apakah masih ada pertanyaan

  • atau dirasa sudah cukup? Baik, Pak Basri. ini dari Zoom dan juga

  • dari streaming YouTube. Ini sampun tidak ada pertanyaan lagi karena dirasa sudah sangat jelas terkait penyampaian dan juga jawaban dari Pak Basri. Mungkin untuk sesi tanya jawab ini saya cukupkan.

  • Baik, saya ucapkan terima kasih banyak kepada Pak Basri atas materi yang telah dipaparkan. Mungkin kepada Pak Basri jika ada kesibukan diperkenankan untuk melanjutkan aktivitasnya. Saya ucapkan terima kasih lagi. Terima kasih. Mohon izin. Asalamualaikum warahmatullah wabarakatuh. Kasih Pak

  • Sami-sami, Pak. Baik, selanjutnya yakni pemaparan materi terakhir yakni terkait penjelasan dinamika kelompok oleh Pak Ad Nugraha

  • Widi Harita M. Si. Kepada beliau apakah sudah berada di Zoom? Iya. Halo, selamat siang. Asalamualaikum, Teman-teman. Baik, Pak. Selamat siang. Baik, karena Pak Azikvia juga sudah berada di Zoom, saya persilakan kepada jenengan,

  • ya. Baik. Ee asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. ee Bapak, Ibu dosen, rekan-rekan sekalian yang saya hormati dan teman-teman mahasiswa yang kayaknya bentar lagi sudahudah mau mobilitas akademik ya, Teman-teman ya. Nah, ee untuk saat ini kita akan

  • berfokus ke soal KKN nih. Ee kalau KKN tentu saja itu akan menempatkan kita pada ee situasi di mana kita itu harus berinteraksi dengan orang yang mungkin benar-benar asing begitu ya buat kita

  • ya. ee enggak jarang kita itu ditempatkan KKN-nya itu di tempat yang belum pernah kita ee ke sana sebelumnya gitu. Contoh sederhana aja ee semester lalu salah satu ee tim KKN yang saya

  • bimbing, saya bersamai itu ada di Desa Gubuklakah gitu ya. Gubuklakah itu jalannya itu arahnya ke Bromo gitu ya. Pasti saya yakin teman-teman kebanyakan sering gitu ya ke Bromo mau lewat

  • Probolinggo, mau lewat ee Lumajangnya atau lewat Malangnya gitu ya. Tapi belum tentu meskipun kita pernah ke Bromo belum tentu juga kita ee pernah untuk berinteraksi dengan masyarakat yang di sana secara langsung gitu. sehingga ee

  • ketika kita mau melakukan sesuatu utamanya di sini KKN gitu ya, KKN-nya kan sekitar 4 bulan gitu, maka perlu untuk kita itu bisa membekali diri punya bekal terkait bagaimana sih cara kita untuk bisa masuk

  • ke masyarakatnya, cara agar kita bisa apa ya kalau kita punya program, kita punya ide itu benar benar-benar diterima dengan baik diterima dengan baik. Itu bukan hanya masyarakatnya paham dan bisa mempraktikkan apa yang

  • kita ajarkan gitu ya, tapi bagaimana caranya agar yang kita lakukan di sana itu dalam tanda kutip berdampak, benar-benar memberikan manfaat gitu ya. Nah, tapi

  • sebelum kita akhirnya bisa masuk dengan eh bisa melaksanakan program dengan baik begitu ya, Teman-teman. Tentu langkah awal, langkah pertama yang perlu kita persiapkan adalah cara kita untuk bisa masuk ke masyarakat.

  • Sebelum masuk ke masyarakat, apa yang perlu kita siapkan? Cara kita untuk bisa masuk ke tim kita dalam satu kelompok. Ingat ya, Teman-teman ya. Ketika kita ke sana, kita kkn itu kita sudah bukan lagi semisal saya satu tim sama Mbak Okta,

  • sama Pak Pri Basri gitu ya. Kita satu tim ya. Begitu kita ke sana kita kkn itu kita enggak lagi namanya individu. Oh, Adi ya Adi Mbak Okta ya, Mbak Okta, Pak Pri ya, Pak Pri. Enggak. Tapi kita ke sana itu sudah sebagai

  • orang Unesa. Orang orangorang sana itu sudah pasti akan menerima kita itu bukan lagi sebagai individu, tapi sebagai kelompok. Sehingga kalau kita nanti dianggap baik, ya baik semua. satu Unesa itu jadi baik.

  • Di satu sisi kalau ada permasalahan risiko yang menanggung itu juga satu kelompok. Nah, itu ya kita satu tim, Teman-teman. Nah, oleh karena itu penting bagi kita untuk memahami bagaimana sebenarnya dinamika sosial yang terjadi baik di masyarakat maupun

  • di kelompok kita. Nah, untuk penjelasan ini saya share screen ya, Teman-teman. Oke. Nah, sebelum saya mulai boleh enggak ya saya minta reaction-nya dari teman-teman

  • yang ada di Zoom boleh kasih reaction? Pengin tahu saya. Oh, dikasih love. Terima kasih. [tertawa] Oke,

  • baik baik baik baik. Nah, dinamika dan pengaruh sosial di KKNT. Mm. Nah, saya dosen di Fakultas Psikologi ya dan kebetulan memang fokus saya adalah

  • di psikologi olahraga prestasi masyarakat gitu ya. Jadi masih ada sedikit irisan dengan psikologi sosial dan kemasyarakatan begitu. Nah, KKN itu pada dasarnya yang terlibat itu banyak pihak teman-teman. ada warga lokal, ada

  • perangkat desa, dan ada tim KKN dan juga diri kita sendiri. Bahkan tidak hanya di situ ya, bahkan yang terlibat juga mungkin orang tua kita itu juga akan memberikan pengaruh terkait bagaimana kelancaran kita ketika kita melakukan KKN.

  • Nah, selain itu ee yang perlu menjadi perhatian Bu bukan hanya orang-orangnya, tapi sebenarnya tantangan utama KKN. Tantangan utama KKN itu bukan soal teknis. Oh, nanti berangkatnya gimana? Nanti menjalankan programnya gimana.

  • Kebanyakan, Teman-teman, justru tantangan utama ketika kita KKN itu adalah relasi sosial. Ingat ya, lancar tidaknya KKN itu banyak dipengaruhi oleh relasi sosial antar antara siapa? antara

  • kita dengan perangkat desa, dengan penduduk desa, bahkan dengan tim kita sendiri. Lagi-lagi tiga orang ini sangat terpengaruh dan sangat mempengaruhi kelancaran KKN. Nah, kasus lapangan yang sering terjadi kayaknya tadi sempat disinggung ya

  • sebelum ee saya presentasi ya, bahwa kasus lapangan yang sering terjadi itu programnya sebenarnya bagus tapi warganya kok kurang antusias ya. Nah, karena warganya kurang antusias terus ee perangkat desanya kayak apa ya?

  • Kayak setengah hati menerimanya gitu. Terus mahasiswanya ngerasa bahwa ih aku sudah kerja keras, sudah bikin proposal malam-malam gini begadang dan lain sebagainya. Eh, kok enggak diterima ya sama warganya ya? Nah, itu itu yang sering terjadi.

  • Nah, seringki hal ini itu terjadi karena apa? Karena mahasiswa itu fokusnya ke output. Sementara warga itu fokusnya ke relasi. Maksudnya apa? Mahasiswa kebanyakan fokusnya pokoke gimana carane ee

  • programku ini enggak usah yang rumit-rumit, tapi ada bentuknya, ada hasilnya. Sementara warga itu penginnya, "Loh, Mas, programmu ini sebenarnya aku enggak butuh-butuh banget gitu. Aku enggak enggak enggak apa ya, kamu mengadakan

  • program sosialisasi A tapi di sana sebenarnya udah sering ya. Kita enggak butuh-butuh banget, Mas. kita butuh yang seperti ini. Nah, ini menggambarkan adanya ee bahwa dinamika sosial di masyarakat yang di sana itu enggak tercapture oleh mahasiswa, tidak

  • tertangkap. Maka penting untuk bisa menjalin komunikasi ini dengan baik. Menjalinnya itu ya saya tidak mau idealis ya. Memang kita berangkat ke sana itu pasti sudah punya proposal gitu ya. Saya sudah punya program gitu tapi teman-teman proposal

  • itu hanya hitam di atas putih. proposal itu sangat bisa untuk diganti, sangat bisa untuk direvisi. Maka ketika teman-teman sudah sampai di sana, hal terpenting yang pertama dilakukan itu adalah membangun relasi,

  • Teman-teman. Apalagi kalau Teman-teman sudah terjun, ya. Yang paling penting itu adalah membangun relasi. Dengarkan kebutuhan warganya. Membangun relasinya gimana? Gampang, Teman-teman. itu bisa loh membangun relasi hanya bermodalkan

  • rokok dan korek, terus datang ke warkop sekitar ngobrol-ngobrol sama warga, akhirnya tahu, "Oh, ternyata di sana ada permasalahan A, ada permasalahan B atau modal sarung baju koko dan kopiah ikut pengajian itu sangat bisa yang

  • cewek-cewek ikut arisan ibu-ibu PKK masuk aja gak apa-apa berikan waktu di awal-awal kalian KKN itu 1 sampai 5 hari atau 3 hari lah untuk kalian benar-benar mengenal masyarakat sehingga kalian bisa punya waktu untuk mencari akar permasalahan sebenarnya di masyarakat

  • ini butuh apa sehingga nantinya yang kalian kerjakan selama 4 bulan itu benar-benar sesuatu yang dibutuhkan oleh masyarakat di sana. Nah, sehingga hasil akhirnya proposal tadi, program kalian bisa kalian

  • diskusikan dengan ee biasanya dengan Pak Kades sih atau Sekdes gitu ya. Itu kalian bilang bisa bilang, "Pak, ini proposal kami buat, kami sudah keliling di masyarakat akar permasalahan yang kami tangkap seperti ini, Pak. Kalau

  • menurut Bapak bagaimana?" itu jadi berangkatnya teman-teman kalian itu bukan menjadi tukang obat yang kalau ke sana saya punya obat dengan minum obat ini semua penyakit hilang enggak. Kalian tahu dulu penyakitnya apa baru

  • diobatin dikasih obat yang tepat. Oke. Nah, selanjutnya teman-teman, dinamika sosial itu berbicara soal sebenarnya perubahan pola interaksi di dalam

  • masyarakat gitu ya. Nah, pola-pola ini itu sifatnya alamiah, Teman-teman. Ee pola interaksi di masyarakat itu selalu alamiah. Dia terjadi itu di kehidupan sehari-hari.

  • Artinya masyarakat itu sudah punya sudah punya mereka sudah punya interaksi sosialnya, sudah punya polanya. Sehingga apa yang saya jelaskan tadi itu tujuannya juga adalah untuk agar teman-teman tahu di sana itu ada

  • kebiasaan apa, ada nilai apa, dan di sana punya peran-peran sosial seperti apa. Contoh sederhana saja ee di kelompok yang kemarin saya bersamai itu programnya bagus. Untuk menjaga

  • kebukaran masyarakat, kami akan mengadakan senam ee tiap pagi begini-begini. bagus ya, niatnya bagus dan saya yakin masuknya juga bagus. Tapi ternyata pola komunikasi eh sori pola kebiasaan

  • masyarakat di sana itu mereka ee nuwun sewu nggih ee mereka tidak terbiasa untuk melihat salah satu gender untuk bergerak melenggak-lenggok apalagi senam. bagi mereka itu sesuatu

  • yang tabu sehingga akhirnya program itu ya tidak dilaksanakan bersama bersama warga. Program tersebut ya bisa dilaksanakan dengan kelompok tim KKN dan anak-anak yang ada di sana. Nah, hal-hal seperti ini bisa ditangkap ketika teman-teman

  • sudah masuk dulu, benar-benar mendalami. Jangan sampai tiba-tiba teman-teman menjalankan suatu program tidak ada konfirmasi, ternyata hal itu menyalahi nilai, kebiasaan dan juga norma yang ada di desa tersebut.

  • Itu ya, Teman-teman. Memahami dinamika sangat penting untuk Teman-teman bisa adaptasi dan keberhasilan program KKN. Nah, faktor-faktor sebenarnya yang mempengaruhi kenapa kok di masyarakat itu bisa terbentuk pola-pola seperti itu. Nah,

  • poin-poin ini teman-teman itu bisa teman-teman ee catat dan juga nanti cari ini menjadi poin-poin kunci yang bisa teman-teman apa ya bahasa jawanya itu jadikan ancer-ancer

  • apa ya jadikan patokan begitu ya. Ketika nanti teman-teman turun di masyarakat itu apa yang pertama harus saya cari, saya pegang itu apa aja? Pertama, usia, status, dan kepentingan. Nah, pasti akan ada tokoh-tokoh penting di masyarakat itu yang punya poin-poin tersebut.

  • Oke, di desa itu ada ee tokoh-tokoh formal ya, misal ee contoh kepala desa, Sekdes, dan juga ada Pak RT, Pak RW gitu ada ya. Tapi bukan berarti masyarakat akan selalu ee dalam tanda kutip

  • mendengarkan tokoh-tokoh formal. Di dalamnya bisa jadi akan ada tokoh informal. Contoh orang yang dituakan. Ee terus ada tokoh informal juga itu kalau yang saya pernah tahu itu ada yang namanya kamituo, sesepuh desa. Terus ada juga ee

  • mungkin Pak Kiai atau guru-guru agama. Nah, itu biasanya punya ee influence-influence atau pengaruh tertentu di masyarakat yang ketika teman-teman menjalankan program itu penting untuk diajak kerja sama gitu.

  • Misal beliau kebetulan guru agama, punya kelompok ibadah begitu ya. Teman-teman bisa masuk melalui kelompok ibadah itu tentu dengan cara yang tepat ya. Jangan masuk ke kelompok ibadah tapi bahasanya sesuatu yang menyimpang. Nah, itu perlu

  • diperhatikan juga. Lalu selain adanya tadi perbedaan usia, tokoh dan lain sebagainya, ada norma tidak tertulis. Nah, norma tidak tertulis ini perlu juga dipahami di masyarakat. Ee contoh tadi ya, kelompok KKN yang kemarin saya bersamai misal, oh ternyata

  • di sana itu tidak boleh perempuan itu memperlihatkan lenggak-lenggok tubuhnya dan lain sebagainya sehingga akhirnya program senam enggak bisa dijalankan. Nah, itu perlu untuk dipelajari. Bukan berarti mahasiswa yang kemarin saya bersamai salah apa yang kemarin saya

  • bersamai salah karena melakukan senam. Tidak. Nyatanya mereka tetap menjalankan senam itu, tapi tidak melibatkan pihak perempuan sehingga tidak menjadi masalah. Nah, hal itu perlu untuk teman-teman dalami juga. Nah, ini teman-teman

  • kita juga perlu menyadari bahwa kita datang sebagai orang yang mau KKN itu kita orang baru. Maka kita perlu untuk membangun kepercayaan. Ee tujuannya ya supaya kita bisa beradaptasi

  • dan akhirnya tadi kita bisa melanggengkan kegiatan kita itu bisa jadi lanyah gitu maksudnya enak gitu. L. Nah, poin penting bagi mahasiswa KKN adalah satu, Teman-teman datang itu untuk berbaur, bukan untuk mengatur, ya, Teman-teman. Dan yang kedua, kita ber

  • kita ke sana adalah untuk belajar, bukan untuk merasa dirinya yang paling pintar. Nah, itu perlu diingat kita adalah untuk berbaur. Nah, selanjutnya berhubungan dengan

  • dinamika sosial pasti di dalamnya akan ada pengaruh sosial. Nah, pengaruh sosial ini juga perlu diperhatikan juga. Pengaruh sosial itu berbicara soal bagaimana kehadiran orang lain itu akan memberi pengaruh pada sikap kepercayaan

  • dan perilaku individu. Nah, bentuk-bentuknya bentuk-bentuknya itu adalah konformitas. Konformitas itu adalah cara yang dilakukan seseorang untuk sama atau selaras sehingga dia tidak terlihat

  • berbeda dengan yang lain. Contoh contoh sederhana. Bentuk konformitas itu kayak gini. Misal teman-teman itu reuni reuni SMA gitu ya, teman-temannya. Wah, dan waktu itu misal lagi ngen jilbab

  • warna lilak gitu ya. Eh, teman-temannya yang reuni pakai jilbab lilak semua terus kamu pakai warna hijau sage sendiri gitu. Nah, itu muncul perasaan enggak enak tuh. Nah, perasaan enggak enak itu dan apalagi sampai kamu mau ganti jilbab itu menunjukkan kamu sudah confort.

  • Conformitasmu tinggi di situ. Nah, itu sama di desa juga akan terjadi seperti itu. Ee kalau yang sekarang ngetren itu istilahnya ya kalimatnya gini kalau di TikTok itu ya wis umumi wong lanang

  • ee isuk tangi-tangi ngopi nyambut gawe. Nah, itu umum itu adalah bentuk konformitas sebenarnya. Dan di desa juga akan terjadi seperti itu. Sangat banyak terjadi seperti itu. Misal ee di Karang Taruna misal misal di Karang Taruna di

  • satu Karang Taruna di satu masyarakat desa. Di situ dia sudah terlanjur terbentuk kebiasaan untuk nongkrong di ee mana? Di jembatan begitu ya. Maka akan besar kemungkinan cowok pria

  • ee apa laki-laki remaja yang ikut Karang Taruna mereka akan ngumpulnya di situ. Nah, ketika itu terjadi maka sebenarnya tempatmu untuk mendekati warga Karang Taruna itu tidak hanya di balai desa.

  • Teman-teman juga bisa join di situ. Tapi ya jangan join kenakalannya ya. Misal mereka di situ untuk mabuk-mabukan ya jangan ikut mabuk-mabukan. jajan anu pentol bakar biasa nk pcet itu. Nah, nongkrong di situ biar teman-teman bisa

  • confirm, teman-teman bisa masuk sehingga di situ teman-teman akhirnya dapat tuh dapat kepercayaannya teman-teman Karang Taruna. Nah, cara memanfaatkan konformitas seperti itu. Lalu yang kedua, bentuk pengaruh sosial itu adalah kepatuhan.

  • patuh pada permintaan meskipun belum belum tentu setuju. Nah, kalau untuk poin yang kedua ini biasanya sifatnya apa ya? Kayak ada bentuk penawaran gitu. Kayak teman-teman misal mengajukan program ke kepala desa. Nah, cara agar

  • teman-teman ee ketika kepala desa itu mau menyetujuinya itu disebut sebagai patuh permintaan. Nah, kebalikannya apa? Yaitu ketaatan. Kalau ketaatan itu berarti patuh pada perintah. Kalau patuh

  • itu kepatuhan itu adalah patuh pada permintaan. Lah kalau seseorang taat itu berarti taat pada perintah. Artinya ada figur yang lebih tinggi, lebih berwerenang, dan lebih dihormati. Biasanya kalau terjadi ketaatan itu tujuannya adalah

  • untuk menghindari hukuman. Ya, tujuannya adalah untuk menghindari hukuman. Nah, kalau dari ketiga poin ini konformitas, kepatuhan, dan ketaatan yang sangat kami sarankan untuk bisa

  • teman-teman manfaatkan itu adalah memberi pengaruh dengan cara yang pertama konformitas, yang kedua adalah kepatuhan. Nanti akan kami jelaskan kenapa ketaatan itu tidak baik, apalagi untuk kita yang KKN ya.

  • Nah, cara untuk melakukan konformitas dan juga kepatuhan sebagai saluran kita memberikan pengaruh sosial artinya itu supaya orang itu mau mendengar mendengarkan kita, mau untuk patuh dengan kita itu ada dua teknik. Yang

  • pertama adalah face in the door fitd. Lalu yang kedua adalah door in the face atau dit. masing-masing punya triknya sendiri dan ee cukup aman untuk dilakukan pada orang yang tidak terlalu dekat dengan

  • kita ya. Dalam artian kita ke sana kan masih orang baru ya. Nah, kunci utama untuk melakukan konformitas dan kepatuhan adalah mendapatkan dan mempertahankan kepercayaan. Oke. Dapatkan dan

  • mempertahankan kepercayaan ini dibangun melalui satu pertemanan, dua konsistensi, ya. Yang kedua adalah konsistensi, lalu yang ketiga adalah resiprokal positif. Pertemanan itu artinya kita

  • masuk ke sana kita enggak pengin untuk me apa ya menggurui. Kita enggak pengin untuk yang berusaha untuk memperlihatkan bahwa aku ini lebih baik karena aku ini seorang akademisi, aku ini seorang yang

  • belajar S1, aku lebih pintar. Enggak. kita enggak datang seperti itu. Kita datang ke sana itu dalam rangka untuk ee membangun apa ya hubungan yang saling positif bekerja sama agar apa

  • yang ingin kami terapkan di sini itu memang tujuannya adalah untuk kebaikan masyarakat semua. Lalu yang kedua, poin yang terpenting adalah konsistensi. Konsisten ya, Teman-teman ya. Artinya begini, kadang itu pernah juga terjadi di KKN

  • itu si siapa? Kepala desanya itu enggak setuju atau sekdesnya enggak setuju dengan ee kegiatan yang sedang dilakukan. Cuman ee komunikasinya dengan ketua

  • kelompoknya itu kurang baik. sehingga kepala desa itu akhirnya mengatakan ketidaksetujuannya itu melalui anggota kelompoknya. Nah, hal ini juga berpotensi menjadi

  • masalah. Kenapa? Karena nanti ketika ee yang satu bilang iya, tapi satunya bilang enggak, nah itu nanti akan menjadi masalah tidak hanya bagi ee hubungan antara kelompok dengan

  • kepala desa, tapi juga menjadi masalah hubungan antara anggota kelompok dengan ketua kelompok. Maka perlu kelompok itu bisa punya satu suara agar bisa konsisten apa yang disampaikan, apa yang dikatakan, apa yang dilakukan.

  • Nah, selain itu konsistensi itu juga berbicara artinya kalau memang dari awal itu dengan pihak desa itu sudah bersepakat bahwa program ini dilaksanakan selama sekian hari caranya begini. Kalau sudah sepakat itu yang dilakukan. Jangan sampai kita

  • mengecewakan mereka. Dalam bahasa bahasa jawanya itu sampai jangan sampai kita mencla-mencle sehingga hasil yang didapatkan oleh warga yang didapatkan oleh kita itu juga tidak maksimal. Maka perlu konsistensi. Dan yang terakhir untuk menjaga

  • konformitas dan kepatuhan itu perlu resiprokal positif. Artinya kita juga perlu mengutamakan apa nantinya dampak yang didapatkan oleh warga dan juga dampak yang didapatkan oleh kita. Artinya saling memberikan dampak positif

  • antara diri kita, kelompok kita dengan pihak desa. Itu perlu dicatat dan diketengahkan juga. Nah, pertama teman-teman, teknik untuk bisa mendapatkan kepercayaan ya bagi apa ee

  • ketika kita nanti KKN itu ada yang namanya face in the door. Face in the door itu diawali dengan permintaan kecil di awal. Jadi, kita kasih pancingan-pancingan kecil ee yang sangat mudah untuk diterima, sangat mungkin

  • untuk diakan oleh pihak desa atau pihak siapun. Nah, begitu permintaan awal tadi diterima, selanjutnya kita ajukan permintaan yang lebih besar. Tapi bukan langsung besar banget ya. Kita kasih permintaan besar yang bertahap

  • pelan-pelan satusatu. Sehingga nanti ujung-ujungnya kita dapat sesuatu yang sebenarnya kita inginkan dari awal. Contohnya misal langkah pertama itu adalah izin untuk mengikuti kegiatan rapat Karang

  • Taruna gitu ya. kegiatan rapat Karang Taruna. Izinnya itu awalnya sebatas untuk ikut aja gitu, pengin lihat aja. Nah, kemungkinan besar langkah yang pertama

  • ini akan diterima. Kenapa? Karena tidak terkesan menggurui, Teman-teman. Cuma pengin datang, lihat, ngobrol. Lalu yang kedua tidak berisiko dan tidak membebani desa. Kan cuma ikut doang gitu ya. lah begitu nanti muncul agenda ee acara

  • itu selesai, sori ketika rapat karang teraruni selesai mungkin nanti malamnya atau besoknya bisa langsung ketemu dengan kepala desa atau dengan siapapun warga di sana yang kebetulan menjadi leader gitu ya. Pak kemarin asik Pak kemarin habis ketemu dengan Karang

  • Taruna seperti ini ini ini. Kalau misal saya selanjutnya bikin program bersama dengan Karang Taruna boleh gak Pak? gitu programnya nanti A B C. Nah, cara seperti ini face the door seperti ini akan lebih mudah diterima kalau ee

  • ketika face door ini lebih mudah diterima ketika programnya itu jangka panjang. Artinya kalian enggak kesusu, enggak waktunya enggak mepet. Ini bisa dilakukan secara bertahap, prosesnya lebih panjang. Nah, sementara yang kedua

  • itu adalah teknik dif door in the face. Nah, ini kebalikannya. Di awal teman-teman itu kasih permintaan yang sangat besar bahkan kemungkinan ditolak gitu ya. Ketika teman-teman sudah kasih permintaan yang besar ditolak, nah

  • selanjutnya itu adalah berikan permintaan kecil-kecil dikurangi diturunin intensitas permintaannya sehingga permintaannya lebih kecil dan sesuai dengan keinginan pihak lain dan keinginan kita. Contohnya apa? Contohnya adalah satu, awalnya

  • teman-teman minta tuh saya izin mengadakan pelatihan UMKM, Pak selama 1 minggu penuh 7 hari gitu ya. Nah, ini sesuatu yang besar. Kenapa? Karena 1 minggu penuh itu kan berarti 7 hari pelatihan UMKM yang diajak warga itu

  • akan cenderung menyita waktu, menyita biaya dan terkesan menggurui. Akan sangat terkesan menggurui. Orang selama ini UMKM-nya jalan-jalan aja kok, kenapa harus semua orang harus dihadirkan gitu ya. Itu akan kemungkinan besar ditolak. Nah, ketika teman-teman

  • itu sudah ditolak, maka turunkan intensitas pertanyaannya. Diturunkan itu di langkah kedua yaitu izin mengadakan pelatihan UMKM bagi perwakilan RT. Jadi dikurangin jumlahnya dan juga waktunya juga dikurangi. Nah, dengan menurunkan

  • sendiri seperti ini itu kita akan cenderung mudah diterima usulannya karena dirasa lebih ringan dan seolah-olah ya wis enggak apa-apalah paling enggak enggak sampai 1 minggu paling enggak enggak mengundang semua warga. Nah, dua hal ini menjadi trik teknik

  • untuk bisa kita apa ya membujuk agar kita mendapatkan konformitas dan kepatuhan orang supaya orang itu lebih cenderung iya dengan permintaan kita. Nah, Teman-teman

  • ee yang pasti ee dua cara tadi adalah dua cara yang sangat kami sarankan untuk bisa teman-teman lakukan, yaitu membangun konformitas dan juga membangun kepatuhan. Dan tadi seperti yang saya

  • bilang, kami tidak meng tidak menyarankan untuk teman-teman bisa menggunakan ini ya teknik yang untuk apa namanya ketaatan. Kenapa? Karena

  • seperti definisi awalnya ya, ketaatan itu artinya patuh untuk ee patuh pada apa? Figur otoritas. patuhnya itu cenderung untuk pada perintah. Sementara kita itu kan masih permintaan kalau patuh ya. Kalau taat

  • itu berarti sudah patuh pada perintah. Seperti ee misal dalam praktik beragama ya patuh pada perintah ya itu enggak apa-apa. Tapi kalau dalam proses KKN itu sangat tidak disarankan. Kenapa? Karena justru ee ketaat ketika kita berusaha untuk wis pokoknya kamu

  • harus patuh gitu ya. Itu alah itu malah akan cenderung menghambat kita. menghambat kita untuk punya interaksi efektif dengan masyarakat. Nah, salah satu hal yang eh beberapa hal yang berisiko untuk menempatkan kita pada ris

  • ee pada risiko ditolak oleh warga atau menimbulkan masalah ketika KKN itu adalah bias yang dilakukan oleh mahasiswa itu sendiri. Yang pertama, seringki di mahasiswa itu muncul bias intelektual.

  • Nah, ini sering nih muncul nih. Merasa bahwa kita itu secara akademik lebih tinggi bahwa kita ini seorang S1, kita seorang sarjana. Padahal ee di sana itu juga punya ee

  • sisi nilai-nilai budaya dan pengetahuan yang ada di masyarakat itu. Nah, ketika kita sudah merasa diri kita lebih tinggi akan besar potensi kita untuk mendiskreditkan kearifan lokal yang ada di masyarakat. Sangat mungkin,

  • sangat mungkin kita untuk mengatakan bahwa oh enggak gitu, harusnya itu kan seperti ini loh, ngobatin ini kok kayak gini. itu sangat sering terjadi dan ini mohon maaf ini juga ya ketika saya KKN dulu juga ada sih teman saya

  • yang kayak gini ya. Nah, ini menjadi resiko teman-teman buat kita semua. Pertama bias intelektual lalu yang kedua adalah bias bias moral. Nah, bias moral ini artinya kondisi di mana ketika kita sebagai orang yang berangkat KKN itu

  • sudah menilai bahwa masyarakat di sana ee kita menilainya itu berdasarkan standar nilai kita. di kehidupan sehari-hari nilai pribadi kita dan di kampus. Wah, perilaku kayak gitu itu kalau

  • sekarang itu di Twitter eh X ya sekarang namanya ya di X atau di TikTok tuh nyebutnya kayak eh dasar SDM rendah. Nah, itu akan sangat mungkin terjadi dan mungkin sangat mungkin kita lakukan sebagai orang yang berangkat KKN.

  • hati-hati ya. Itu akan ee sangat besar kemungkinan menimbulkan perselisihan. Jangankan dengan ee masyarakat di desa ya, dengan orang-orang yang sama-sama tinggal di kota, sama-sama main di internet, itu aja menggunakan standar

  • nilai pribadi dengan melakukan bias moral itu saja bisa bikin orang itu sampai saling lapor ke meja hijau. Nah, itu kita perlu menghindari seperti itu. Dan yang ketiga itu adalah bias budaya. Nah, kalau sudah bias budaya ini, itu

  • biasanya kita akan cenderung untuk melihat budaya kita itu yang paling normal, budaya kita itu yang paling bagus. Sehingga ketika kita berada di tempat KKN, kita itu kayak ini ngapain

  • sih masyarakat ini pakai gini-gini? Ih, berisik ih gini gini gini. Hati-hati ya, Teman-teman. Tiga hal ini akan membuat kita satu, sulit diterima masyarakat, dua, kita enggak betah dengan KKN-nya,

  • tiga, kita pengin segera selesai, dan empat, bukan tidak mungkin KKN kita yang akan hancur malah. Oke, hati-hati dengan tiga bias ini. Nah, selain dinamika dengan masyarakat, Teman-teman, ee dinamika dan pengaruh

  • sosial yang sering juga terjadi di kelompok KKN, saya yakin teman-teman sebenarnya dari semua yang saya jelaskan ini paling enggak pernah tahu atau pernah mengalami. Tapi coba kita refleksikan selama proses ee komunikasi kita saat ini ya. Nah, hal ini sekarang

  • kita bahas soal leadership ya. Ee yang sering muncul di pola leadership KKN itu adalah satu pemimpin yang dominan. Seolah-olah semua keputusan itu terpusat ke satu orang atau yang kedua pemimpin yang justru pasif.

  • Atau malah yang ketiga bisa jadi di dalam kelompok KKN itu muncul pemimpin yang informal. Artinya sudah ada ketua resmi, sudah ada ketua kelompok terpilih, tapi tiba-tiba ada satu satu dua orang yang oleh

  • anggota kelompoknya itu dirasa oh dia lebih jago, oh dia lebih pintar sehingga lebih mendengarkan si pemimpin informal daripada mendengarkan si ketua resmi. Nah, ini sering terjadi dinamika seperti ini di dalam KKN.

  • Kalau tadi pemimpin dominan itu seolah semua keputusan itu terpusat di satu orang, jelas resikonya adalah ingat setiap orang itu tidak punya eh tidak ada orang yang sempurna. Sori. Sehingga ketika ada sesuatu yang di luar kendali

  • si ketua kelompok yang dominan ini, itu akan cenderung menjadi burden atau masalah atau penghalang bagi kelompok. Sementara yang kedua, pemimpin yang pasif. itu juga masalah akhirnya menimbulkan masalah kelompok enggak

  • punya arah dong. Orang pemimpinnya diam aja, pemimpinnya enggak ngapa-ngapain. Ya, kelompoknya bingung mau maju sendiri meninggalkan pemimpinnya atau leadernya itu juga dalam tanda kutip enggak sopan ya karena dia ketuanya, enggak etis.

  • Tapi kalau diam doang juga kelompok KKN ini enggak jalan-jalan gitu. Apalagi sampai akhirnya muncul pemimpin informal. ketu ee pemimpin tapi dia bukan ketua. Nah, ini juga menjadi masalah. Ini

  • sering muncul. Nah, dampaknya apa? Yang jelas pertama keputusan menjadi timpang, suara anggota terabaikan, dan potensi konflik terpendam. Konflik konflik terpendam ini yang seringki juga jadi masalah di KKN. Ee

  • kalau pernah lihat di TikTok mungkin ya atau di X gitu. Misal anggota KKN sudah selesai, terus tiba-tiba di akhir itu kayak semacam tr order, akhirnya nangis semua, akhirnya musuhan semua. Nah, itu juga itu sangat nyata terjadi di kehidupan sehari-hari. Penyebabnya

  • kenapa? Ya tadi tiga tiga proses memimpin ini yang kurang pas untuk memimpin kelompok KKN. Nah, permasalahan yang sering muncul ketika KKN ini bukan hanya di leadernya

  • ya, tapi di anggota tim KKN. Yang pertama, konformitas berlebihan. Artinya kalau ada yang beda pendapat, kalau ada yang beda cara itu dianggap berbeda. Akhirnya orang

  • yang berbeda tadi bisa jadi dia menjadi apa ya? ee tadi loh ketidaksukaan yang terpendam sehingga sebenarnya dia tidak setuju tapi memilih diam. Kayak kalau di stiker WA itu aku tahu

  • tapi aku diam. Nah, kayak gitu. Lalu yang kedua tidak ee takut dianggap tidak solid sehingga cenderung orang-orang di kelompok itu opo-opo itu manut aja apa kata-kata kelompok dan lain sebagainya. Karena apa? Karena dia takut untuk

  • bersuara. Ketika dia bersuara dianggap enggak solid. Nah, itu menjadi masalah. Apalagi kalau kelompok KKN sudah terbiasa menggunakan sistem konsultasi ya. Konsing usul, konsing atasi. Kamu yang usul, kamu yang ngatasi. Nah, itu

  • yang jadi masalah. Itu akanung itu nanti secara enggak langsung akan membungkam anggotamu untuk berpendapat. Ketika pendapatnya sudah dibungkam, maka resikonya apa? Ide-ide kreatif itu enggak jalan, Teman-teman.

  • Permasalahan masyarakat ada, analisanya ada, terus disetujui enggak sama kepala sekolah bahwa itu masalah eh kepala sekolah, kepala desa. Iya, itu masalah diiyakan. Tapi akhirnya teman-teman bingung harus

  • ngapain, enggak tahu harus ngapain. Caranya gitu-gitu aja. Kenapa? Ya karena anggotanya dibungkam. dianggap kalau pendapatnya beda maka ya dia enggak solid, dia enggak confirm dengan kelompoknya. Nah, ini perlu hati-hati ya. Perlu hati-hati. Jangan

  • sampai kita membuat kelompok itu menjadi konformitas berlebihan. Keunikan setiap orang itu perlu dihargai dalam kelompok. Nah, permasalahan yang juga sering terjadi adalah beban kerja yang tidak adil.

  • Nah, beban kerja yang tidak adil ini sering terjadi ya. ya. Karena lagi-lagi ya peran pemimpin ini juga diperlukan di sini. Nah, ketika beban kerja tidak adil maka akan rentan yang disebut sebagai social loving. Nah,

  • social loving ini apa? Social loving itu adalah kondisi mm bahasa bayinya apa ya? Social loving itu kondisi di mana seseorang cenderung memilih enggak ngapa-ngapain pasif

  • karena dia merasa sudah ada orang lain yang mengerjakan. Nah, sederhananya gitu. Jadi kalau ada orang lain kenapa harus saya? Nah, itu adalah social loving. Nanti teman-teman akan menemukan orang-orang yang mungkin berpotensi seperti itu.

  • Sehingga kalau udah ada yang social loving, maka akan ada anggota yang aktif, ada yang pasif. Ketika ada yang aktif dan pasif, maka besar kemungkinan akan muncul konflik karena iri-irian lah, saling gosip lah, "Ih, ngapain anak

  • itu enggak kerja? Enggak usahlah ngini-ngini ini." Itu sering terjadi. Semuanya akarnya dari mana? Beban kerja yang tidak adil. Oke. Nah, permasalahan yang ketiga. Nah, ini permasalahan yang ketiga yang sering muncul ketika KKN

  • adalah loyalitas pada orang, tapi bukan pada tujuan. loyalitas pada orang bukan pada tujuan. Nah, ini maksudnya adalah kamu melakukan sesuatu itu karena yang nyuruh adalah si

  • A. Padahal ketua kelompoknya adalah si B. Akhirnya ketika si A lagi enggak bisa, maka kamu enggak ngapa-ngapain. Kamu diam aja enggak mau diperintah. Padahal yang ketua adalah si B.

  • Nah, ini akan rentan munculkan miskomunikasi dan akhirnya berujung pada asumsi gosip dan salah paham. Lagi-lagi bertengkar dengan anggota kelompoknya sendiri. Ingat teman-teman, seperti yang saya sampaikan di awal nantinya ketika

  • kita sudah KKN kita bukan berangkat sebagai individu. Ketika kita sudah di lapangan sudah terjun ke desa-desa, kita bukan berangkat sebagai individu, tapi sebagai kelompok. Entah mau di tim KKN-mu itu ada pacarmu kah, ada sepupumu kah. Tapi ketika

  • kalian sudah KKN itu kalian satu kelompok. Bukan berdua dengan pacarmu, bukan berdua dengan sepupummu. Kalian satu kelompok apalagi satu tim bisa sampai 15 orang ya. Kalian ber15 bukan berdua. Oke, Teman-teman ya.

  • ya meskipun kakak ini salah satu yang berpotensi jinlok ya Pak Pri ya. Nah itu hati-hati juga. [tertawa] Nah dinamika internal kelompok KKN juga

  • sangat penting itu adalah bagaimana kita mengatasi hal-hal tadi. Jadi kalau tadi itu permasalahannya ini berbicara soal solusinya. Yang pertama, leadership-nya itu perlu bersifat kolektif. Artinya

  • semua pengambilan keputusan, analisa masalah dan lain sebagainya itu dilakukan secara bersama-sama dan ee solusi yang sudah diputuskan itu juga dilaksanakan bersama-sama. Artinya setiap orang punya porsinya

  • masing-masing. Nah, ini nantinya akan menjadi tugas ketua kelompok ya untuk bisa membagi peran porsi peran itu sesuai dengan ee status dan peran sosial setiap anggotanya dalam kelompok. Jangan sampai hanya karena dia punya ciri fisik

  • A dia jadi begini. Jangan sampai hanya karena dia itu anaknya si B, dia jadi begitu. Jangan. Setiap orang punya peran dan tanggung jawabnya masing-masing. Lalu yang kedua, aturan main sejak awal. Nah, ini penting juga nih peran dan jobd

  • sejak awal. Jadi, ketika itu tadi sudah dibagi strukturnya siapa, porsinya apa, tanggung jawabnya apa, jobd-nya juga dijelasin karena bisa jadi misal akan ada struktur ee ibaratnya apa ya, badan pengurus harian gitu ya, ada ketua,

  • sekretaris, bla bla bla bla. Tapi ketika di program A, si A jadi si Adi jadi apa? Si Pak Pri jadi apa? Si Mbak Monika jadi apa? Ketika di program B nanti beda peran lagi. Nah, itu juga perlu dijelaskan dari awal dan disepakati dari

  • awal. Termasuk ee hal-hal yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari. Misal ternyata di kelompok nantinya ee ada ini diputuskan untuk masak nak beli gitu ya.

  • Jadi nanti dibuat jadwal tuh jadwal piket yang belanja siapa, yang masak siapa, dan lain sebagainya. Itu juga perlu dijelaskan dari awal, perlu disepakati dari awal. Jangan sampai hal-hal seperti itu, hal-hal yang dalam tanda kutip remeh itu malah bikin kalian bertengkar gitu loh. Malah programnya

  • enggak jalan hanya karena si A enggak enggak mau masak. Kan enggak lucu, enggak asik. KKNmu jadi enggak asyik, Teman-teman. Lalu yang ketiga, ruang bicara yang aman. Nah, jadikan kelompokmu ini tradisi. Buatlah tradisi untuk semua orang boleh ngomong dan semua orang

  • perlu untuk mendengarkan. Mau ngomongmu kayak apa? Caranya bagaimana? Bebas. Kami semua siap mendengarkan. Buatlah tradisi seperti itu. Karena itu untuk menghindari yang tadi loh. Ketika pendapatnya berbeda,

  • dianggap enggak kompak, akhirnya malah jadi enggak mau berpendapat. Nah, itu juga risiko. Akhirnya kreativitas timmu akan turun di situ. Nah, penting juga yang keempat adalah evalu evaluasi rutin. Nah, ini

  • sepepakati juga evaluasinya mau harian, mau mingguan, atau mau setiap selesai acara. Nah, itu perlu di bahas juga. Bahkan mungkin juga perlu evaluasi bukan hanya program ya, evaluasi anu masakan misalnya. Oh, masakannya si A kayak gini

  • gini gini itu enggak apa-apa. itu buat guyonan juga bisa gitu loh. Buatlah tradisi bahwa ee dalam kelompok itu kita bareng semua orang bebas berkreasi dan kita semua siap saling mendukung untuk kebaikan bersama.

  • Nah, kalau tadi kita ngomongin soal dinamika di kelompok, Teman-teman semua, ini adalah dinamika dalam proses pemilihan ketua kelompok. Kenapa ini saya bahas? Kenapa kami bahas? Karena ee

  • ketua kelompok ini menjadi kunci utama, Teman-teman, ya. Mau enggak mau orang yang nantinya menjadi ketua kelompok itu akan menjadi kunci. Kenapa? Satu, dia yang akan berkomunikasi dengan banyak orang. Berkomunikasi dengan ee kepala desa,

  • komunikasi dengan dosen dan lain sebagainya. Itu ketua kelompok. Selain komunikasi dia nanti juga akan yang menata ritme kerjanya tim ketua kelompok itu nanti yang juga akan mengambil keputusan ketika ada

  • pertimbangan yang cukup berat. Selain itu masih banyak faktor lagi. Sehingga pemilihan ketua kelompok itu enggak boleh asal-asalan, Teman-teman. Ya, ini kalau saya boleh curcol ya. Saya dulu juga dipilih jadi ketua kelompok asal-asalan gitu. Aklamasi. Aklamasi. masalah. Ee kalau dari

  • poin-poin ini kira-kira ada yang tahu enggak kenapa kok saya bisa di waktu itu diaklamasi menjadi ketua kelompok? Jawaban sederhananya adalah di poin pertama. Langsung tak tulis di poin

  • pertama, Teman-teman. Jadi, salah satu bias ketika kita memilih leader itu adalah bias gender dan fisik. Laki-laki jelas cenderung akan dipilih menjadi ketua. cenderung cenderung ya. Tapi bukan berarti perempuan tidak punya kesempatan

  • dan kompetensi tapi memang secara penelitian laki-laki cenderung dipilih menjadi ketua pemimpin. Lalu yang kedua adalah ciri fisik. Nah, ini ada salah satu buku nanti teman-teman kalau mau bukunya bisa saya kasih. Eh, namanya The Embedia Self punyanya Katia Blum. Kalau

  • secara fisik ee laki-laki cenderung dipilih menjadi leader ketika satu dia punya badan yang cenderung tinggi, kemudian dada yang bidang, bahu yang lebar, dan suara yang berat. Nah, itu cara ciri fisik. Nah, Teman-teman

  • cowok kalau ee punya ciri fisik seperti itu, maka Anda berkemungkinan besar akan dipilih oleh anggota kelompoknya untuk menjadi ketua gitu loh. Cuman teman-teman kembali lagi ini bukan hal-hal yang saya sebutkan tadi itu bukan kunci utama ketika kita memilih ee

  • memilih ketua kelompok itu masih apa ya sebatas fisik gitu loh. Padahal untuk menjadi ketua kelompok itu kompetensinya bukan hanya fisik, tapi juga kognitif dan afektif juga pikiran dan perasaannya juga perlu bagus gitu loh. Lalu ee

  • resiko atau bias ketika memilih leader adalah halo effect. Hanya karena seseorang itu terlihat memiliki kemampuan tertentu seolah-olah semua dia bisa, semuanya bisa dia lakukan. Misal kelihatan, oh orang ini

  • kelihatannya pintar editing yo, akhirnya dipilih jadi ketua. Nah, padahal pintarnya editing doang. Padahal ketika disuruh ngomong, suruh presentasi depan Kades gelagapan. Disuruh mengambil keputusan enggak bisa. Nah, itu halo efek. Kita memilih orang

  • hanya karena satu aspek doang seolah-olah semuanya itu bisa. Lalu yang ketiga adalah bias popularitas. Misal nanti kebetulan di timmu kedapatan artis TikTok atau selepgram gitu ya, selep TikTok gitu ya. Terus kamu milih dia

  • sebagai ketua KKN, ketua tim gitu ya. Ya boleh sih, cuman jangan salahkan dia ketika ternyata kompetensinya tidak sekeren popularitasnya gitu. Yang keempat adalah senioritas gitu. Misal ada kakak tingkat yang mengulang hanya

  • karena dia senior maka dia dianggap bisa gitu. Belum tentu juga. Yang ke berapa ini? 1 2 3 4 5. Kepercayaan diri. Memilih orang yang paling vokal gitu ya. Belum tentu juga bisa jadi dia itu sebenarnya bagus

  • menjadi pembicara tapi menyiapkan materi pembicaraan enggak bagus. Bisa jadi dia enggak pintar mengambil keputusan. Nah, itu juga perlu dipertimbangkan. Jangan hanya karena orang itu vokal langsung dijadiin ketua. Jangan. Nah, dan yang terakhir, Teman-teman, ini yang sering banget.

  • menjadi masalah bias kenyamanan memilih orang yang paling aman untuk dijadikan ketua. Contoh apa? Iki ae sing paling malas jadi ketua. Loh, gimana sih kamu milih ketua kok milih

  • yang paling malas? Nah, itu sering banget loh ini yang yang paling kelemar-kelemar kelihatannya sepele y tapi ketika kamu KKN itu akan menjadi masalah teman-teman nanti kalau ada problem dengan marga dan lain sebagainya apakah dengan harapan semu nanti setelah

  • dia jadi ketua dia akan menjadi rajin ya enggak bisa. Nah, ini yang sering terjadi bias kenyamanan. Jadi hati-hati ketika memilih ketua jangan berdasarkan fisik, gender, popularitas itu bukan poin utama gitu loh. Poin utamanya itu

  • jelas bagaimana kompetensi sedia ketika memimpin itu perlu dipertimbangkan ketika kamu milih calon ketua. Oke. Nah, poin penting ya ini beberapa poin yang bisa teman-teman pertimbangkan

  • ketika besok pertama ketemu dengan tim terus mungkin melakukan voting atau melakukan apa, jangan aklamasilah kalau milik ketua ya teman-teman. Voting aja lebih aman. Yang pertama yang jelas ketua itu pilihlah yang bisa mengelola

  • komunikasi. Mengelola ya, bukan mendominasi, bukan yang banyak omongnya. Terus yang kedua, pendengar dan perangkum. Artinya dia itu juga mau untuk mendengarkan orang lain, merangkum sehingga bisa mengkomunikasikan

  • rangkuman itu dengan kelompok. Dan yang ketiga adalah adil. Artinya dia bisa tuh membagi peran, membagi tugas itu sesuai porsi setiap orang. Selanjutnya adalah bertanggung jawab.

  • Nah, kalau ada apa-apa yang namanya ketua itu yang bertanggung jawab. Karena bukan tidak mungkin ya ini naudubillah ya teman-teman ya. Ketika Teman-teman lagi KKN, lagi asik eh ada yang ngedruk dan harus ke rumah sakit.

  • Nah, kayak gitu-gitu juga harus dipertimbangkan juga teman-teman. Dan yang terakhir adalah terbuka. Nah, terbuka itu artinya dia mau tuh dikritik, dievaluasi, dia mau mau mendengarkan. Lima poin ini menjadi poin penting yang

  • bisa teman-teman gunakan ketika nanti akan memilih ketua. Jangan hanya karena dia laki-laki, jangan hanya karena dia ganteng, dia cantik. Jangan. Ingat ya, Teman-teman di sana 4 bulan. Oke. Nah, terakhir teman-teman sebagai

  • penutup ya. Pada dasarnya KKN itu penerapan ilmu untuk dampak nyata. Artinya apa yang kamu pelajari selama sekian semester di kampus itu kamu terapkan. Apa yang bisa kamu terapkan, kamu terapkan.

  • Jadi KKN itu adalah puncak pembelajaran bangku kuliah. Terapkan di tempat yang tepat, waktu yang tepat pada orang yang tepat. Ingat prinsipnya itu bukan teman-teman itu jualan obat satu obat untuk semua penyakit bukan. Tapi cari tahu dulu

  • penyakitnya apa baru dikasih obatnya yang sesuai. Oke. Nah, sebagai tambahan teman-teman ketika teman-teman nanti bingung ya harus mulai dari mana, saya harus ngapain dan lain sebagainya ini bisa digunakan.

  • Wi nah ini adalah community toolbox. punyanya universitas mana ini? Cari aja di Google Community Toolbox coba ya.

  • Nah, ini University of Kansas. Nanti website-nya akan seperti ini. Langsung aja masuk ke table of content dan tool gates. Nanti di dalamnya itu kalau table of content ini berisi soal bacaan-bacaan. Kira-kira kalau saya mau seperti ini di masyarakat saya harus

  • ngapain? Nah, ini perubahan komunitas, bagaimana mempromosikan kesehatan di komunitas, bagaimana mengukur atau mengetahui kebutuhan komunitas itu ada di sini. Ini bacaannya toolkit-nya. Tool kit-nya adalah di sini.

  • Ini nanti tinggal baca, tinggal teman-teman adaptasi dan lain sebagainya. Kemudian gunakan di lapangan itu bisa digunakan. Nah, kalau teman-teman tertarik ya terkait materi-materi tadi, Pak, itu dapatnya dari mana? Ini dari dua buku

  • ini, Teman-teman. Saya pakai bukunya Bras Byron, Social Psychology dan juga ini di Bodes punyanya KTUM. Oke, jadi nanti alatnya bisa digunakan ini ya, community toolbox yang punyanya

  • Kansas ini ya. Baik. Saya rasa cukup yang bisa saya sampaikan. Monggo Mbak Otavia dan teman-teman boleh kalau ada pertanyaan.

  • Baik, terima kasih Pak Adi atas pemaparan materinya. Selanjutnya kepada teman-teman yang ingin mengajukan pertanyaan dipersilakan untuk rah hand atau menuliskannya di kolom chat.

  • Oh iya. Anyway, terima kasih Nur Laili. Tadi enggak kebaca chat-nya. Iya benar. Ee ini bias gender ini sering banget ketika KKN ya. Beas gender ini sering banget terjadi waktu itu ya. Waktu saya kakaN itu ya

  • saya diam-diam terus tiba-tiba ada yang ngomong, "Mas ketua ya?" "Hah ngapain?" "Belum ada salah, belum ada apa Mas ketua ya?" Nah, gitu ya. Sudah. Tapi saya bilang saya bukan ketua yang baik ya gitu. Ya udah tu

  • ya. Silakan teman-teman kalau ada pertanyaan.

  • Baik, Pak. Ini ada satu pertanyaan dari streaming YouTube. Izin saya bacakan. Bagaimana batas candaan ditentukan dalam interaksi sosial? ketika humor bagi satu pihak bisa memicu trauma pihak lain. Terima kasih.

  • Ya, batas candaan ya. Sebenarnya batas candaan itu cenderung setiap individu punya preferensinya masing-masing ya, Teman-teman. Ee yang pertama mungkin yang paling mudah itu

  • adalah kita coba dalam sekian waktu ke depan itu kita kembangkan observasi kemampuan kita untuk mengobservasi orang lain di sekitar kita. Kemudian kita kembangkan juga ee

  • kembangkan juga pertemanan kita sehingga referensi kita dalam berteman itu juga banyak. Oh, ada loh orang yang sensitif di bidang misal kalau bahasanya soal agama, ada loh orang yang sensitif ketika bahasanya itu soal orang tua, ada orang yang sensitif seperti itu.

  • Sehingga dengan menambah wawasan seperti itu, kemampuan observasi dan juga pertemanan yang lebih luas itu kita bisa lebih ini sih lebih mudah untuk mengetahui, oh ini sensitif atau enggak untuk orangnya. Karena kalau ngomongin batasan sebenarnya lagi-lagi setiap

  • orang punya batasannya masing-masing ya. Wis, kita sederhana itu paling gampang ya, hindari sara. Satu, itu aja dulu. Terus kedua ee hindari sesuatu yang selama ini bagi masyarakat

  • kurang sopan. Sesederhana soal bercandain nama, bercanda bercandain orang tua itu dihindari. Terus selanjutnya adalah gini. ee manfaatkan pertemuan-pertemuan itu di

  • awal sebelum KKN itu benar-benar dimanfaatkan untuk teman-teman bisa beradaptasi dengan anggota kelompok. Manfaatkan itu sehingga kalian bisa satu irama, bisa saling paham bahwa oh, percandaan ini enggak cocok sama si A, percandaan ini enggak cocok sama si B.

  • sehingga besok ketika kalian sudah terjun di lapangan 4 bulan bersama itu paling enggak punya kenal awal-awal gitu loh. Dan selanjutnya ya ee ketika dengan masyarakat tentu kita kalau di orang

  • Jawa bilangnya ya pakai tedeng aling-aling dulu ee tidak berbicara secara berterus terang itu mungkin sesuatu yang cukup apa ya cukup tidak terbiasa bagi teman-teman mahasiswa saat ini lakukan ya. Saya

  • bukannya judgement ke teman-teman ya, mohon maaf. Saya sendiri sebenarnya kita masih satu generasi kok. Kita sama-sama mepet-mepet janji kok. Saya ini maksud saya begini yang saya perhatikan itu semakin mudah seseorang itu kecenderungan untuk berterus terang

  • tanpa bertele-tele itu semakin tinggi. Sementara nanti ketika teman-teman berada di lingkungan masyarakat itu besar kemungkinan teman-teman itu enggak berhadapan dengan Karang Tarunanya. Karena dari pengalaman ketika saya KKN,

  • terus ketika kemarin membersamai teman-teman mahasiswa, kebanyakan bertemunya itu dengan perangkat desa, kepala desa, terus bertemu dengan apa namanya tokoh-tokoh masyarakat itu malah ketemu

  • Karang Tarunanya itu malah di tengah sampai akhir. Nah, di awal-awal pintu masuk kalian itu malah di kepala desa, terus di tokoh agama kayak gitu. yang nota B ini orang-orang di nuwun sewu di usia beliau itu adalah terbiasa

  • tedeng aling-aling. Jadi tidak ngomong secara berterus terang. Oh iya Pak ngapunten gini-gini dulu enggak langsung bla bla bla blar blar. Kalau anak sekarang kan teman-teman ya saya juga sih kalau ngomong kan blar blar ceplas ceplas ceplas gitu ya. Nah itu berisiko menimbulkan masalah. Padahal niat kita

  • bercanda. Nah, ketika berhadapan dengan yang beliau-beliau ini kasihlah Engih Pak, monggo, Pak. Pak, monggo. Nah, dengan aling-aling seperti itu, basa-basi seperti itu ternyata diperlukan, Teman-teman. Nah, mungkin seperti itu, ya. Basa-basi

  • dulu. Jadi, jangan langsung bercanda. Basa-basi dulu, nanti beliau bercanda terus ketawa karir gitu ya. Terus baru setelah itu, oh iya ya. Oh, gini berarti Pak ya. Jadi kalian bukan yang mencetuskan percandaannya, tapi kalian nambahin bercandaannya. Jangan kalian

  • yang ngawalin. Kalau kalian yang ngawalin, bisa-bisa mereka beliau-beliau itu enggak paham gitu loh. Ini arahnya guyon opo ngejek atau apa. Bisa-bisa beliau enggak paham. Biarkan beliau yang ngelempar juks, kita ketawa dikit terus kita tambahin. Nah, itu triknya. Saya

  • sendiri juga biasanya gitu sih kalau dengan yang lebih senior ya. Berarti gini dong, Pak. Nah, kayak gitu. itu akan lebih aman daripada teman-teman tiba-tiba ceplos terus enggak paham dikira menghina gitu ya gitu Mbak Okta.

  • Baik terima kasih Pak. Ini ada satu pertanyaan terakhir. Bagaimana jika sudah terlanjur salah pilih ketua atau mulai adanya tidak kecocokan dan evaluasi tidak bisa menyelesaikan hal tersebut?

  • Hm. Teman-teman ini lek saya tadi langsung nyeplos guyonan warkop iku yo. Wes enggak cocok jadi pembicara. [tertawa] Kalau tadi apa sudah salah pilih ketua terus apalagi? Program enggak jalan

  • kemudian evaluasi juga enggak ngefek gitu ya. Nah ini kan timnya belum terbentuk maka mumpung belum terbentuk nih saya pengin teman-teman semua itu punya sudut pandang begini teman-teman. Apa

  • yang ada di piringmu itu yang kamu makan. Apa yang ada di piringmu itu yang kamu makan. Jadi ketika besok teman-teman itu sudah terjun eh sori awal ketemu terus kalau

  • di awal kan kita masih belum kenal ya. Orang pasti jaga sikap jaim, jaga image gitu ya. Mungkin enggak terlalu kelihatan tapi nanti begitu sudah 1 minggu 3 minggu baru mulai kelihatan kan. Akan ada teman-teman yang malas mungkin akan ada teman-teman yang iya tapi

  • ngarapnya lama tapi ada yang cepat. Ada yang garapnya cepat ada yang tertib dan lain sebagainya. Nah itu teman-teman ee apapun yang kalian dapat ya udah garap aja.

  • Ee mau temanmu leha-leha atau apa, pokoknya program harus jalan. Pokoknya ini harus selesai. Selesai dalam artian terlaksana, hasilnya tercapai, udah gas. Kalau kamu enggak mau, ya udah aku aja yang makan.

  • Kenapa saya bilang gini, Teman-teman? Karena ke depannya ketika Teman-teman nanti di dunia kerja pun, di kehidupan masyarakat pun itu juga akan bertemu dengan dinamika seperti itu. Sederhana aja kalau kerja bakti ya hari Minggu gitu ya,

  • Bapak-bapak dengan K. Taruna gitu ya. Akan besar kemungkinan teman-teman ketemu bapak-bapak yang enggak punya omong butir rumput tapi nanti juga akan ketemu dengan bapak-bapak yang datangnya siang datang-datang makan gorengan enggak megang sapu juga bisa. Nah, di

  • kelompok KKN juga kalian seperti itu lah. Kalau kalian keburu keburu ngambek, enggak mau garap, gimana program KKN? Ya udah, biarin aja dia yang seperti itu. Kalau kamu enggak mau, ya udah aku yang makan, aku yang habisin itu ya. Ini mumpung mungkin belum

  • terbentuk kelompoknya atau gimana saya enggak tahu ya. Tapi yang jelas saya pengin semua orang mau kamu nanti jadi ketua atau enggak, apa yang ada di piringmu itu yang kamu makan. Habisin. Jujur ee saya cukup selalu dengan yang saya bersamai kemarin itu bikin acara

  • bisa sampai jam 12.00 malam baru selesai, jam .00 pagi baru selesai. Dan mereka ini bukan beban ya, mereka happy, mereka senang melakukan itu. Karena mereka melakukan itu dengan dorongan ya, saya melakukan ini dengan ikhlas, saya ingin membantu orang-orang di sini, saya

  • ingin berkarya di sini. Itu happy, bawaannya senang. Karena berangkatnya ya niatnya tadi ikhlas membantu, ingin mengamalkan ilmu dan lain sebagainya. Bahkan ketika waktu penutupan itu saya

  • sampai barengin itu jam . jam . pagi baru selesai. Dan itu mereka kenangannya dapat banget. Saya bahkan kena emosi terharunya ketika penutupan itu saya juga ikut kena gitu ketika seperti itu. Nah itu ya. Jadi

  • kalau tadi kalau sudah enggak efektif biarin kalau enggak ada yang mau makan saya yang makan. Saya yang habisin prokernya. Nah kayak gitu gitu ya. Baik, terima kasih Pak Adi. Ini ternyata

  • ada satu pertanyaan dari kolom chat Zoom. Izin saya sampaikan materi Bapak semuanya relate di kondisi saya waktu magang semester 5 kemarin dan terjawablah semuanya sekarang di materi jenengan. Izin bertanya, Pak. Bagaimana

  • meminimalisir ekspektasi kita terhadap anggota kelompok kita atau rekan kelompok kita dalam menjalankan job des? He ini sesuai dengan kalimatmu ya Nur Laili ya. Bagaimana kita meminimalisir

  • ekspektasi bukan diminimalisir tapi me menyamakan ekspektasi. Jadi ketika pembagian jobd ini tugasnya ketua nantinya makanya ini ketua perlu yang bisa untuk komunikasi.

  • Jadi ketika ada satu project nih, misal project A di mana si Adi itu harus bisa ABC, si Pak Prianto harus bisa DEF, kemudian si Mbak Okta harus bisa GH gitu

  • ya. Ya, jangan hanya serta-merta harus di kamu pokoknya harus bisa gak. Itu juga harus dikomunikasikan. Dalam artian si ketua tadi harus tanya ke Adi juga, "Di, bisa enggak di kamu kalau ngerjain ABC?"

  • Wong aku enggak bisa. Aku bisanya ABD, A sama Delta. Oke, kalau gitu mau enggak Pak Prianto garapnya itu yang ee C F bisa gak? Oh, enggak bisa aku bis. Nah, itu jadi enggak harus satu jobd itu

  • harus terpaku seperti itu. Kita bisa fleksibel artinya bagi-bagi jobd lah. Nah, ketika itu sudah disepakati di awal, oke nanti sepakat ya si Adi garapnya A, si Pak Prianto garapnya B, si Okta ng garapnya C. Caranya seperti

  • ini, seperti seperti ini. Nah, itu menyamakan ekspektasi. Jadi seringkiali kalau saya kalau CMI ya Cemi ya Nurlaili ya kalau saya baca dari pertanyaanmu kan seolah-olah sangat besar kemungkinan si ketua kecewa

  • karena ekspektasinya tidak sesuai dengan anggotanya gitu ya. Entah nanti anggotanya malas atau gimana gitu ya. Nah, bisa jadi kesalahan eh sori bisa jadi permasalahan itu timbul bukan karena ekspektasinya yang ketinggian, tapi karena ekspektasinya yang tidak

  • dikomunikasikan. Nah, penting komunikasi ekspektasi itu di situ. Nah, ketika mengkomunikasikan seperti itu, ini ada satu trik, Teman-teman, supaya ketika kita berbicara sama orang soal ekspektasi itu orang lawan bicara kita itu tidak sakit

  • hati. yaitu namanya di I sentence. I I sentence kalimat aku. Jadi ketika menyampaikan itu bukan kalau misal ada ini sebenarnya juga bisa digunakan di pernikahan sih. Jadi misal

  • gini atau di pacarmu gitu ya sudah janjian eh cowokmu telan jemput harusnya jam .00 datangnya jam .00 gitu. Kalau kamu ngomong ke orang itu atau ke pacarmu dengan ngomong, "Kamu ini gimana

  • telat gini gini gini, dia pasti sakit hati dan malah bertengkar." Tapi kalau kita menggunakan I sentence kalimat aku gitu, aku di sini udah dari jam .00 loh. Iya, aku tadi habis beli air kehausan. Kamu mau air juga enggak? Nah, misal

  • kalimat itu yang disampaikan itu akan lebih masuknya lebih enak gitu. Termasuk ketika kita komunikasi di KKN gitu. Misal saya yang jadi ketua, Mbak Okta ini jadi anggota gitu ya. Ee Mbak Okta ini kalau saya lihat ini kan kayaknya

  • sampean cukup punya kemampuan di komunikasi ya bisa eh gathering attention masyarakat terus bisa seperti ini dan kayaknya sampean cukup terstruktur dalam bekerja. Nah, aku ngerasanya sampean cocok untuk jadi tim acara jadi banyak nyusun randown dan

  • sebagainya. Kalau menurut Mbak Okta gimana? Nah, komunikasi ekspektasi seperti itu lebih enak daripada ok koy awakmu cocok ya ini awakmu dtika ya. Nah, enak mana masuknya? Kalau aku ngerasanya Mbak Okta bisa

  • seperti ini ini kalau tak tempatkan di sini gimana Mbak? Nah, itu akan lebih masuknya lebih enak. Tapi teman-teman kalaupun nanti yang ternyata yang jadi ketua Teman-teman itu tidak terbiasa menggunakan I sentence ya enggak apa-apa. Karena poin utamanya itu

  • bukan bisa seperti apa, tapi poin utamanya adalah mengomunikasikan ekspektasi gitu ya Nur Laili ya.

  • Yes, betul Nur Laili. Jangan mendem di awal nanti lelah batinnya. Iyalah batin terus 4 bulan batin terus itu berat bos. berat yang ada nanti kamu malah pulang duluan itu nanti mbok tinggal bodo amat

  • tuh sampaikan tapi dengan bahasa I sentence itu lebih baik kayak anu ya seminar parenting tadi [tertawa] ya thank you thank you lanjut lanjut lanjut

  • baik terima kasih Pak Adi atas jawabannya ini dari Zoom dan juga streaming YouTube sudah tidak ada pertanyaan lagi dan itu tadi merupakan pertanyaan penutup dari sesi tanya jawab kali ini. Saya ucapkan terima kasih kepada Pak Adi atas materi yang telah

  • dipaparkan. Baik, kepada Pak Adi jika ada kesibukan diperkenankan untuk melanjutkan aktivitasnya. Terima kasih, Pak. Oke, terima kasih semuanya. Asalamualaikum. Baik, tibalah kita di penghujung acara.

  • Terima kasih atas antusiasnya dan tetap dipertahankan semangatnya di pelatihan hari-hari selanjutnya. Saya Oktavi Kasmadi selaku Master of Ceremony pamit undur diri dan memohon maaf jika ada perkataan dan perbuatan yang kurang

  • berkenan. Sekian dari saya, terima kasih dan sampai jumpa di hari kedua.

Get Transcripts for Any YouTube Video

YouTLDR instantly transcribes and summarizes YouTube videos in 100+ languages.

Try YouTLDR Free